Kamis, 10 Januari 2013

Doa dari seberang

Awan pagi ini menutupi sinar mentari... 
Dinginnya menusuk hingga ketulang rusuk...
Aku sudah siap menyongsong hari ini..
Diawali dengn Sembah sujud berdoa dengan khusyuk..

Tuhaan..
Ramahkan-lah alam Mu
mudahkan-lah perjuangannya..
Ingatkan-lah dia akan kebesaran Mu..
Agar dia selalu ikhlas menjalani pengabdiannya..

Dibelahan bumi manakah matahari itu tidak malu menunjukkan hangatnya...?? 
Sampaikanlah ia di tempat kami...
Agar mrk yang menginginkanya tidak mengeluh... :)

Untuk mu matahari pagi..
Hangatkanlah dunia dengan kekuatan Mu...

Camplong, 10/01/2013

Selasa, 08 Januari 2013

SESEMPURNA CINTAKU

Lagu ambon atau lagu timor.. Aku tidak bisa membedakannya. Mungkin, karena aku memang lupa untuk bertanya.
Ada hal yang berbeda saat hari-hari kemarin kita lalui bersama.
Ini bukan cerita roman.. Bukan juga cerita klasik, aku sendiri tidak tahu, cerita seperti apakah ini.
Aku hanya bisa menikmati rasa yang tidak pernah aku harapkan.
Begitu singkat.
Begitu banyak cerita.
Ada kenyamanan, tapi ada kecemburuan.
Aku bisa melepas dan menyakiti hati yang lain, dan egoku berharap hati ini bisa kau miliki seutuhnya.
Tapi Aku salah. Hatimu sudah dimiliki oleh wanita yang baik hati dan menolongmu saat nyawamu hampir melayang.
Entah.. Rasa iba kah itu?? Atau lebih dari itu.
Aku coba mengerti dan memahami akan kemauanmu..
"biarkan mengalir saja, masih ada waktu, siapa tau hati ini bisa berubah"
Bagai dihujam dengan parang, padahal hanya itu kata-kata yang datangnya dari logika seorang pria.
Ingin Aku menamparnya  dan berkata..
"Kau anggap apa Aku ini?? Sampah ??? "

Air mata yang tidak mampu jatuh terus Aku tahan. Namun dia tetap jatuh juga..

"Heii !! Aku wanita...  Aku ingin di Jaga, bukan kau campakkan !! "

"Perlakuanmu membuat aku kehilangan segalanya ! Bahkan kehilangan rasa untuk membalas cinta laki-laki lain yang Aku kenal lebih dulu dari pada Kamu.

Hal itu menghantui aku, setiap Aku terjaga dalam tidur.

Kamu bahkan tidak tau.. !!!
Aku coba bicara yang sesungguhnya..
Tapi kamu tetap menganggap itu hal biasa !

Andai aku bisa mengulang semuaya..
Andai cerita perjalanan sakit dan panas dingin itu tidak ada..
Andaikan kebaikkanmu itu tidak terjadi.. Hal ini juga saya pastikan akan berjalan natural...
Tidak berujung harapan saat terpisah.

Entah apa rencana Tuhan setelah ini..

Aku berharap Tuhan menitipkan rasa benci untuk kamu, walau rasa itu sesungguhnya hanya membuat aku semakin terpuruk.

Aku ingin kita bercanda dalam keadaan hati yang tulus.. Aku ingin bersama dengan keadaan yang bahagia.. Dan Aku ingin terpisah dengan Janji yang siap kau tepati, bukan hanya pergi diiringi hujan..
Tuhan tau aku menderita, karenanya diturunkan hujan agar kamu paham.. Bahwa Sebesar hujan inilah air mataku mengalir dalam hati.

Selamat berpisah untuk waKtu yang tidak bisa Aku harapkan kapan kembali. Berjuang menahan segala ketidaksempurnaan. Walau sebenarnya aku ingin sempurna mencintaimu tanpa diganggu oleh rasa cemburu..
Aku ingin sesempurna cintaku.

Aku tidak akan berharap lebih. Aku hanya ingin kau paham. Ingat aku saat kau buka lembaran birumu..
Karena disitu ada kengan lucu antara kau, aku dan mereka...

Aku merindukan cahaya kasih dari ketidaksempurnaanku.. Biar aku yang membuatmu menjadi sempurna dengan kelebihanku..

Senin, 07 Januari 2013

@Laut Sawu Jumat, 29 Desember 2012 di atas kapal ferry menuju Ende

Keadaan ini tidak pernah aku inginkan sebelumnya.
Mengapa Tuhan..
Ini semua harus terjadi.??
Aku tidak dapat menerka isi hatinya..
Ingin aku meneriakinyaa... Mencacinya.. Ingin marah.. Tapi Aku tidak bisa..
Ini pertama dan aku tidak pernah tau.. Apa dirinya yang terakhir..
Dan bagaimana perasaannya yang ada disebrang kota.. ??
Aku tidak ingin membuatnya sakit Lagi dan lagi.
Hatinya terlalu tulus untuk aku khianati.
tapi aku pun tidak mengerti perasaan ini..
dia yg sekarang mengisi hari ku.. memiliki hati siapa???
tapi semua sudah ku jalani dalam waktu singkat.. aku ingin berontaaak.. tapi bagaimnaa Tuhaaaan...?
Jaga Aku ya Rabb..

Pada 16 Feb 2012 10.56, "Achie Gushafiana" <asri.gushafiana@gmail.com> menulis:

MAHASISWA

"Achie Gushafiana" <asri.gushafiana@gmail.com> menulis:

Kini mempertanyakan, dimana hati nurani dan pikiran saya selaku peserta didik, selaku mahasiswa yang sudah layak dikatakan Dewasa? Mengapa kita mampu bersikap demikian pada Dosen dan guru? Atau kepada orang yang berjasa dan penting dalam hidup teruma Mamah dan Papah (ighfirlana ya Robb).

Berulang kali dosen-dosen mengatakan, jangan hanya usia yang dewasa, tapi sikap dan sifatpun harus dewasa ! Tapi kenyataannya?? Tidak jarang mahasiswa, pelajar dan calon mahasiswa yang pernah mengabaikan, bahkan menyepelekan keberadaan seorang pendidik baik itu seorang guru, dosen, atau guru besar sekalipun.

Ya, Saya tidak  mau menunjuk siapapun, karena di artikel ini Saya sedang bermuhasabah diri J, tentunya tulisan ini teruntuk SAYA pribadi hheee..

Pernah nggak kalian merasakan hal-hal ini, diantaranya..

Saat dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh, kita malah diskusi sendiri dengan tema yang berseberangan dengan Mata kuliah atau pelajaran sekolah, Misal tentang acara selesai kuliah mu nonton dimana, karokean dimana, mau makan siang di daerah mana? Dan lucunya rasa itu muncul tanpa sungkan (maklum masih pengen senang-senang).  Sampai-sampai hanya karena pelajaran itu susah dan dosen ngajarnya nggak jelas diotak kita, bikin kita malas mendengarkan. Toh nggak nangkep materinya juga (alasan yang tidak seharusnya dilontarkan).

Nah, lain lagi pengalaman Saya jauh sebelum kuliah. Apa pernah kalian membuat guru sangat kesal? Kalu Saya akan menjawab pernah.. Saat itu, bukan saya saja pelakunya.. tapi Kami Semua hheee..

Kami bikin nangis guru yang pada saat itu baru beberapa bulan mengajar. Badan guru kami sangat mungil dan cantik ( guru biologi SMAIT Nuurusidiiq ibu Lena, Sebenarnya bukan karena fisik yang imut *kalau pembandingnya saya* hheee..

Saat itu kami seolah benar-benar mengabaikan keberadaannya, meskipun di akhir pembelajaran? Keadaan yang ricuh membuat sang Guru bersuara lantang dan meninggalkan kelas dengan emosi. Ssstt.. ada tangisan dan amarah dihatinya. Dan nggak lama.. Kami di panggil kepala sekolah  saat itu kepala sekolahnya Bapak Didi Masyhudi atau nama samarannya Dimas Tirani J

Hmmm.. tapi Saya rasa bukan hanya saya yang penah melakukan hal nakal itu hheee..  *sambil cari-cari teman yang salah* hhoooo..

Tapi, kalau sekarang, hal ini saya jadikan perenungan diri. Saya mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, dan berkaca pada bidang yang kini sedang saya selami, yakni dunia yang dulu sangat-sangat-sangat Saya BENCI dan TERPAKSA memilih pendidikan karena paksaan ORANG TUA.

Sudut pandang itu lahir saat saya berpikir tentang sosok seorang Dosen. Beliau dengan sekuat-kuatnya niat memberi kuliah. Datang tiap jam kuliah, tepat waktu, bahkan jarang absen. Bisa kah sedikit saja kita hargai itu? Lalu beliau menjelaskan materi dari mulai suaranya yang lantang sampai suaranya mulai melemah.

 Atau perjuangan seorang dosen meskipun hanya memberi pengetahuan dengan memerintahkan mahasiswa untuk menulis kembali apa yang ada di proyektor, atau sekedar menonton slide demi slide yang telah jauh-jauh hari di siapkan beliau, dan begitu seterusnya sampai kuliah berakhir. Tidak kah kita bisa mengahargai niat baiknya demi memberikanpengetahuan yang kita sebenarnya butuhkan?? Dan begitu tidak berdayanya beliau hingga TIDAK MAMPU MENEGUR peserta didiknya yang tidak mendengarkan penjelasannya. Coba , Bagaimana rasanya bila Kita berada di posisi beliau? Bagaimana rasanya diabaikan? Tidak didengar, bahkan cenderung di sepelekan??

Saya yakin 100% bukan hanya saya yang pernah bersikap konyol seperti ini, dan Saya yakin, bukan saya juga yang memiliki rasa ingin TOBAT seperti Saya J.  Saya Jadi berpikir betapa rendahnya pemikiran saya menilai seorang PEndidik.

Hhhmm.. Patut dipertanyakan keberadan hati nurani di diri ini yang seakan tidak tau balas jasa..

Dan entah sadar atau tidak, kita justru berpikiran negative sama pendidik yang sudah berusaha keras memberikan sebaik-baiknya pengajaran kepada kita. Akhirnya.. ke kampus bukan nya ibadah untuk cari ilmu, malah kadang jadi pemulung dosa huhh..!! (Ighfirlana Ya Robb..)

Ya… sekalipun ada juga sih dosen yang inginnya di hargai dengan "UANG" sampai skripsi TERTUNDA gara-gara nggak sanggup bimbingan karena nggak bisa ngeluarin "UANG" tiap bimbingan, atau sekedar mengeluh tentang dosen yang hobi ngasih tugas dan nggak pernah masuk. "Astagfirullah…" nggak ada niat mengghibah, karena saya sedang bicara fakta yang saya rasakan selama menjadi fans berat Si Kijang Merah, hal ini sering di utarakan oleh para mahasiswa yang lokasi kampusnya berada di sepanjang belahan bumi perangkotan yang di lewati oleh trayek Si kijang merah  T 19 jurusan Depok-TMII :D.

*UI, Gundar, BSI, UP, ISIP, TAMA, Unindra, STIKOM dll*

( kalau pakai istilah klasik mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan wacana paragraph di atas "menandakan tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun dia seorang Ustad muupun Dosen dan para pendidik lainnya")

 

Eeiitt.. tapi kalau ditelisik lebih dekat, Seseorang yang dikatakan MAHASISWA, seharusnya memang lebih banyak menggali keilmuan sendiri. Tidak melulu berharap di berikan materi oleh Dosen dari A sampai Z. Sebenarnya kita mampu kok untuk mencari tau sendiri melalui googling, jangan bilangnya berselancar di dunia maya padahal lagi buka twitter atau jadi pesbukers hhiiii ( pengalaman yang tidak baik). Lebih baik sempatkan waktu untuk komunikasi sama dosen tentang hal yang kita belum pahami, jangan menghubungi dosen karena mau IZIN nggak masuk aja yaaa.. xixixi (lagi-lagi share pengamalan masa lalu yang seharusnya tidak diamalkan). Paling tidak bertanya sama teman yang lebih cemerlang otaknya di banding Kita J. Kalau ingat kata-kata dosen KWU 1 selaku Sang Provokator saat saya wawancarai dulu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini " kita ini tulang punggung negara, jadi, kita jangan jadi pemuda yang mengidap osteoporosis dini "  yaaa intinya kita harus jadi pemuda yang cerdas secara pemikiran dan cerdas secara ketakwaan yang merujuk pada nilai-nilai aqidah islamiyah.

Ya, mungkin ada saatnya kita benar-benar nggak mudeng sama penjelasan dosen, sekalipun dosen tersebut sudaah menggunakan alat yang super canggih untuk membuat kita tertarik mengikuti kuliah tersebut. Seburuknya penyampaian seorang pendidik, tidak lantas kita memperlakukan beliau semaunya kita, paling tidak, kita mendengar, siapa tahu ada bagian-bagian yang bisa di simak dan jadi manfaat saat ujian tiba looh J. Belajar menghormati dan menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan. Undzur Maa Qoola WaLaa Tandzur Man Qoola "Lihatlah apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara" sekalipun dia seorang pencuri atau mantan orang jahat sekalipun, kalau omongannya itu mendatangkan manfaat, kita jangn tutup telinga yaa.. siapa tau ada berkah di balik keihklasan kita menerima segala ucapan beliau.

Hayoo.. ramai-ramai merubah sikap menjadi lebih bijaksana. Mulai menghormati orang tua, menghormati keluarga yang lebih tua, jangan lupa juga menghormati orang-orang yang banyak berperan dalam hidup kita. Jangan pernah meluapakan kebaikan semua orang-orang yang pernah memberikan kita ILMU dan Pengetahuan. Doakan Guru kita dan kalau kita menjadi Guru jangan lupa mendoakan Guru Kita agar tali pahala ini terus bersambung ke anak cucu kita J

 

Untuk teman-teman mahasiswa atau pelajar yang di ajarkan oleh Guru Besar yang berdirinya sudah tidak tegak lagi, rambutnya sudah memutih. Bahkan hampir seluruhnya putih, dan untuk marah saja tidak bisa lagi, apa kita tega untuk bersiakap acuh tak acuh pada Beliau?? Sekalipun dosen kita masih muda dan jarak umurnya tidak terlalu jauh, apa kita pantas menyepelekan apa yang beliau katakan??

Beliau melakukan ini agar kita bisa menjadi orang yang bijak dan beliau pasti berharap besar bahwa anak didiknya kelak bisa menjadi yang lebih baik dan lebih berprestasi dari beliau. Coba bayangkan, dengan tertatih para dosen sepuh menaiki tangga demi tangga,  Kewajiban untuk bertahan hidup demi kelangsungan keluarga juga yang menjadi semangat beliau mengajarkan kita dari waktu ke waktu. Karena waktu yang Ia habiskan untuk mengajarkan kita, merupakan pengorbanan beliau untuk Keluarganya yang Ia Cintai.

Pernah sih, saya mendengar dari mulut teman saya sendiri yang sering banget bermasalah sama dosen, parah deh teman saya yang satu itu. bolak balik ribuuut mulu kerjaannya, nggak sama dosen, sama satpam kampus, bahkan konon katanya, sampai berhadapan sama pak rektor.. bahkan yang parahnya, saat esmosi itu, dia cerita sama saya kalo dia bilang "dosen di sini ngajar juga yang bayar dari spp mahasiswa" lumayan terkesan sombong siih, tapi dia begini juga demi keluarganya, nggak jauh bedalah sama apa yang orang tua kita lakukan untuk kita..  

untuk itu guys, mulai belajar menghormati pendidik yang kadang terabaikan.. karena pasti para pendidik yang baik akan menyalahkan dirinya sendiri karena beliau beliau merasa tidak bisa mendidik dan menyampaikan ilmunya kepada peserta didikanya, apalagi jika suatu saat nanti mereka melihat murid-murid nya menjadi orang yang susah. 

SO, berpikirlah lebih baik untuk bertindak dan bersikap kepada setiap orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kita, khusunya orang tua, keluarga, guru dan para sahabat yang selalu ada dalam susah dan senang :) 

yyaaa.. beginilah kata-kata yang mungkin bisa bermanfaat atau juga kata-kata yang jangan di sepelekan hhhoo *maksa*

udah aaaaahh, capee. kata yang baca (yang nulis aja cape, apalagi yang baca?? bisa mabok hurup) hhheeee maaf ya.. jadi ganggu waktu senggangnya untuk membaca ini.. tapi.. terima kasihh bagi yang mau baca ^^

MENCARI ILMU = BERJIHAD DI JALAN ALLAH  :)

wallahu'alambissowab

 

Kamis, 16 Februari 2012

Yang Kadang Terabaikan part II

Kini mempertanyakan, dimana hati nurani dan pikiran saya selaku peserta didik, selaku mahasiswa yang sudah layak dikatakan Dewasa? Mengapa kita mampu bersikap demikian pada Dosen dan guru? Atau kepada orang yang berjasa dan penting dalam hidup teruma Mamah dan Papah (ighfirlana ya Robb).

Berulang kali dosen-dosen mengatakan, jangan hanya usia yang dewasa, tapi sikap dan sifatpun harus dewasa ! Tapi kenyataannya?? Tidak jarang mahasiswa, pelajar dan calon mahasiswa yang pernah mengabaikan, bahkan menyepelekan keberadaan seorang pendidik baik itu seorang guru, dosen, atau guru besar sekalipun.

Ya, Saya tidak  mau menunjuk siapapun, karena di artikel ini Saya sedang bermuhasabah diri J, tentunya tulisan ini teruntuk SAYA pribadi hheee..

Pernah nggak kalian merasakan hal-hal ini, diantaranya..

Saat dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh, kita malah diskusi sendiri dengan tema yang berseberangan dengan Mata kuliah atau pelajaran sekolah, Misal tentang acara selesai kuliah mu nonton dimana, karokean dimana, mau makan siang di daerah mana? Dan lucunya rasa itu muncul tanpa sungkan (maklum masih pengen senang-senang).  Sampai-sampai hanya karena pelajaran itu susah dan dosen ngajarnya nggak jelas diotak kita, bikin kita malas mendengarkan. Toh nggak nangkep materinya juga (alasan yang tidak seharusnya dilontarkan).

Nah, lain lagi pengalaman Saya jauh sebelum kuliah. Apa pernah kalian membuat guru sangat kesal? Kalu Saya akan menjawab pernah.. Saat itu, bukan saya saja pelakunya.. tapi Kami Semua hheee..

Kami bikin nangis guru yang pada saat itu baru beberapa bulan mengajar. Badan guru kami sangat mungil dan cantik ( guru biologi SMAIT Nuurusidiiq ibu Lena, Sebenarnya bukan karena fisik yang imut *kalau pembandingnya saya* hheee..

Saat itu kami seolah benar-benar mengabaikan keberadaannya, meskipun di akhir pembelajaran? Keadaan yang ricuh membuat sang Guru bersuara lantang dan meninggalkan kelas dengan emosi. Ssstt.. ada tangisan dan amarah dihatinya. Dan nggak lama.. Kami di panggil kepala sekolah  saat itu kepala sekolahnya Bapak Didi Masyhudi atau nama samarannya Dimas Tirani J

Hmmm.. tapi Saya rasa bukan hanya saya yang penah melakukan hal nakal itu hheee..  *sambil cari-cari teman yang salah* hhoooo..

Tapi, kalau sekarang, hal ini saya jadikan perenungan diri. Saya mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, dan berkaca pada bidang yang kini sedang saya selami, yakni dunia yang dulu sangat-sangat-sangat Saya BENCI dan TERPAKSA memilih pendidikan karena paksaan ORANG TUA.

Sudut pandang itu lahir saat saya berpikir tentang sosok seorang Dosen. Beliau dengan sekuat-kuatnya niat memberi kuliah. Datang tiap jam kuliah, tepat waktu, bahkan jarang absen. Bisa kah sedikit saja kita hargai itu? Lalu beliau menjelaskan materi dari mulai suaranya yang lantang sampai suaranya mulai melemah.

 Atau perjuangan seorang dosen meskipun hanya memberi pengetahuan dengan memerintahkan mahasiswa untuk menulis kembali apa yang ada di proyektor, atau sekedar menonton slide demi slide yang telah jauh-jauh hari di siapkan beliau, dan begitu seterusnya sampai kuliah berakhir. Tidak kah kita bisa mengahargai niat baiknya demi memberikanpengetahuan yang kita sebenarnya butuhkan?? Dan begitu tidak berdayanya beliau hingga TIDAK MAMPU MENEGUR peserta didiknya yang tidak mendengarkan penjelasannya. Coba , Bagaimana rasanya bila Kita berada di posisi beliau? Bagaimana rasanya diabaikan? Tidak didengar, bahkan cenderung di sepelekan??

Saya yakin 100% bukan hanya saya yang pernah bersikap konyol seperti ini, dan Saya yakin, bukan saya juga yang memiliki rasa ingin TOBAT seperti Saya J.  Saya Jadi berpikir betapa rendahnya pemikiran saya menilai seorang PEndidik.

Hhhmm.. Patut dipertanyakan keberadan hati nurani di diri ini yang seakan tidak tau balas jasa..

Dan entah sadar atau tidak, kita justru berpikiran negative sama pendidik yang sudah berusaha keras memberikan sebaik-baiknya pengajaran kepada kita. Akhirnya.. ke kampus bukan nya ibadah untuk cari ilmu, malah kadang jadi pemulung dosa huhh..!! (Ighfirlana Ya Robb..)

Ya… sekalipun ada juga sih dosen yang inginnya di hargai dengan "UANG" sampai skripsi TERTUNDA gara-gara nggak sanggup bimbingan karena nggak bisa ngeluarin "UANG" tiap bimbingan, atau sekedar mengeluh tentang dosen yang hobi ngasih tugas dan nggak pernah masuk. "Astagfirullah…" nggak ada niat mengghibah, karena saya sedang bicara fakta yang saya rasakan selama menjadi fans berat Si Kijang Merah, hal ini sering di utarakan oleh para mahasiswa yang lokasi kampusnya berada di sepanjang belahan bumi perangkotan yang di lewati oleh trayek Si kijang merah  T 19 jurusan Depok-TMII :D.

*UI, Gundar, BSI, UP, ISIP, TAMA, Unindra, STIKOM dll*

( kalau pakai istilah klasik mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan wacana paragraph di atas "menandakan tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun dia seorang Ustad muupun Dosen dan para pendidik lainnya")

 

Eeiitt.. tapi kalau ditelisik lebih dekat, Seseorang yang dikatakan MAHASISWA, seharusnya memang lebih banyak menggali keilmuan sendiri. Tidak melulu berharap di berikan materi oleh Dosen dari A sampai Z. Sebenarnya kita mampu kok untuk mencari tau sendiri melalui googling, jangan bilangnya berselancar di dunia maya padahal lagi buka twitter atau jadi pesbukers hhiiii ( pengalaman yang tidak baik). Lebih baik sempatkan waktu untuk komunikasi sama dosen tentang hal yang kita belum pahami, jangan menghubungi dosen karena mau IZIN nggak masuk aja yaaa.. xixixi (lagi-lagi share pengamalan masa lalu yang seharusnya tidak diamalkan). Paling tidak bertanya sama teman yang lebih cemerlang otaknya di banding Kita J. Kalau ingat kata-kata dosen KWU 1 selaku Sang Provokator saat saya wawancarai dulu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini " kita ini tulang punggung negara, jadi, kita jangan jadi pemuda yang mengidap osteoporosis dini "  yaaa intinya kita harus jadi pemuda yang cerdas secara pemikiran dan cerdas secara ketakwaan yang merujuk pada nilai-nilai aqidah islamiyah.

Ya, mungkin ada saatnya kita benar-benar nggak mudeng sama penjelasan dosen, sekalipun dosen tersebut sudaah menggunakan alat yang super canggih untuk membuat kita tertarik mengikuti kuliah tersebut. Seburuknya penyampaian seorang pendidik, tidak lantas kita memperlakukan beliau semaunya kita, paling tidak, kita mendengar, siapa tahu ada bagian-bagian yang bisa di simak dan jadi manfaat saat ujian tiba looh J. Belajar menghormati dan menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan. Undzur Maa Qoola WaLaa Tandzur Man Qoola "Lihatlah apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara" sekalipun dia seorang pencuri atau mantan orang jahat sekalipun, kalau omongannya itu mendatangkan manfaat, kita jangn tutup telinga yaa.. siapa tau ada berkah di balik keihklasan kita menerima segala ucapan beliau.

Hayoo.. ramai-ramai merubah sikap menjadi lebih bijaksana. Mulai menghormati orang tua, menghormati keluarga yang lebih tua, jangan lupa juga menghormati orang-orang yang banyak berperan dalam hidup kita. Jangan pernah meluapakan kebaikan semua orang-orang yang pernah memberikan kita ILMU dan Pengetahuan. Doakan Guru kita dan kalau kita menjadi Guru jangan lupa mendoakan Guru Kita agar tali pahala ini terus bersambung ke anak cucu kita J

 

Untuk teman-teman mahasiswa atau pelajar yang di ajarkan oleh Guru Besar yang berdirinya sudah tidak tegak lagi, rambutnya sudah memutih. Bahkan hampir seluruhnya putih, dan untuk marah saja tidak bisa lagi, apa kita tega untuk bersiakap acuh tak acuh pada Beliau?? Sekalipun dosen kita masih muda dan jarak umurnya tidak terlalu jauh, apa kita pantas menyepelekan apa yang beliau katakan??

Beliau melakukan ini agar kita bisa menjadi orang yang bijak dan beliau pasti berharap besar bahwa anak didiknya kelak bisa menjadi yang lebih baik dan lebih berprestasi dari beliau. Coba bayangkan, dengan tertatih para dosen sepuh menaiki tangga demi tangga,  Kewajiban untuk bertahan hidup demi kelangsungan keluarga juga yang menjadi semangat beliau mengajarkan kita dari waktu ke waktu. Karena waktu yang Ia habiskan untuk mengajarkan kita, merupakan pengorbanan beliau untuk Keluarganya yang Ia Cintai.

Pernah sih, saya mendengar dari mulut teman saya sendiri yang sering banget bermasalah sama dosen, parah deh teman saya yang satu itu. bolak balik ribuuut mulu kerjaannya, nggak sama dosen, sama satpam kampus, bahkan konon katanya, sampai berhadapan sama pak rektor.. bahkan yang parahnya, saat esmosi itu, dia cerita sama saya kalo dia bilang "dosen di sini ngajar juga yang bayar dari spp mahasiswa" lumayan terkesan sombong siih, tapi dia begini juga demi keluarganya, nggak jauh bedalah sama apa yang orang tua kita lakukan untuk kita..  

untuk itu guys, mulai belajar menghormati pendidik yang kadang terabaikan.. karena pasti para pendidik yang baik akan menyalahkan dirinya sendiri karena beliau beliau merasa tidak bisa mendidik dan menyampaikan ilmunya kepada peserta didikanya, apalagi jika suatu saat nanti mereka melihat murid-murid nya menjadi orang yang susah. 

SO, berpikirlah lebih baik untuk bertindak dan bersikap kepada setiap orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kita, khusunya orang tua, keluarga, guru dan para sahabat yang selalu ada dalam susah dan senang :) 

yyaaa.. beginilah kata-kata yang mungkin bisa bermanfaat atau juga kata-kata yang jangan di sepelekan hhhoo *maksa*

udah aaaaahh, capee. kata yang baca (yang nulis aja cape, apalagi yang baca?? bisa mabok hurup) hhheeee maaf ya.. jadi ganggu waktu senggangnya untuk membaca ini.. tapi.. terima kasihh bagi yang mau baca ^^

MENCARI ILMU = BERJIHAD DI JALAN ALLAH  :)

wallahu'alambissowab

 

Sabtu, 11 Februari 2012

Yang Kadang Terabaikan Part I

Mungkin ini terlambat, tapi… inilah proses kehidupan yang memerintahkan Aku untuk tidak cepat berputus asa, selalu belajar memetik setiap buah dari kegagalan yang indah dan mengatakan tidak ada yang terlambat selagi mau belajar dan berubah lebih baik J

 Aku mau coba share yaaa…

Setelah merasakan bagaimana sikon mendidik, dengan sendirinya akan terbesit jiwa yang tidak mudah putus asa. Ternyata untuk memanusiakan anak manusia, tidak semudah yang dulu Aku bayangkan.

 Kata SABAR itu yang paling penting. Seorang pendidik yang baik menurut Aku, adalah beliau yang memiliki banyak Ilmu dan kemudian di bagikan untuk segenap murid-muridnya, dan orang-orang yang bukan tergolong anak didik "resmi" seperti di sekolah atau di kampus, tapi dengan jiwa pendidiknya, dia mampu mempersembahkan pengetahuan dan pendidikan yang terbaik untuk setiap orang yang membutuhkan pengetahuan, baik pendidikan yang bersifat pengetahuan umum atau pengetahuan Diniyah.

Perasaan ini timbul Saat wisuda kemarin sabtu, 28-01-2012. Melihat anggota senat Unindra, subhanallah.. dosen-dosen yang insya Allah penuh berkah sepanjang hidupnya "aamiin".

Dari cara jalan yang tidak segagah dosen muda yang juga menuai banyak prestasi, beliau tetap terlihat berwibawa dalam balutan pakaian kebesaran senat saat itu. Mayoritas rambut yang tidak lagi hitam, senyuman yang kini semakin membuat wajahnya penuh kerutan. Tapi apa pernah kita meresapi perjuangan beliau-beliau di masa lalu?? Sebelum mereka menjadi guru besar seperti sekarang ini?? Apakah semangat belajar beliau-beliau ini ikut berkerut layaknya kerutan usang yang hanya tinggal menunggu waktu??

Saya pikir tidak demikian, Beliau-beliau tak kenal kata lelah untuk belajar, sampai seumur yang sudah dikatakan "udzur", beliau tetap istiqomah dalam dunia pendidikan. Lalu kemudian Saya pun mulai membandingkan,berkaca dan belajar mengintropeksi pada diri saya sendiri 'kalau saja saya harus belajar dan membaca buku setiap hari.. entahlah, seperti apa otak saya? Kalau membayangkan buku tebal dan tipis tapi bahasanya rumit dipahami, sepertinya akan terasa benar-benar penat'

Tapi, AYO.. lihatlah beliau… Pandangi beliau dengan penuh rasa cinta..

Beliau se-tua itu tetap mendirikan kesabaran dalam sanubarinya. Mereka (guru besar) tetap sabar untuk terus belajar, tetap sabar untuk menyampaikan pengetahuan yang mereka miliki. Bahkan beliau masih sanggup bersabar melihat sikap dan tingkah mahasiswa mereka atau murid mereka.

 Subhanallah... Mereka itu layak dikatakan sosok yang luar biasa. Beliau  layaknya seorang Ayah atau Ibu di tempat kita menuntut Ilmu. Kalau ingat masa-masa sekolah dan kuliah kini hanya meninggalkan rasa menyesal. Hal ini tidak hanya di pikirkan oleh Saya, tapi terbesit juga di benak D'Beys (sahabat saya) yang dulu memiliki sindrom semangat kuliah berkobar saat memasuki awal semester baru, kebelakangnya, kembali melempem J

Astagfirullah..Seolah baru tersadar dari pingsan yang berkepanjangan.

***

Selasa, 06 Desember 2011

JANGAN BIARKAN AKU MEMILIH

Semua rasa ini terus aku pendam entah sampai kapan. Rasa ini sepertinya terlalu dalam. Ini semua aku rasakan karena air mata ini masih saja sanggup menangisimu. Aku terlalu tulus mencintaimu, hingga aku harus merasakan sakit seperti ini. Setahun, dua tahun, semua rasa sakit menahan rindu akan hadirmu tidak dapat aku ungkapkan, hal itu hanya dapat Aku rasakan, dan rasa itu hanya aku yang mengerti.

Banyak hati mereka yang sakit karena ulahku yang tidak jelas memberikan kepastian setiap rasa. Ini semua karena dihatiku telah penuh rasaku untuk mu.

Kamu mungkin sudah mengubur semua yang pernah ada antara kau dan aku. Tapi aku tidak. Karena semua yang pernah aku lakukan bersamamu adalah yang pertama. Kamu memang bukan kekasih pertama yang aku miliki, tapi aku merasakan, bahwa kamu adalah satu-satunya cinta yang aku punya di dunia ini. Aku lumpuh tanpa cintamu, sehingga aku tidak dapat mencintai lelaki manapun.

Bahkan mereka menudingku sebagai seorang wanita penyuka sesama jenis. Separah itu kah aku? Ya, Tidak ! Aku sendiri tidak mengerti rasa yang ada dihati dan jiwa ini. Apakah aku benar-benar mati rasa pada setiap lelaki..?

Musnah nya cinta yang Aku miliki untukmu, sepertinya memusnahkan semua rasa yang aku miiki untuk sosok pria.

 

Dan apa kau tahu Saat kamu dapat tersenyum lepas dengan hatimu yang lain, Apa Kau tau..? Aku terpuruk dalam kepedihan menahan segala rasa kecewa yang begitu besar dari segala hal yang telah kamu lakukan atas diri aku. Namun sepertinya, semua rasa yang pernah tulus kamu berikan untuk aku, sudah benar-benar hilang tanpa sisa.

Maafkan aku yang tidak bisa memberikanmu rasa nyaman saat kau berada dekat aku, maaf aku tidak bisa selalu ada saat kau rapuh, maafkan aku yang pernah bodoh memberanikan diri menunggu saat kamu sakit, benci bila aku selalu memberikan yang kau mau dari Aku, Maafkan aku yang tidak dapat menghambakan hidupku untuk kamu sepenuhnya. Tapi seharusnya kau dapat melihat rasa ketulusanku dengan hatimu yang dulu, hati yang dulu pun menyanyangi Aku tanpa keluh-kesah, hati yang dapat menerima kekuranganku apa adanya, hati yang meyakinkan aku walau jarak membentang hati yang saling mencinta tetap bersatu.

Aku hanya ingin kamu merasakan kebahagiaan yang dulu sempat hilang dari hidupmu. Semua sudah aku coba agar kau bangkit dari segala keterpurukan, tapi tetap.. bukan aku pemilik hatimu yang sebenar-benarnya. Meskipun demikian, dihati ini, kamu yang pertama, kau mengajarkan aku agar bisa menjadi wanita yang kuat, ya.. kuat melihat kebahagaiaan kamu dengan dia. Kamu menjadikan aku wanita yang selalu berharap, ya… selalu berharap cinta itu kembali utuh kau berikan untuk aku..

 

Ya tuhan, kenapa aku begitu bodoh mencintai dia.. mencintai seseorng yang tidak memiliki cinta lagi untuk aku, Harusnya saat dia benar-benar pergi dari kehidupan ku, cintanya pun ikut pergi dan berlalu bersama angin dan waktu, tapi mengapa sampai saat ini rasa itu tidak kabur meski hanya sekelebat.

 

Mengapa Kau harus menjadikan aku pengemis ketulusan?

Aku belajar untuk terus bertahan dalam rasa ini, meski sakit, tapi aku enggan beranjak dari rasa yang ada, sekalipun sejenak.

Tuhan, Aku terlalu mencintai dia sepenuh hati, tapi Karena cinta yang begitu ini, aku merasa tidak dapat mencintai lagi dengan segenap ketulusan.

Mengapa cinta harus mengalahkan akal dan pikiran?

Mengapa kebhagiaan hanya datang di awal?

Mengapa cinta penuh kebohongan?

Mengapa cinta penuh tanda tanya?

Mengapa cinta penuh kemunafikkan?

Mengapa cinta datang dan menghilang dalam waktu yang tak diharapkan?

Mengapa cinta merusak sendi-sendi keimanan?

Ini kah teguran Mu untuk-ku Tuhaan?

Agar aku tidak menduakan-Mu dengan cinta yang lain dan dengan cinta semu yang diselimuti nafsu tak pasti ???

Jangan biarkan aku memilih sendiri ya Allah… Pinta aku dan semua wanita, pilihkan yang terbaik dari hamba Adam Mu untuk Aku juga mereka, agar kami terhindar dari tempat penyiksaan orang-orang terkutuk.

Aaaamiiin..

 

21 Okt 2010

Jumat, 26 Agustus 2011

BAIT-BAIT MONOLOG KEBENCIAN #bagian 1#

Beningnya ketulusan
kau semburkan kotoran janji
yang tak usai kau tepati

Dalam dzikir emas ku sebut nama mu,
dalam syahdunya malam,
Kau ukir namamu untuk Aku,
namun dalam kebahagiaanmu,
kau lumuri Aku dengan darah dari tubuh ku

Sebongkah hati yang tak terbeli,
hanya diiliki oleh sang pujaan hati
Asa dan harapan terpatri dalam diri kami
Tapi aliran darah ini kian tak kunjung berhenti
Melihat kepedihan saat cinta sudah terbagi

Kasidah kejujuran membuat bumi hujan,
hujan kenangan, hujan kebahagiaan
namun genderang menyambang
dengan deru pertanda perang

Depok, 26-08-2011

Jumat, 29 Juli 2011

Akan Segera Terbit Buku Kumpulan Pusi dan Cerpen karya Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI

SKETSA PERPISAHAN HILWA

karya Asri Gushafiana

"Kehidupuan ini begitu misterius. Aku sempat mengalami satu keadaan
yang semua terlihat putih, entah Aku dimana, Aku pun tidak tahu, Aku
hanya mendengar suara anak perempuan yang tak berhenti memanggilku.
Dan kini pemilik suara itu sudah menjalani jalan yang pernah hampir
Aku lalui . Tuhan lebih tahu yang terbaik, Aku masih diberikan waktu
untuk terus menjaga buah hatiku. Karena Tuhan tahu, Aku lebih kuat
menjalani hidup ini di banding kedua putriku, ya, inilah sktesa
perpisahan untuk Hilwa. Semoga Engaku tenang di Istana Tuhan," ujar
Ummah penuh sesak di akhir pengajian.

***


karya Fitria Nur Cahyani Mahasiswa UNINDRA Semester VIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia.

OASE DIHATI IBU

Sejak dulu aku menunggu...
menunggu sebuah oase dihatimu..
menunggu sebuah kasih yang mungkin terlampau mahal untuk kau beri..
menunggu sejumput keikhlasan cinta bagi diriku sendiri


Di depan tanah merah hari itu, ia berada pada pembaringannya, pada
jasad yang telah bersemayam dalam dasar bumi. Pada kerinduan kasih
yang tak terlampiaskan sama sekali. Ia anakku. Anak pertamaku. Anak
yang tak sempat ku sayangi. Karena kesalahanku sendiri, melihat
wajahnya, mengingatkanku pada para pemerkosa yang biadab itu, yang
membuatku membencinya. Ia memang tidak salah, ia tidak pernah meminta
untuk dilahirkan ke dunia. Tapi aku telah menyia-nyiakannya. Maafkan
aku anakku. Sesungguhnya aku sangat menyayangimu.
***


Cuplikan Cerpen PERSEMBAHAN UNTUK MAMAH
karya Arsina Pasaribu Mahasiswa UNINDRA Semester VIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia.

Seketika kepala ku pusing, pandangan ku berputar-putar dan aku tak
mengetahui kejadian apa yang selanjutnya telah terjadi.
Saat ku terbangun, matahari sudah muncul ke permukaan. Aku berada di
sebuah kamar dan aku baru tersadar bahwa di sebelah aku adalah Anjas.
Aku menjerit sekeras-kerasnya…..
"Tenang Vidi, aku akan bertanggungjawab. Kamu tidak perlu takut. Aku
mencintai kamu Vidi." Anjas mencoba meyakinkan ku.
"Tapi kalau aku hamil bagaimana ??? Aku harus berkata apa pada ayah
dan Mama ???" Aku semakin cemas mengingat Mama memiliki penyakit
jantung.
"Aku yang akan bicara pada kedua orang tua mu. Vidi, percayalah…."
Anjas terus saja meyakinkan ku hingga aku luluh juga dengan
kata-katanya.
Sudah sebulan lebih sejak kejadian malam itu, aku dan Anjas semakin
dekat. Kami sering melakukan hubungan yang tak layak, hingga akhirnya
aku telat datang bulan. Aku hamil.

Kamis, 28 April 2011

untuk setiap hati yang kosong..

Dalam lamunan selalu berbincang sendiri
tidak ada yang paham apa yang ada di relung hatii nya yang terdalam

Wahai Sang Maha Pencipta...

bilakah dia berada dalam kekosongan, sadarkan ia untuk mengingat MU
jangan biarkan dia berjalan pada jalur yang berduri panas..
Jagalah tatapannya untuk khusyu tertunduk pada setiap waktu-Mu tanpa tunda.

Hanya Engkaulah kekasih hatinya yang Hak..

Mungkin sakitnya ini karena semata Engkau mencintainya, lebih dari cinta siapapun.

Tuhan Sang Pemilik Keagungan Alam..

hadiahkan kebahgiaan untuk nya..

Ya Allah..
Engkau maha pendengar segala pinta tanpa batasan..
jangan biarkan dia berada dalam kekosongan yang tak terbatas.
sirami air syurgamu untuk membasuh segala keangukah dan kealfaannya kepada Mu..

* ighfirlana YA Robb...Aamiin..*

Senin, 28 Maret 2011

Fight..

Penulis blog ini bukanlah manusia sempurna, namun aku ingin belajar mendekati sempurna. Memang, sepertinya terdengar Bulshit. Tapi ini merupakan motivasi terbesar dalam hidup. Tidak ada salahnya bangun dari keterpurukan. Niat hati tidak mau punya musuh dalam hidup, tapi, semua sudah terlanjur.
Ini sebagai pembelajaran dalam hidup. kadang aku tidak dapat meredam kemarahan, bahkan kecemburuan yang menyebabkan kesalahpahaman. itulah wanita, terkadang ingin di mengerti, namun jarang ingin mengerti. Mungkin tidak semuanya, tapi mayoritas.
Wanita kadang terpuruk oleh situasi yang dibuatnya sendiri. Dengan perkiraan yang meleset dari pemikiran sebelumnya, yang berbuntut buah simalakama. Terlalu loyal pada sang kekasih, yang berdampak tidak baik bagi si wanita yang mencintai terlalu tulus. Istri yang kerap bertahan dalam belenggu suami yang beku hati.Disinilah makna, bila kita mencintai seseorang, sekedarnya saja, dan bila membenci juga sekedarnya saja. Karena terlalu mencintai, membuat wanita bisa rapuh dan lemah.
Tapi wanita jangan menjadi makhluk yang lemah, meskipun memang inilah takdir bagi setiap wanita. Coba kita lihat. Berapa banyak wanita yang bisa fight survive, meski dia sendiri. berapa banyak para istri yang berperan ganda, bukankah ini suatu tanda bahwa wanita itu bisa tetap mempertahankan hidupnya walau dalam kesendirian.
kekuatan bagi wanita yang belum menikah adalah keluarga dan sahabat-sahabat terdekat. kekuatan bagi yang sudah menikah adalah keluarga, terutama anak-anak. Kebahagiaan bagi wanita yang belum menikah adalah keberadaan orang-orang terdekat yang membuatnya nyaman dan tetap tersenyum, pekerjaan yang layak, waktu hangout yang mencukupi. Kebahagiaan bagi wanita yang telah menikah adalah, kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, juga perhatian bagi sang istri.

So, bagi para wanita..tetap fight survive menjalani hidup ya...

Karena mu

Senyum ini kini tak bebas. Kau mungkin bisa melihat aku tertawa, namun dibalik gelak tawa ini aku kian menyembunyikan kerapuhan ku, dan itu karenamu
Dulu,
Senyumku semata untuk membahagiakanmu
Dan kini,
Senyum itu kaku, karena kebahagiaan itu telah kau hancurkan
Apa kau mengerti, air mata ku terurai karena mu?
Dulu , kau yang mengusap setiap tetesan emosi
Namun kini…
Dia menetes karena berat membencimu
Tapi,
Rasanya hati ini
ingin terus mencintaimu
dan ku belajar tuk patrikan diri ini dengan berkata
aku tak boleh rapuh..!

Sedih, terlintas
Saat kau membutuhkan semangat, aku pun hidup dalam kehidupan mu
Aku menanti setia untuk selalu menunggu kehadiranmu
Aku relakan jiwa ku terbang untuk menjumpaimu pada tiap harinya
Walau dalam gelap malam yang tercipta hanya sebatas do'a
Dari seberang kota
Berharap angin menyampaikan pada tuhan
Agar kau kembali menemaniku
Bersama kita merajut indahnya kehidupan
Dalam hidup yang nyata, bukan sekedar imipian yang tak berujung..

Dan ternyata
itupun bukan impian lagi
Tuhan mendengar pinta kita,
Kau bangkit dan mewujudkan semua angan kita bersama

Namun tidak !!

Tak pernah terbayangkan
Ini berjalan tak lama
Hanya sesaat dan terus menghilang
Dan menghilang ..
Kini…
aku harus tetap bertahan, bertahan dalam kehampaan
Karena mu

Asri Gushafiana
Fiy 26 April 2009

Rabu, 23 Februari 2011

SESAAT dari LELAKI TERBAIK

Pelajaran berharga yang tak terlupa. Kesalahan kadang membuat kita berada dalam keadaan yang terpuruk. Bahkan sangat amat terpuruk akan perasaan bersalah. Namun disisi lain, banyak orang-orang terdekat yang menguatkan hati ini, dengan berkata " kesalahan bukan suatu hal yang harus membuat kita terperosok dalam jurang yang curam,"
Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan setiap orang punya hak mau memaafkan atau tidak. Terkadang, suatu hal yang kita lakukan, bisa saja mendapat nilai baik menurut kita, tapi ternyata, orang lain menganggap itu suatu kesalahan dan kebodohan, bahkan dapat menimbulkan kemarahan. Kita hanya bisa terdiam karena pemahaman yang berbeda.
Dengan cinta, kita bisa memahami perasaan pasangan kita. Namun bila ia tidak mau mendengar penjelasan dan bahkan cenderung acuh tak acuh dengan semua tindakan kita. Mungkin ini saatnya kita menyadari, bahwa yang benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain. Terimalah semua yang sudah terjadi. Dan kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Yang patut lo ingat " Tidak selamanya semua bajingan akan terus menjadi bajingan. Harapan dan kebahagiaan dimasa depan akan terus menjadi buruan. Karena Aku ingin mempunyai hidup yang cerah. Gue bisa mendapatkan yang lebih dari Lo,"
Aku berseru "Amiiin.. aku percaya,"
*Isi hati yang terdalam *
'Hanya Allah yang tau perasaan wanita yang dilanda kerapuhan hati itu. Cinta menguatkan hatinya untuk tegar. Dan tetap berharap dan berdoa agar Allah memberikan kebahagiaan teruntuk lelaki yang telah meyakinkan aku bahwa cinta dan ketulusan itu masih ada untuk aku, juga untuk dia'
Walau hanya sesaat, dia yang terbaik.
Aku mungkin tidak paham arti sayangnya, dan arti ketulusnya. Ya, ini menjadi kesalahan besar yang telah aku lakukan. Bahkan aku tak memikirkan rasa sakit hati yang ia rasakan. Aku lebih mempedulikan hati orangg lain yang tersakiti, bukan hati seseorang yang menyangi aku. Terlalu cepat aku menilai seseorang yang sudah sangat baik. Terlepas dari bagaimana masa lalunya yang kelam.
"Tuhan sayang sama kamu, bukan aku yang terbaik untuk kamu. Aku percaya dengan ucapanmu, bahwa kamu bisa mendapatkan yang lebih dari Aku. Dan itu adalah kebahagiaan untuk aku. Aku ingin kamu tetap menjadi yang terbaik, untuk dirimu, untuk semua orang yang ada dalam kehidupanmu"
Kisah ini mejadi pelajaran terbaik untuk Aku. Bahwa orang pintar belum tentu benar, tapi, orang benar sudah pasti pintar. Aku belajar dari semua ini. Terutama belajar menjadi lebih dewasa. Karena aku bukan anak kecil yang selalu menjadi anak kecil.
Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mau bergeming dari kesalahan yang telah dilakukan. Semua orang ingin sukses. Siapa pun dia. Dari kalangan apapun dia. Jangan pernah mengabaikan perubahan orang lain, apalagi perubahan orang yang kita sayangi. Selalu berada disampingnya adalah suatu kebahagiaan.
Kini aku paham, bahwa RASA Sayang bukanlah ketenangan, TAPI bagaimana kita dapat MENENANGKAN orang yang kita sayang. Sedangkan CINTA satu kata yang tak terbatas makna, dia bukan minta diperhatikan, TAPI bagaimana kita dapat memberi perhatian.
Ya, terlambat memang untuk mengungkapakn rasa sayang untuk nya. Karena perasaan ini pun terlambat datangnya. Saat aku baru meyakinkan hati ini untuk yakin pada sosoknya, Allah ternyata punya rencana lain. Untuknya dan untukku. Ini pelajaran hidup terindah dan terkenang.
" Hargai perasaan orang yang kamu sayang, jangan pedulikan hati orang lain, yang menjalani kita !! "
"Ya… sambil berpikir.. aku pernah kau caci, tapi cinta ini selalu meaafkan, ntah ini cinta atau kebodohan. Tapi sudah lah.. Inilah yang Allah gariskan untuk kita,"
Aku hanyalah wanita yang jauh dari kesempurnaan. Wallahu a'lam bisshawab. Allah Maha mengetahui yang terbaik, dan kita harus memperbaiki kesalahan ini.
Senandung malam T4334A 22/2/11 @ 23.11

Jumat, 21 Januari 2011

Proposal skripsi

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan bahasa seseorang dapat mengungkapkan apa yang ingin
dikehendakinya. Begitu juga dengan menulis yang merupakan bagian dari
keterampilan berbahasa. Menulis merupakan kegiatan yang sangat mudah,
namun untuk menjadikan tulisan itu bermakna dan sarat dengan pesan
yang ingin disampaikan, hal tersebut tidak semudah yang dibayangkan.
Kesalahan dalam pemilihan kata dapat menimbulkan dampak buruk bagi
setiap orang yang menikmati suatu bacaan. Bukan kesalahan dalam
menulis saja, melainkan pada pemilihan kata saat kita melangsungkan
ragam lisan sehari-hari. Untuk itu, proses pemilihan kata atau diksi
dalam kehidupan bermasyarakat sangat diperlukan.

melalui penelitian ini penulis ingin meneliti tentang pemakaian diksi
oleh teman-teman wartawan yang tergabung dalam tim redaksi
Ecola-Jurnal Depok. Dimana rubrik ini adalah halaman yang pertama
kali menyediakan halaman khusus menampung aspirasi mahasiswa yang
kerap muncul dua minggu sekali. Rubrik ini merupakan wadah bagi para
mahasiswa untuk mengapresiasikan keterampilan menulis, sekaligus
memberitakan situasi dan kondisi dikalangan mahasiwa dalam sekilas
kampus. Penelitian ini dilakukan agar pembaca makalah ini dapat
bertambah wawasan tentang

penggunaan aspek pemilihan kata atau diksi yang terdapat pada rubrik
Ecola harian Jurnal Depok.
Dalam menjalani aktifitas menulis berita, mereka tidak jarang
melakukan kesalahan, meskipun menurut mereka apa yang telah ditulis
mendekati sempurna. Dalam bidang jurnalistik, seorang wartawan harus
mempunyai perbendaharaan kosa kata yang luas agar tidak melakukan
kesalahan pada hasil tulisan.
Penulisan berita laiknya menggunakan bahasa yang sederhana, mudah
dicerna, singkat, juga fokus pada pokok pemberitaan. Padat artinya
penuh dengan informasi yang beragam dan menarik khalayak untuk
membaca. Lugas, agar tidak terjadi kesalahan persepsi pada berita.
Jelas, sesuai fakta yang ada, serta dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Untuk itu pewarta harus paham betul dengan teknik
pemilihan kata yang baik, agar terhindar dari kesalahan penulisan.
Dalam penulisan berita apa yang ditulis harus berdasarkan fakta atas
kejadian atau peristiwa yang terjadi. Boleh juga penulisan berita
ditambah dengan interpretasi, sepanjang itu diperuntukkan bagi
penjelasan fakta.
Ditinjau dari segi fungsi kebahasaan, bahasa difungsikan untuk
penyampai ide juga informasi dari seseorang kepada orang lain. Untuk
itu dalam penyampaiannya, bahasa harus disajikan dalam bentuk yang
baik dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Dilihat aspek psikologis,
kesalahan dalam pemiihan kata (diksi) bisa saja terjadi karena keadaan
seorang penulis. Saat pewarta harus menyelesaikan penulisan berita
sebelum deadline yang telah ditentukan, mereka berpotensi tidak
menggunakan kata-kata baku yang tepat, sehingga kalimat yang tercipta
bermakna ganda, atau bahkan tidak berbobot. Begitu juga dengan tata
bahasa yang digunakan menjadi tidak koheren.
Adapun koherensi kalimat menyangkut kepaduan atau hubungan
timbal-balik diantara unsur-unsur kalimat secara baik dan kompak.
Kesalahan dalam penempatan kata baku dan tidak baku inilah yang
bertendensi merusak koherensi kalimat. Dengan demikian, merusak
kesatuan pikiran di dalamnya. Kesalahan yang lain adalah perangkaian
dua kata yang maknanya tumpang-tindih atau mengandung kontradiksi.
Sebenarnya, kesalahan utama dalam diksi jurnalistik adalah dalam
penggunaan bahasa baku. Kebakuan kata dalam dunia jurnalistik sangat
diperlukan. Walaupun pada kenyataan, segelintir harian berita telah
mencoreng citra media karena pemilihan kata yang tidak pantas. Untuk
itu dalam dunia media cetak diharapakan dapat menggunakan kata baku
dalam penulisan. Selain sebagai media informasi, harian berita juga
sebagai alat pembelajaran bagi pelajar atau mahasiswa dalam belajar
berbahasa.
Oleh karena itu, agar menghasilkan tulisan yang baik, insan pers
khususnya penulis berita dalam melakukan tugasnya harus melewati
beberapa proses penulisan. Tahap pertama yaitu tahap prapenulisan,
kemudian tahap penulisan, setelah itu tahap revisi tulisan. Ketiga
tahap tersebut termasuk proses yang wajib dilalui dalam kegiatan tulis
menulis. Apabila tulisan yang akan diterbitkan tidak melalui proses
pemilihan kata yang tepat, maka akan memicu timbulnya kata-kata yang
tidak efektif
Perbendaharaan kosa kata yang bervariasi pada seseorang, tentu saja
tidak cukup bagi mereka yang bergelut dibidang jurnalistik. Dalam
menulis berita, opini atau feature, seorang pewarta harus mampu
menempatkan kata-kata tersebut dengan tepat dan sesuai dengan fungsi
bahasa itu sendiri. Permasalahan akan terjadi apabila masyarakat yang
tergolong pembaca kritis, ingin kesalahan yang terdapat pada
penulisan artikel atau sebuah berita itu segera direvisi dan
dipertanggungjawabkan pada edisi berikutnya. Akibat dari kesalahan
pemilihan kata akan merugikan banyak pihak, terutama tim redaksi.
Dengan demikian peran ilmu bahasa Indonesia secara disadari atau
tidak, mulai dibutuhkan. Untuk itu penggunaan bahasa Indonesia
khususnya dalam aspek diksi atau pemilihan kata perlu diperhatikan.
Sebagai golongan media masa dan masyarakat yang pintar, kita harus
dapat membaca situasi dan kondisi dengan siapa kita sedang berbicara,
atau siapa target dan sasaran pembaca artikel yang akan kita tuju.
Semua dilakukan agar terjadi sinkronisasi antara penyampai pesan
dengan penerima pesan. Jika para wartawan, editor atau mass media juga
pembaca menganggap pemilihan kata ( diksi) bukanlah hal yang perlu
diperhatikan, hal demikian adalah persepsi yang salah.
Peran seorang editor adalah untuk menilai dan memperbaiki kesalahan
yang dilakukan oleh jurnalis, baik kata-kata abstrak, sinonim,
konotasi atau kata-kata lainya yang biasa digunakan oleh penulis.
Begitu juga dengan kata-kata baku lebih diutamakan dalam membuat
artikel. Kata-kata nonbaku kadang juga bisa dipilih untuk mencari efek
tertentu. Misalnya untuk menghidupkan dialog kutipan langsung,
menyindir dalam pemakaian bahasa seseorang, baik pejabat atau
narasumber lain, menyesuaikan dengan ragam bahasa kalangan tertentu
yang dikenal dengan Jargon.
Tidak menutup kemungkinan bila terdapat Kata-kata tertentu yang
mungkin bersinggungan dengan nilai-nilai kesopanan dan kepercayaan
tertentu. Kata gugur, misalnya, hanya digunakan untuk kalangan
tertentu seperti pahlawan dan prajurit yang mengorbankan nyawa di
medan perang. Kata ganti kamu berbeda nilai sosialnya dengan Anda atau
Saudara. Begitu pula kata bini dan istri. Dengan demikian, ketepatan
dalam memilih kata perlu pula disertai dengan kepekaan yang menyangkut
nilai rasa dan nilai sosial kata. Dalam hal ini kemampuan yang perlu
dimiliki oleh seorang penulis berita dan editor adalah harus
menguasai teknik pemilihan kata ( diksi).
Atas latar belakang seperti diatas, diksi yang merupakan unsur penting
dalam menulis berita, menjadi patokan untuk memilih kata baku dan gaya
bahasa yang tepat pada suatu tulisan atau artikel. Aspek kebakuan kata
ini dapat dikategorikan sebagai tanggung jawab wartawan dalam
penulisan berita.

Dengan demikian peneliti menyusun laporan hasil penelitian dalam
bentuk skripsi dengan judul "Kajian Aspek Diksi Pada Rubrik Ecola
Harian Berita Jurnal Depok"


A. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang penulis teliti antara lain berkaitan dengan :
1. Bagaimana tingkat kesalahan pemakaian kata dalam penulisan berita?
2. Hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel atau
berita berkaitan dengan diksi ?
3. Ragam aspek diksi apa saja yang sering digunakan oleh wartawan
Ecola-Jurnal Depok dalam penulisan berita?

4. Bagaimanakah hasil penyuntingan setelah melewati proses editing
dengan acuan diksi didalamnya?
5. Seberapa banyak manfaat dari mengkaji hasil perbandingan penulisan
berita sebelum diterbitkan dengan hasil tulisan berita yang sudah
melawati proses penyuntingan?

B. Pembatasan Masalah
Penulis telah membatasi hal-hal apa saja yang menjadi pokok objek
penelitian. Adapun pembatasannya sebagai berikut :
1. Pemakaian kata baku dan tidak baku dalam penulisan.
2. Sinkronisasi antara pemilihan kata-kata penulisan berita dengan sikon pembaca
3. Ketepatan memilih kata-kata agar tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.
4. Seberapa efektif proses penggunaan pemilihan kata (diksi) dalam
penulisan berita pada wartawan tim Ecola-Jurnal Depok?
Keempat hal tersebut yang dijadikan focus bagi penulis dalam penelitian ini

C. Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini penulis akan menetapkan pembatasan masalah
berdasarkan pada latar belakang masalah dan identifikasi masalah agar
dalam pelaksanaan penelitian dapat mencapai tujuan dengan baik, maka
penulis merumuskan masalahnya adalah "Penting tidaknya proses
pemilihan kata pada rubric Ecola-Jurnal Depok "

D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dirancang dengan tujuan agar penulis dapat mendeteksi
kesalahan pemilihan kata ( diksi) dalam penulisan berita pada rubric
Ecola-Jurnal Depok.

E. Kegunaan Penelitian
Agar tulisan dapat dinikmati khalayak tanpa adanya kesalahan dalam
pemberitaan. Dengan begitu penelitian ini pun bisa dijadikan acuan
bagi para wartawan mahasiswa supaya dapat menghasilkan tulisan yang
lebih baik.

F. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Identifikasi Masalah
3. Pembatasan Masalah
4. Perumusan Masalah
5. Tujuan Penelitian
6. Kegunan Penelitian
7. Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS
1. Landasan Teori
2. Penelitian yang Relevan
3. Kerangka Berpikir

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1. Waktu dan Tempat Penelitian
2. Metode Penelitian
3. Populasi dan sampel
4. Instrumen Penelitian
5. Teknik Pencatatan Data
6. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Informasi Penelitian
2. Deskripsi Temuan Penelitian
3. Penafsiran dan Uraian Penelitian

BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Selasa, 04 Januari 2011

Stupid freak Oleh Asri Gushafiana

Jakarta.
Sengatan sinar matahari menusuk kulit seperti biasanya. Mungkin
setara dengan panasnya gurun sahara. Sungguh, terik. Mana ada
orang-orang kaya yang peduli dengan lingkungan. Mereka layaknya kaum
autis. " Uang" hanya itu yang menghantui mereka. Parah, mereka bisa
makan makanan jepang HANAMASA tapi aku disini, hanya bisa makan
makanan Indonesia yang HAMPA RASA. Warteg dipinggir terminal, kotor,
jorok, bau pesing…ugh…mau muntah rasanya. Tapi inilah kehidupan.
Pak Louis dan rekan-rekannya. Mereka hanya bisa mengacungkan telunjuk
dan berkata " belikan saya rokok di hypermart, sekarang juga !". "
Baik pak ". Harus memasang wajah sebaik mungkin. Sungguh, aku benci
itu. Jelas-jelas di depan kantor ada warung kopi, mengapa mereka
seakan alergi tingkat akut pada warung-warung pinggir jalan?. Padahal
kita pun nggak tau, uang yang didapat mereka hasil kerja halal atau
hasil kerja ilegal.
Keluar masuk senaknya. Mengendarai mobil penuh keegoisan dan
keangkuhan. Tidak mau mengalah demi keselamatan sesama. " Hei…! Dimana
kalian letakan hati kalian wahai pecundang ! hanya bisa memerintah,
dan menindas kaum – kaum yang melas.
"Tuhan !"
Keadaan seperti itu yang kerap kali aku lihat dan aku rasakan. Miskin sungguh.
***
Matahari telah lelah menyinari dunia, Aktivitas mulai sedikit
berhenti. Dan kini berganti awan gelap di terangi rembulan dan
bintang. Angin temani aku, saat aku memandangi langit-langit kamar.
Sepertinya ia mengajakku bangkit, menembus alam bawah sadarku, ya,
tubuhku dan ia mengankat aku terbang tinggi di angkasa.
"Woow…menakjubkan" aku ingin terus berada di atas dan mengontrol
kehidupan di dunia. Seperti Tuhan di Atas sana.
"Hffff"
" Hanya inikah kerjaan Mu Tuhan...?"
" apa kau tak melihat aku ?"
" bekerja keras, minimal untuk hidup ku ! "
"tapi aku? mengapa kau jadikan aku kacung-kacung mereka, yang
jelas-jelas mereka terus engkau beri kenikmatan, Kecantikan,
ketampanan, kekayaan, dan kedudukan…
segalanya mereka punya !!!"
"Apa aku hidup hanya untuk engkau abaikan?
" hamba-Mu yang tak kunjung lepas, tulus meminta keadilan pada-Mu Tuhan…"
" ini aku…! Tengoklah aku dalam rezeki-Mu. Apa engkau tak tahu, aku
selalu berdoa

"Ya Allah, jika rezeki ku masih berada di atas langit, maka
turunkanlah, jika rezeki itu masih berada di dalam bumi, maka
keluarkanlah, jika masih sulit untukku, maka permudahkanlah, jika
harta dan rezeki itu haram maka sucikanlah dan bila rezeki itu jauh,
maka dekatkanlah. Ya Allah, dengar dan kabulkanlah do'a hamba-Mu ini,
AMINN…"
"Tapi apa tuhan yang aku rasakan…? Semua nggak ada yang nikmat...!
percuma aku memohon dan berdoa setiap hari, tapi kau tetap mengabaikan
doaku ! Apa begini menjadi Dzat yang katanya maha pencipta…?"
" Aku lelah harus terus meminta ."
Dalam keputusasaan, bisikan syetan tak jua berhenti. Darah seperti
sudah mendidih. Membuat aku tambah semakin gila. Terlintas Mobil mewah
Honda Jazz berwarna maroon. Didalamnya banyak barang berharga, laptop,
modem, print, semua lengkap dalam mobil itu. Dan suatu saat nanti,
pasti aku miliki, bagaimanapun caranya.
***

Jakarta-UKI.
Seperti biasa, Siang yang cukup membakar kulit ku saat aku menunggu
bus kota berwarna biru telur asin jurusan Depok-UKI.
Tak lama terdengar pria bersyair dengan pandangan yang kosong…

" Uang… kau maha pencipta segalanya,
Uang… kau maha pencipta kebahagiaan ku didunia,
Uang…kau maha pencipta manusia-manusia berpestapora,
Uang… kau Maha pencipta wanita menjadi cantik,
Uang… kau maha pencipta rumah yang besar,
Uang… kau Maha pencipta mobil yang mewah,
Uang… kau telah berhasil menciptakan cinta…"

Sosok pria dekil berbusana safari yang lusuh, tetapi dia tidak buruk
rupa tak pantas bila dikatakan seorang gembel. Dia tampan, hanya saja
sedikit menakutkan. Siapa dia? Akupun tak tahu. Aku ingin mengatakan
dia gila, tapi sepertinya tidak. Dia segar bugar, hanya saja pakaian
membuatnya seperti kaum-kaum marjinal. "Kata-katanya membuat aku
terperangah. Semua yang ia lontarkan benar…! "
" Uang… kau Maha pencipta.
Karena hidupku di dominasi dengan uang,
uang dan uang…
aku takkan bisa hidup tanpa uang…
Uang…kau pencipta segalanya…
segalanya yang membuat aku bahagia di dunia..."
lantunya lantang dan tak berdosa.

" Dasar, bodoh, aneh ! ya, dia itu Stupid Freak, tapi semua ucapannya benar".
Api dalam jiwaku semakin bergejolak. Seperti ada dendam yang belum
terealisasikan. "apa yang si stupid freak itu katakan benar, seperti
halnya aku yang suatu saat nanti akan menghabiskan harta bos-bos yang
ada di dalam ruangan itu, bukan hanya hartanya, tapi nyawanya…" seraya
tersenyum getir memandang sinis kantor tempatnya bekerja.

Tapi tak lama Stupid freak meringis…
" Tapi…kenapa tuhan,
Engkau tidak seperti uang,
yang bisa cepat memberikan aku apa yang ingin aku miliki"

' iya juga ya, kenapa uang tidak menjadi Tuhan saja agar semua
manusia sejahtera? ' gumam ku dalam hati

Tapi…Tuhan…
Uang pencipta kemarahan,
Uang pencipta perselisihan,
Uang pencipta kehinaan,
Uang dapat membuat lupa diri,
Uang pencipta kekerasan,
Uang pencipta keegoisan,
Uang pencipta kesombongan,
Uang…uang…dan uang…
Kau memang Maha pencipta segalanya.

Kembali tercengang dan tersadar.
" Astagfirullah, yang dikatakan stupid freak itupun benar. Tidak
selamanya dengan uang akan mendapat kebahagiaan".

" hahahhahahaha…aku orang kaya, aku orang ganteng, aku punya mobil,
aku punya cewek, aku bebas…hahahahahahahaha.."
Dan Stupid freak pun terus berlalu dan bernyanyi tak jelas… aku rasa
dia benar-benar gila, tapi biarlah aku panggil dia Stupid freak"

Stupid freak membuat aku sadar. Untung aku tidak sampai deperesi
seperti dia. "alhamdulillah, ternyata uang bukan skala prioritas utama
dalam hidup. Mungkin doaku tempo hari lalu bukanlah doa yang tulus,
melainkan doa yang penuh emosi dan nafsu dunia. Aku harus terus
berjuang mencari ridho sang kuasa. Uang, kau memang pencipta
segalanya. Tapi tetap saja, kau, uang yang tak kekal.

termimakasih stupid freak..


Mei 2009

BAYANGAN MEMATIKAN

Aku tidak bisa seperti ini terus. Aku ingin semua berjalan lebih
indah. Tapi ini tidak mungkin. Kini dia bersama yang lain. Semua
harapan dan penantian kandas begitu saja. Apa arti sebuah janji yang
tidak bisa ditepatinya? Semua dusta.
Ana hanya dapat tersenyum dalam sembilu.
1 pesan diterima. Wanita berumur 20 tahun pun membuka pesan dari
telepon genggamnya.
An, coba liat facebook Nemmowwi Sartika! , "
Dari :
085678787899
Maliah husna

'ada apa sama Nemmowwiie' gumam Ana.
Tanpa membalas, segera aktifkan modem dan jelajahi dunia lain. Seperti
biasa mengikuti prosedur jejaring facebook. Search Nemmowwi Sartika (
Dewi Sartika ).
PRANG…JEDUGH…BRRRRRR…
Entah kenyataan apa ini. Air mata terus berurai tanpa napas. Emosi
menyelimuti hati yang panas. Sambil mengernyitkan dahi terpaku seperti
patung. Dalam hitungan detik, "Tuhan, sejukkan hati ini," ujar Ana
sambil, memejamkan mata dan menengadah ke langit-langit kamar.
Status hubungan
Nemmowwi Sartika berpacaran dengan Ibor Rakzir

Seperti di halau ombak dan angin laut. Seperti tersambar petir, hangus
dan terkoyak porak-poranda. Entah diumpamakan seperti apalagi. Hanya
dapat terdiam dalam jeda yang cukup panjang. Menghela napas panjang
sedikit linglung.
" Ini kenyataan Ana, bukan imaginasi negatip yang selalu kamu rangkai.
Sekarang ini terjadi. Ini nyata An," gumamnya sendiri.
Mengahabiskan waktu dengan berdiam diri. Mulai terasa amat kosong,
sendiri ditemani rasa kesia-sian. Cinta itu terlihat dari perubahan,
begitu juga bosan. Semua tiba-tiba berubah setelah semakin hari mereka
kerap bertemu. Dan rasa bosan pada Aku wanita yang dulu pernah di
cinta tumbuh karena komunikasi yang tak terbina.
***
Ana tak ingin menahan segala kepedihan. Dalam kegamangannya dia
kobarkan semangat kecintaan. Dia ingin mengabadikan kisah nelangsa
cintanya. " Ini suatu kepuasan batin," ujarnya dalam hati.
Lalu mulai merangkai kata perlahan.
"Mereka lebih sering mengabiskan waktu bersama saat jam perkuliahan.
Sedang aku..?? setiap komunikasi pun hanya sebatas pertanyaan
basa-basi. Aku hanya dianggap saat dia butuh, ya, saat dia butuh
bantuan untuk mengurusinya. Seperti selir yang melayani raja saja.
Sekarang dia cinta lokasi, aku sempat menyadari itu? Tapi selalu aku
tepis perasaan buruk pada Ibor dulu.
Harusnya aku juga meaning, saat dia curhat bawa dia sanggup menyakiti
Ulfa, teman wanitanya yang dulu pernah dia incar dan sampai akhirnya
perasaan itu berbalik pada Ulfa. Saat Ulfa mulai membuka hatinya untuk
Ibor, dia ajak Ninna kekasihnya yang baru untuk menemui permintaan
ulfa wanita yang dulu sempat dikagumnya. Harusnya dia datang sendiri,
tapi dia justru datang bersama Ninna. Aku dulu seakan paham perasaan
kecewa Ulfa pada Ibor. Dan kini Aku benar-benar merasakannya.
Bodoh !
Dan aku merasakan kekecewaan yang mendalam. Ternyata hipotesisku
tentang mereka lewat firasat buruk berwujud nyata. Adilkah Tuhan..??
dia selalu mendapatkan yang dia inginkan..!! dia berhasil membuat
hidupku tak bermakna. Aku harus berjalan diatas bongkahan bara yang
panas, aku akan coba mendinginkan hatiku, agar bara api ini redup
dengan sendrinya.
Teringat saat dia berjuang mendapatkan hati ku, dia tak kenal lelah
untuk selalu berada didekat walau kami jauh. Jarak bukan pengahalang.
Namun kini hati itu tidak bisa dipaksakan. Cintanya bisa memilih.
Memilih dan menyakiti aku perlahan. Semoga dia bahagia. The End
Tak sadarkan diri dalam waktu yang panjang. Ana mungkin telah menjadi
bayangan. Saat dia terbangun dari koma berbulan-bulan akhirnya sadar.
Dengan wajah yang semakin sayu. Badannya habis hanya untuk
membayangkan seorang pria yang akan tetap terpatri dihatinya. Tak ada
lafal yang jelas saat berbicara. Yang ada air mata selalu mengalir
perlahan. Anna kini dibayangi oleh bayangan yang selalu
membayanginya. Bayangan kebahagiaan Ibor dan Dewi Sartika (Nemmowwi
Sartika ) ternyata menjadi bayangan kematian untuk Ana.
Tinggal separuh napas yang tersisa menyebut nama-Nya.
Laa Illaha Illallahu, Muhammadan Rosulullah… terlihat kefashihhan dari
mata dan air mata yang terpancar. Anna tersenyum. Senyum pertama yang
ia berikan untuk sang bunda setelah berbulan-bulan seperti mayat
hidup.
Seperti ada yang ingin disampaikan.
" Tuhan, ja..jadd dhii..kan, laah, cin..cinta innih, ci..nn..taah,
yy..yaan..ngh muliah, disisi-Mmmuuh, Semo..gaah..diaah,
ba..hhaa,giyah, Iborh, te..laah, sammmah, Dew..Dewih, Sar,ti..kah ,"
ujarnya.
Anna kembali tersenyum. Kemudian meyebut Asma-Nya.
"Asstagfirullahaladzim.. Allahu Akbar.., " diucapkan dengan lantang.
Semua pun tersenyum bahagia. Anna mengucapkan tanpa beban, sesekali
disentuk jari sang bunda dan tersenyum dalam gerakkan yang lambat.
Diciumnya semua anggota keluarga dengan penuh bahagia.
" aku sembuh mah, aku akan kembali untuk kalian," ujarnya sedkit berat.
Semua tersenyum haru. Derai air mata tak kunjung berhenti. Anna
menatap jauh keatas atap dan tersenyum menyambut sebuah bayangan.
" Aku ikhlas," seraya tersenyum sambil mengisyaratkan mata yang
berkedip, lalu terpejam pulas. Pulas untuk Selma-lamanya.
Bayangan kematian yang ternyata sangat dekat.

Depok, 23 Oktober 2010
00.00

Maafkan Aku Kasih

Pernah aku merasakan cinta
Tapi tak sebegitu besar…
tak
Seperti cinta yang ada dihatiku untuk mu,.,
Walau aku sering tersayat sembilu perih
karena acap kali ucapan yang terucap dari bibirmu dan sikapmu menyakitkan hati
Namun apalah daya,.,
aku ibarat burung yang tidak mempunyai keberanian untuk terbang
melintasi bumi,.,
Aku merasa takut akan ketinggian,.,
sehingga enggan melintas di atas awan.
Tapi mengapa.,.
Waktu tak pernah mengerti perasaan ku,.,
Sehingga dia terus berlaju,.
tanpa tahu betapa rasaku ingin kembali
menuju kebahagiaan masa lalu yang begitu indah dan penuh cinta.
Namun..,
yang tersisa kini hanyalah serpihan
manis di masa lalu
ya…
Tawa canda,.,yang tercipta karena cinta.
Kebersamaan, yang selalu menghapusakan kegundahan hati
Dan begitu banyak perjuangan atas cinta kita,.,
agar kebahagiaan itu bukan sekedar mimpi
meskipun harus melalui aral dan kerikil-kerikil tajam
Sehingga terdapat haru dan bahagia mewarnai perjalanan kita,.,
Itu yang membuat aku selalu kuat dan tetap bertahan berada di sisimu
Bagaimanapun dirimu,..aku tulus menyayangimu ..
aku dapat mencintai kekurangan yang kau miliki,.,
Agar aku dapat membuatnya terlihat sempurna
Tapi.,. aku pun mulai menyadari, bahwa dirimu tidaklah bisa memberikan
cinta yang tulus untuk ku,.,
Mungkin tak seperti dulu..
Cinta… Apa kamu bisa mencintai aku seperti aku yang tulus mencintaimu
Maafkan aku bila aku tidaklah seperti yang kau ingin kan


14 februari 2009, 23:46
Atira_lovely

Ritme Kehidupan

Dengan asa
Kuberdiri diatas pondasi diri sendiri
Membuka kembali cakrawala
Ditemani nasyid penyejuk hati

Kucoba mencari makna dalam kesendirian
Untuk keluar dari segenap permasalahan
Kumpulkan energi positif dalam segala hal
Tuk lalui kehidupan yang terjal

Mulai enyahkan segala kenangan keangkuhan
Yang pernah ku hirup bersama aroma kebebasan,
Kebebasan yang tak ada batasan

Rasakanlah !!!

Hidup penuh pesta pora
Hidup penuh gelimang harta
Lalu hidup terbuang
Kini terseok hidup menggelandang

Hidup ini penuh metafora kawan…

Ber-angan raih kemenangan
Yang tinggal khayalan bahagia penuh tawa
Ber-angan tepis kegagalan
Yang tinggal kebencian di jiwa

Ya…itulah ritme kehidupan


memory 2008

Surat untuk mutiara

Dalam iringinkan langkah
Kuharap seseorang hadir menyentuh lembut hatiku,
Membawakan kesucian cinta…

Dalam detak jantung
ada cemas tuk menggapai sang mutiara cinta
yang kian merambah dalam sanubari

Tapi tuhan.,.

Mengapa engkau slalu memberi rasa cinta kepadaku
Sedang orang yang ku cinta
Tak bisa mencintaiku
Mungkin ini takdir Mu
Agar aku matang
Jalani hidup
Diatas kegamangan

Mungkin lewat goresan tinta malam tadi

syair 28 februari '07

tercipta

Semoga sepucuk surat untuk mutiara telah sampai…
berharap
Sang mutiara bisa mengerti maksud hati
Karena disetiap hembus nafas ku ada namamu

cHerboNd

28 02 07

* ini luapan perasaan Dia yang saya modifikasi dengan bahasa seperti ini

Syair 28 februari 2007

Rasa Cinta

Rasa cinta…
Yang kini ada pada ku
Tak mudah untuk aku meraihnya
Mungkin kah ada cinta yang bisa
Tulus menyayangi dan mencintai diriku

Ku berharap suatu saat nanti
kau bisa menjadi kekasih ku
kan ku jaga dirimu
dalam setiap hembus nafasku

Sungguh ku mencintaimu
Kau sangat berarti untuk ku
Maafkan aku yang
Selalu mencintai mu

Ku yakin bahwa aku
bisa menjadi kekasih mu
karena ku tahu
kau juga mencintai ku

from Robi Rizkar

Cherbon, 2007
Eches Ramona