Selasa, 08 Januari 2013

SESEMPURNA CINTAKU

Lagu ambon atau lagu timor.. Aku tidak bisa membedakannya. Mungkin, karena aku memang lupa untuk bertanya.
Ada hal yang berbeda saat hari-hari kemarin kita lalui bersama.
Ini bukan cerita roman.. Bukan juga cerita klasik, aku sendiri tidak tahu, cerita seperti apakah ini.
Aku hanya bisa menikmati rasa yang tidak pernah aku harapkan.
Begitu singkat.
Begitu banyak cerita.
Ada kenyamanan, tapi ada kecemburuan.
Aku bisa melepas dan menyakiti hati yang lain, dan egoku berharap hati ini bisa kau miliki seutuhnya.
Tapi Aku salah. Hatimu sudah dimiliki oleh wanita yang baik hati dan menolongmu saat nyawamu hampir melayang.
Entah.. Rasa iba kah itu?? Atau lebih dari itu.
Aku coba mengerti dan memahami akan kemauanmu..
"biarkan mengalir saja, masih ada waktu, siapa tau hati ini bisa berubah"
Bagai dihujam dengan parang, padahal hanya itu kata-kata yang datangnya dari logika seorang pria.
Ingin Aku menamparnya  dan berkata..
"Kau anggap apa Aku ini?? Sampah ??? "

Air mata yang tidak mampu jatuh terus Aku tahan. Namun dia tetap jatuh juga..

"Heii !! Aku wanita...  Aku ingin di Jaga, bukan kau campakkan !! "

"Perlakuanmu membuat aku kehilangan segalanya ! Bahkan kehilangan rasa untuk membalas cinta laki-laki lain yang Aku kenal lebih dulu dari pada Kamu.

Hal itu menghantui aku, setiap Aku terjaga dalam tidur.

Kamu bahkan tidak tau.. !!!
Aku coba bicara yang sesungguhnya..
Tapi kamu tetap menganggap itu hal biasa !

Andai aku bisa mengulang semuaya..
Andai cerita perjalanan sakit dan panas dingin itu tidak ada..
Andaikan kebaikkanmu itu tidak terjadi.. Hal ini juga saya pastikan akan berjalan natural...
Tidak berujung harapan saat terpisah.

Entah apa rencana Tuhan setelah ini..

Aku berharap Tuhan menitipkan rasa benci untuk kamu, walau rasa itu sesungguhnya hanya membuat aku semakin terpuruk.

Aku ingin kita bercanda dalam keadaan hati yang tulus.. Aku ingin bersama dengan keadaan yang bahagia.. Dan Aku ingin terpisah dengan Janji yang siap kau tepati, bukan hanya pergi diiringi hujan..
Tuhan tau aku menderita, karenanya diturunkan hujan agar kamu paham.. Bahwa Sebesar hujan inilah air mataku mengalir dalam hati.

Selamat berpisah untuk waKtu yang tidak bisa Aku harapkan kapan kembali. Berjuang menahan segala ketidaksempurnaan. Walau sebenarnya aku ingin sempurna mencintaimu tanpa diganggu oleh rasa cemburu..
Aku ingin sesempurna cintaku.

Aku tidak akan berharap lebih. Aku hanya ingin kau paham. Ingat aku saat kau buka lembaran birumu..
Karena disitu ada kengan lucu antara kau, aku dan mereka...

Aku merindukan cahaya kasih dari ketidaksempurnaanku.. Biar aku yang membuatmu menjadi sempurna dengan kelebihanku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar