Selasa, 04 Januari 2011

Stupid freak Oleh Asri Gushafiana

Jakarta.
Sengatan sinar matahari menusuk kulit seperti biasanya. Mungkin
setara dengan panasnya gurun sahara. Sungguh, terik. Mana ada
orang-orang kaya yang peduli dengan lingkungan. Mereka layaknya kaum
autis. " Uang" hanya itu yang menghantui mereka. Parah, mereka bisa
makan makanan jepang HANAMASA tapi aku disini, hanya bisa makan
makanan Indonesia yang HAMPA RASA. Warteg dipinggir terminal, kotor,
jorok, bau pesing…ugh…mau muntah rasanya. Tapi inilah kehidupan.
Pak Louis dan rekan-rekannya. Mereka hanya bisa mengacungkan telunjuk
dan berkata " belikan saya rokok di hypermart, sekarang juga !". "
Baik pak ". Harus memasang wajah sebaik mungkin. Sungguh, aku benci
itu. Jelas-jelas di depan kantor ada warung kopi, mengapa mereka
seakan alergi tingkat akut pada warung-warung pinggir jalan?. Padahal
kita pun nggak tau, uang yang didapat mereka hasil kerja halal atau
hasil kerja ilegal.
Keluar masuk senaknya. Mengendarai mobil penuh keegoisan dan
keangkuhan. Tidak mau mengalah demi keselamatan sesama. " Hei…! Dimana
kalian letakan hati kalian wahai pecundang ! hanya bisa memerintah,
dan menindas kaum – kaum yang melas.
"Tuhan !"
Keadaan seperti itu yang kerap kali aku lihat dan aku rasakan. Miskin sungguh.
***
Matahari telah lelah menyinari dunia, Aktivitas mulai sedikit
berhenti. Dan kini berganti awan gelap di terangi rembulan dan
bintang. Angin temani aku, saat aku memandangi langit-langit kamar.
Sepertinya ia mengajakku bangkit, menembus alam bawah sadarku, ya,
tubuhku dan ia mengankat aku terbang tinggi di angkasa.
"Woow…menakjubkan" aku ingin terus berada di atas dan mengontrol
kehidupan di dunia. Seperti Tuhan di Atas sana.
"Hffff"
" Hanya inikah kerjaan Mu Tuhan...?"
" apa kau tak melihat aku ?"
" bekerja keras, minimal untuk hidup ku ! "
"tapi aku? mengapa kau jadikan aku kacung-kacung mereka, yang
jelas-jelas mereka terus engkau beri kenikmatan, Kecantikan,
ketampanan, kekayaan, dan kedudukan…
segalanya mereka punya !!!"
"Apa aku hidup hanya untuk engkau abaikan?
" hamba-Mu yang tak kunjung lepas, tulus meminta keadilan pada-Mu Tuhan…"
" ini aku…! Tengoklah aku dalam rezeki-Mu. Apa engkau tak tahu, aku
selalu berdoa

"Ya Allah, jika rezeki ku masih berada di atas langit, maka
turunkanlah, jika rezeki itu masih berada di dalam bumi, maka
keluarkanlah, jika masih sulit untukku, maka permudahkanlah, jika
harta dan rezeki itu haram maka sucikanlah dan bila rezeki itu jauh,
maka dekatkanlah. Ya Allah, dengar dan kabulkanlah do'a hamba-Mu ini,
AMINN…"
"Tapi apa tuhan yang aku rasakan…? Semua nggak ada yang nikmat...!
percuma aku memohon dan berdoa setiap hari, tapi kau tetap mengabaikan
doaku ! Apa begini menjadi Dzat yang katanya maha pencipta…?"
" Aku lelah harus terus meminta ."
Dalam keputusasaan, bisikan syetan tak jua berhenti. Darah seperti
sudah mendidih. Membuat aku tambah semakin gila. Terlintas Mobil mewah
Honda Jazz berwarna maroon. Didalamnya banyak barang berharga, laptop,
modem, print, semua lengkap dalam mobil itu. Dan suatu saat nanti,
pasti aku miliki, bagaimanapun caranya.
***

Jakarta-UKI.
Seperti biasa, Siang yang cukup membakar kulit ku saat aku menunggu
bus kota berwarna biru telur asin jurusan Depok-UKI.
Tak lama terdengar pria bersyair dengan pandangan yang kosong…

" Uang… kau maha pencipta segalanya,
Uang… kau maha pencipta kebahagiaan ku didunia,
Uang…kau maha pencipta manusia-manusia berpestapora,
Uang… kau Maha pencipta wanita menjadi cantik,
Uang… kau maha pencipta rumah yang besar,
Uang… kau Maha pencipta mobil yang mewah,
Uang… kau telah berhasil menciptakan cinta…"

Sosok pria dekil berbusana safari yang lusuh, tetapi dia tidak buruk
rupa tak pantas bila dikatakan seorang gembel. Dia tampan, hanya saja
sedikit menakutkan. Siapa dia? Akupun tak tahu. Aku ingin mengatakan
dia gila, tapi sepertinya tidak. Dia segar bugar, hanya saja pakaian
membuatnya seperti kaum-kaum marjinal. "Kata-katanya membuat aku
terperangah. Semua yang ia lontarkan benar…! "
" Uang… kau Maha pencipta.
Karena hidupku di dominasi dengan uang,
uang dan uang…
aku takkan bisa hidup tanpa uang…
Uang…kau pencipta segalanya…
segalanya yang membuat aku bahagia di dunia..."
lantunya lantang dan tak berdosa.

" Dasar, bodoh, aneh ! ya, dia itu Stupid Freak, tapi semua ucapannya benar".
Api dalam jiwaku semakin bergejolak. Seperti ada dendam yang belum
terealisasikan. "apa yang si stupid freak itu katakan benar, seperti
halnya aku yang suatu saat nanti akan menghabiskan harta bos-bos yang
ada di dalam ruangan itu, bukan hanya hartanya, tapi nyawanya…" seraya
tersenyum getir memandang sinis kantor tempatnya bekerja.

Tapi tak lama Stupid freak meringis…
" Tapi…kenapa tuhan,
Engkau tidak seperti uang,
yang bisa cepat memberikan aku apa yang ingin aku miliki"

' iya juga ya, kenapa uang tidak menjadi Tuhan saja agar semua
manusia sejahtera? ' gumam ku dalam hati

Tapi…Tuhan…
Uang pencipta kemarahan,
Uang pencipta perselisihan,
Uang pencipta kehinaan,
Uang dapat membuat lupa diri,
Uang pencipta kekerasan,
Uang pencipta keegoisan,
Uang pencipta kesombongan,
Uang…uang…dan uang…
Kau memang Maha pencipta segalanya.

Kembali tercengang dan tersadar.
" Astagfirullah, yang dikatakan stupid freak itupun benar. Tidak
selamanya dengan uang akan mendapat kebahagiaan".

" hahahhahahaha…aku orang kaya, aku orang ganteng, aku punya mobil,
aku punya cewek, aku bebas…hahahahahahahaha.."
Dan Stupid freak pun terus berlalu dan bernyanyi tak jelas… aku rasa
dia benar-benar gila, tapi biarlah aku panggil dia Stupid freak"

Stupid freak membuat aku sadar. Untung aku tidak sampai deperesi
seperti dia. "alhamdulillah, ternyata uang bukan skala prioritas utama
dalam hidup. Mungkin doaku tempo hari lalu bukanlah doa yang tulus,
melainkan doa yang penuh emosi dan nafsu dunia. Aku harus terus
berjuang mencari ridho sang kuasa. Uang, kau memang pencipta
segalanya. Tapi tetap saja, kau, uang yang tak kekal.

termimakasih stupid freak..


Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar