indah. Tapi ini tidak mungkin. Kini dia bersama yang lain. Semua
harapan dan penantian kandas begitu saja. Apa arti sebuah janji yang
tidak bisa ditepatinya? Semua dusta.
Ana hanya dapat tersenyum dalam sembilu.
1 pesan diterima. Wanita berumur 20 tahun pun membuka pesan dari
telepon genggamnya.
An, coba liat facebook Nemmowwi Sartika! , "
Dari :
085678787899
Maliah husna
'ada apa sama Nemmowwiie' gumam Ana.
Tanpa membalas, segera aktifkan modem dan jelajahi dunia lain. Seperti
biasa mengikuti prosedur jejaring facebook. Search Nemmowwi Sartika (
Dewi Sartika ).
PRANG…JEDUGH…BRRRRRR…
Entah kenyataan apa ini. Air mata terus berurai tanpa napas. Emosi
menyelimuti hati yang panas. Sambil mengernyitkan dahi terpaku seperti
patung. Dalam hitungan detik, "Tuhan, sejukkan hati ini," ujar Ana
sambil, memejamkan mata dan menengadah ke langit-langit kamar.
Status hubungan
Nemmowwi Sartika berpacaran dengan Ibor Rakzir
Seperti di halau ombak dan angin laut. Seperti tersambar petir, hangus
dan terkoyak porak-poranda. Entah diumpamakan seperti apalagi. Hanya
dapat terdiam dalam jeda yang cukup panjang. Menghela napas panjang
sedikit linglung.
" Ini kenyataan Ana, bukan imaginasi negatip yang selalu kamu rangkai.
Sekarang ini terjadi. Ini nyata An," gumamnya sendiri.
Mengahabiskan waktu dengan berdiam diri. Mulai terasa amat kosong,
sendiri ditemani rasa kesia-sian. Cinta itu terlihat dari perubahan,
begitu juga bosan. Semua tiba-tiba berubah setelah semakin hari mereka
kerap bertemu. Dan rasa bosan pada Aku wanita yang dulu pernah di
cinta tumbuh karena komunikasi yang tak terbina.
***
Ana tak ingin menahan segala kepedihan. Dalam kegamangannya dia
kobarkan semangat kecintaan. Dia ingin mengabadikan kisah nelangsa
cintanya. " Ini suatu kepuasan batin," ujarnya dalam hati.
Lalu mulai merangkai kata perlahan.
"Mereka lebih sering mengabiskan waktu bersama saat jam perkuliahan.
Sedang aku..?? setiap komunikasi pun hanya sebatas pertanyaan
basa-basi. Aku hanya dianggap saat dia butuh, ya, saat dia butuh
bantuan untuk mengurusinya. Seperti selir yang melayani raja saja.
Sekarang dia cinta lokasi, aku sempat menyadari itu? Tapi selalu aku
tepis perasaan buruk pada Ibor dulu.
Harusnya aku juga meaning, saat dia curhat bawa dia sanggup menyakiti
Ulfa, teman wanitanya yang dulu pernah dia incar dan sampai akhirnya
perasaan itu berbalik pada Ulfa. Saat Ulfa mulai membuka hatinya untuk
Ibor, dia ajak Ninna kekasihnya yang baru untuk menemui permintaan
ulfa wanita yang dulu sempat dikagumnya. Harusnya dia datang sendiri,
tapi dia justru datang bersama Ninna. Aku dulu seakan paham perasaan
kecewa Ulfa pada Ibor. Dan kini Aku benar-benar merasakannya.
Bodoh !
Dan aku merasakan kekecewaan yang mendalam. Ternyata hipotesisku
tentang mereka lewat firasat buruk berwujud nyata. Adilkah Tuhan..??
dia selalu mendapatkan yang dia inginkan..!! dia berhasil membuat
hidupku tak bermakna. Aku harus berjalan diatas bongkahan bara yang
panas, aku akan coba mendinginkan hatiku, agar bara api ini redup
dengan sendrinya.
Teringat saat dia berjuang mendapatkan hati ku, dia tak kenal lelah
untuk selalu berada didekat walau kami jauh. Jarak bukan pengahalang.
Namun kini hati itu tidak bisa dipaksakan. Cintanya bisa memilih.
Memilih dan menyakiti aku perlahan. Semoga dia bahagia. The End
Tak sadarkan diri dalam waktu yang panjang. Ana mungkin telah menjadi
bayangan. Saat dia terbangun dari koma berbulan-bulan akhirnya sadar.
Dengan wajah yang semakin sayu. Badannya habis hanya untuk
membayangkan seorang pria yang akan tetap terpatri dihatinya. Tak ada
lafal yang jelas saat berbicara. Yang ada air mata selalu mengalir
perlahan. Anna kini dibayangi oleh bayangan yang selalu
membayanginya. Bayangan kebahagiaan Ibor dan Dewi Sartika (Nemmowwi
Sartika ) ternyata menjadi bayangan kematian untuk Ana.
Tinggal separuh napas yang tersisa menyebut nama-Nya.
Laa Illaha Illallahu, Muhammadan Rosulullah… terlihat kefashihhan dari
mata dan air mata yang terpancar. Anna tersenyum. Senyum pertama yang
ia berikan untuk sang bunda setelah berbulan-bulan seperti mayat
hidup.
Seperti ada yang ingin disampaikan.
" Tuhan, ja..jadd dhii..kan, laah, cin..cinta innih, ci..nn..taah,
yy..yaan..ngh muliah, disisi-Mmmuuh, Semo..gaah..diaah,
ba..hhaa,giyah, Iborh, te..laah, sammmah, Dew..Dewih, Sar,ti..kah ,"
ujarnya.
Anna kembali tersenyum. Kemudian meyebut Asma-Nya.
"Asstagfirullahaladzim.. Allahu Akbar.., " diucapkan dengan lantang.
Semua pun tersenyum bahagia. Anna mengucapkan tanpa beban, sesekali
disentuk jari sang bunda dan tersenyum dalam gerakkan yang lambat.
Diciumnya semua anggota keluarga dengan penuh bahagia.
" aku sembuh mah, aku akan kembali untuk kalian," ujarnya sedkit berat.
Semua tersenyum haru. Derai air mata tak kunjung berhenti. Anna
menatap jauh keatas atap dan tersenyum menyambut sebuah bayangan.
" Aku ikhlas," seraya tersenyum sambil mengisyaratkan mata yang
berkedip, lalu terpejam pulas. Pulas untuk Selma-lamanya.
Bayangan kematian yang ternyata sangat dekat.
Depok, 23 Oktober 2010
00.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar