Sering kali pembeli beranggapan bahwa
madu yang asli itu tidak disemuti .
Sebagian besar dari pemahaman
tersebut adalah pemahaman yang datang
hanya dari informasi mulut ke mulut
tanpa adanya upaya pencarian informasi
yang sebenarnya.
Sekali lagi, Pendapat seperti ini adalah
salah, salah dan salah. Kami telah
menguji hampir setiap madu yang bisa
kami uji. baik madu lokal maupun madu
dari luar negeri. dan hasilnya selalu
sama "semut suka dengan madu ". dan
kalau anda suatu saat membeli madu,
lalu madu itu tumpah dan semut tidak
ada yang mendekat ke madu yang
tumpah itu. Hei, jangan senang dulu, bisa
jadi madu tersebut adalah madu palsu
yang mengandung bahan pengawet
berbahaya yang jangankan manusia ,
hewan saja tak akan mau mendekati
madu yang mengandung racun tersebut.
Masih Tidak Percaya Madu Asli Tidak Dirubung
Semut Itu SALAH?
Pada dasarnya semut suka yang manis-
manis termasuk manis pada madu.
Semut hitam kaki panjang suka dengan
beberapa jenis madu. Berbeda dengan
semut gula, yakni semut yang besarnya
cuma separoh dari semut hitam kaki
panjang dan berwarna agak kekuningan,
semut ini menyukai hampir semua jenis
madu. Untuk melihat ada atau tidaknya
semut mengerubungi madu tidak bisa
dijadikan standar untuk mengukur asli
atau tidaknya madu. Bagi yang biasa
mengkonsumsi madu akan mengetahui
bahwa semut tidak menyukai madu
hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa
dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu
merupakan larutan yang terdiri dari
glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam
air, dengan komposisi sekitar 80% gula
dan 20% air.
Pendapat Pakar tentang Madu Asli dan
Semut
Semut merupakan hama bagi lebah
penghasil madu. Seperti di jelaskan
Prof. Dr. D.T.H Sihombing guru besar IPB
(Institut Pertanian Bogor) dibukunya ' Ilmu
Ternak Lebah Madu ', cetakan pertama
Februari 1997, diterbitkan Gadjah Mada
University Press Yogyakarta Hal 173,
antara lain dijelaskan "… menjadikan
sebagai rantai makanan yang mengangkut
madu, telur dan larva …"
Pendapat di atas juga di dukung oleh
RM. Sumo Prastowo, C.D.A dan R. Agus
Suprapto, BA. Dibukunya 'Beternak
Lebah Madu Modern', cetakan ketiga
1993, penerbit Bhratara Jakarta hal.203
yang antara ain di jelaskan "… semut
membuat sarang dalam stup/sangkar
lebah dan numpang makan di situ …"
Bahkan di Sarang Lebah pun Ditemukan
Semut
Tak hanya mengerumuni madu yang ada
di meja makan kita, bahkan sejak di
sarang lebah pun, semut berupaya
mengambilnya. *sumber aslimadu.com
-Asri Gushafiana-" Cinta dan sayang itu sederhana, kita saling memahami bahwa kita ada untuk bersatu, walaupun dengan cara kita yang berbeda" -Wawan Agus Supriyono- "Cinta dan sayang itu sederhana, yang aku harapkan tidak banyak bicara, cukup kita usaha dengan bukti nyata"
Minggu, 08 September 2013
ANTARA MADU ASLI dan SEMUT
Selasa, 03 September 2013
ANTARA MADU ASLI dan SEMUT
Sering kali pembeli beranggapan bahwa
madu yang asli itu tidak disemuti .
Sebagian besar dari pemahaman
tersebut adalah pemahaman yang datang
hanya dari informasi mulut ke mulut
tanpa adanya upaya pencarian informasi
yang sebenarnya.
Sekali lagi, Pendapat seperti ini adalah
salah, salah dan salah. Kami telah
menguji hampir setiap madu yang bisa
kami uji. baik madu lokal maupun madu
dari luar negeri. dan hasilnya selalu
sama "semut suka dengan madu ". dan
kalau anda suatu saat membeli madu,
lalu madu itu tumpah dan semut tidak
ada yang mendekat ke madu yang
tumpah itu. Hei, jangan senang dulu, bisa
jadi madu tersebut adalah madu palsu
yang mengandung bahan pengawet
berbahaya yang jangankan manusia ,
hewan saja tak akan mau mendekati
madu yang mengandung racun tersebut.
Masih Tidak Percaya Madu Asli Tidak Dirubung
Semut Itu SALAH?
Pada dasarnya semut suka yang manis-
manis termasuk manis pada madu.
Semut hitam kaki panjang suka dengan
beberapa jenis madu. Berbeda dengan
semut gula, yakni semut yang besarnya
cuma separoh dari semut hitam kaki
panjang dan berwarna agak kekuningan,
semut ini menyukai hampir semua jenis
madu. Untuk melihat ada atau tidaknya
semut mengerubungi madu tidak bisa
dijadikan standar untuk mengukur asli
atau tidaknya madu. Bagi yang biasa
mengkonsumsi madu akan mengetahui
bahwa semut tidak menyukai madu
hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa
dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu
merupakan larutan yang terdiri dari
glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam
air, dengan komposisi sekitar 80% gula
dan 20% air.
Pendapat Pakar tentang Madu Asli dan
Semut
Semut merupakan hama bagi lebah
penghasil madu. Seperti di jelaskan
Prof. Dr. D.T.H Sihombing guru besar IPB
(Institut Pertanian Bogor) dibukunya ' Ilmu
Ternak Lebah Madu ', cetakan pertama
Februari 1997, diterbitkan Gadjah Mada
University Press Yogyakarta Hal 173,
antara lain dijelaskan "… menjadikan
sebagai rantai makanan yang mengangkut
madu, telur dan larva …"
Pendapat di atas juga di dukung oleh
RM. Sumo Prastowo, C.D.A dan R. Agus
Suprapto, BA. Dibukunya 'Beternak
Lebah Madu Modern', cetakan ketiga
1993, penerbit Bhratara Jakarta hal.203
yang antara ain di jelaskan "… semut
membuat sarang dalam stup/sangkar
lebah dan numpang makan di situ …"
Bahkan di Sarang Lebah pun Ditemukan
Semut
Tak hanya mengerumuni madu yang ada
di meja makan kita, bahkan sejak di
sarang lebah pun, semut berupaya
mengambilnya. *sumber aslimadu.com
ANTARA MADU ASLI dan SEMUT
Sering kali pembeli beranggapan bahwa
madu yang asli itu tidak disemuti .
Sebagian besar dari pemahaman
tersebut adalah pemahaman yang datang
hanya dari informasi mulut ke mulut
tanpa adanya upaya pencarian informasi
yang sebenarnya.
Sekali lagi, Pendapat seperti ini adalah
salah, salah dan salah. Kami telah
menguji hampir setiap madu yang bisa
kami uji. baik madu lokal maupun madu
dari luar negeri. dan hasilnya selalu
sama "semut suka dengan madu ". dan
kalau anda suatu saat membeli madu,
lalu madu itu tumpah dan semut tidak
ada yang mendekat ke madu yang
tumpah itu. Hei, jangan senang dulu, bisa
jadi madu tersebut adalah madu palsu
yang mengandung bahan pengawet
berbahaya yang jangankan manusia ,
hewan saja tak akan mau mendekati
madu yang mengandung racun tersebut.
Masih Tidak Percaya Madu Asli Tidak Dirubung
Semut Itu SALAH?
Pada dasarnya semut suka yang manis-
manis termasuk manis pada madu.
Semut hitam kaki panjang suka dengan
beberapa jenis madu. Berbeda dengan
semut gula, yakni semut yang besarnya
cuma separoh dari semut hitam kaki
panjang dan berwarna agak kekuningan,
semut ini menyukai hampir semua jenis
madu. Untuk melihat ada atau tidaknya
semut mengerubungi madu tidak bisa
dijadikan standar untuk mengukur asli
atau tidaknya madu. Bagi yang biasa
mengkonsumsi madu akan mengetahui
bahwa semut tidak menyukai madu
hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa
dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu
merupakan larutan yang terdiri dari
glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam
air, dengan komposisi sekitar 80% gula
dan 20% air.
Pendapat Pakar tentang Madu Asli dan
Semut
Semut merupakan hama bagi lebah
penghasil madu. Seperti di jelaskan
Prof. Dr. D.T.H Sihombing guru besar IPB
(Institut Pertanian Bogor) dibukunya ' Ilmu
Ternak Lebah Madu ', cetakan pertama
Februari 1997, diterbitkan Gadjah Mada
University Press Yogyakarta Hal 173,
antara lain dijelaskan "… menjadikan
sebagai rantai makanan yang mengangkut
madu, telur dan larva …"
Pendapat di atas juga di dukung oleh
RM. Sumo Prastowo, C.D.A dan R. Agus
Suprapto, BA. Dibukunya 'Beternak
Lebah Madu Modern', cetakan ketiga
1993, penerbit Bhratara Jakarta hal.203
yang antara ain di jelaskan "… semut
membuat sarang dalam stup/sangkar
lebah dan numpang makan di situ …"
Bahkan di Sarang Lebah pun Ditemukan
Semut
Tak hanya mengerumuni madu yang ada
di meja makan kita, bahkan sejak di
sarang lebah pun, semut berupaya
mengambilnya. *sumber aslimadu.com
Kamis, 11 Juli 2013
MUHASABAH RAMADHAN - Spontan-
apalah arti sebuah pangkat bila tidak bisa menjaga lisan dan tidak bisa bertanggung bertanggung jawab.
apalah arti predikat sarjana bila tidak mencerminkan orang yang berpendidikan dalam berbicara.
apalah arti panggilan ustadz bila tidak bisa istiqomah di jalan Yang ia gembar gemborkan...
Apalah arti seorang ibu, bila tidak pernah melihat dengan hati setiap perkembangan anaknya..
Apalah makna seorang istri, bila tidak bisa melayani suaminya dengan lisan yang santun..
seberapa bangganya kah Mnjadi seorang anak yang senantiasa mengirimkan materi yang banyak untuk keluarga, tapi tidak pernah bisa dipeluk dan dirangkul oleh keluarganya.
seberapa bangganya orang tua dengan anaknya yang sukses tapi tidak berakhlak baik?
hebatkah pria bila tidak pernah bisa menghargai wanita.
muliakah wanita bila tidak bisa menjaga dirinya dan menjaga lisanya?
Seberapa soleh laki2 yang menjual kebijaksaannya untuk nama baik?
seberapa bangganya wanita dikatakan muslimah, sedangkan tidak sepenuhnya melindungi dirinya?
Seberapa hebatnya laki-laki dewasa, namun pendendam?
bermuhasabah diri
SEBERAPA NISTANYA AKU SEBAGAI HAMBANYA YANG BELUM SEMPURNA IMAN DAN ISLAM KU...
semoga Engkau jadikan ramadhan ini ramadhan terbaik untuk ku Ya Rabb..
Allahumma innaka 'afuwun kariimun, tuchiibbul 'afwa fa'fu ana ya kariim...
NTT, Camplong
11 Juli 2013
Selasa, 25 Juni 2013
"Pilar-Pilar"
Bongkahan kata terpendam dan
membangkai tanpa aroma menyengat...
tanpa bulir harapan.. tanpa makna
mendalam untuk rindu yang tak dapat
terucap.
sinis memandang alam yang tak juga
merangkul bahagia.
Terkoyak bagai jiwa yang semaput.
Singgah di udara yang tak pandai di
pandang dua bola mata..
hidup tidak ber-asa
pola demi pola mengalir tak berujung
untuk membendung harapan manis dari
mereka pilar-pilar cinta...
mekanisne yang tidak lagi menegaskan
bagaimana merajut dua hati agar tetap
bersatu dalam ikatan batin semata
karena Allah..
Prioritas diabaikan dan dibiarkan
membeku dan belum juga mencair..
bagai pemilik pemilik Sebidang tanah
sengketa yang tak bisa bersatu...
terdiam...
terhunus...
kembali pada satu masa Qaish dan Laila
mengumbar syair cinta yang tak pernah
padam hingga akhir masa... Pada satu
titik terang-Nya itu. menyadarkan kita
kembali mengajak rindu untuk saling
memeluk tak akan berpisah...
Di Antara Pilar Pilar Cinta- Nya Kita
Terbentuk..
NTT
Camplong, 25 - Juni - 2013
kosan Nalon Soengkono
Meratap namun tak ada guna.
Jauh dari harapan itu adalah gelombang kehidupan. Di sini, begitu alam menyapa. Mengajak bangun dari ratapan tak berarti.Setapak Aku lewati.
Lumpur dan bebatuan terus ku telusuri.
Gunung dan perbukitan aku daki sekuat aku mendaki.
Mengejar impian yang tidak pernah habisnya. Selalu baru, selalu berubah. Aku ingin menghempas impian menjadi nyata..Jauh di Timor Indonesia..
Aku melakukan pengasingan...
Menjauh dari segala hal yang membuat aku tak biasa. Jauh dari zona nyaman aku harus tetap bertahan.Perasaan di tiap hari dan waktu semakin nyata terasa...
Kini aku mulai jatuh cinta dengan alam di pulau timor.Kesederhanaan, Keramahtamahan, ketahanmalangan, aku belajar dari mereka. Mereka anak-anak Indonesia yang membuatku rindu.. Rindu menjadi yang terbaik, rindu menjadi yang terindah untuk mereka. Aku mulai kerasan hidup di sini..
Di sini aku bisa memulai hidup baru ku tanpa bayangan siapapun di masa lalu..
Aku takut terjatuh bila kembali menginjakkan kaki di daerah asalku.. Karena setiap sudut kota dan sudut rumahku, ada kenangan bersamanya..
Tuhan tau bagaimana aku mencintainya, dan membiarkan Aku lelah mencintainya. Sehingga aku menyerah untuk bahagiaku dan bahagianya.
Setidaknya Aku tahu waktu berhentinya pengaharapanku.
Setidaknya Aku tau di batas waktu mana aku harus memulai hari baruku.Ini adalah suratan indah untuk hari ku juga hari nya.
Saat aku terperosok, ada mereka malaikat kecil yang menghiburku dengan nyanyian mereka yang sudah ku ungggah di media youtube.
Aku bangkit karena aku mencintai diriku. Mencintai mereka yang mencintaiku..
Mencintai setiap berkah yang Allah berikan di waktu yang tak terduga..Cerita kamu juga dia dipertemukan oleh Allah mungkin melalui Aku...
Selamat menempuh hidup baru...Kamu adalah sepenggal sejarah,
Tak akan pernah ada cerita bila kita dulu tak pernah menyatu, dan kini terpisah sudah.Aku akan Belajar ikhlas dari semua hal yang menyakitkan.
Aku dilahirkan untuk masa depanku dan pengabdianku..
Timor, 21 - 06 - 2013
Minggu, 23 Juni 2013
Bikin Cowo Ilfeel yuk..
wanita sering menyakiti demi coba
meminta perhatian.. #dampaknya cowo
cape ngadepin kita
Wanita itu kadang egois, ingin selalu
dipertahankan... #dampaknya cowok
jengah sama kita
Wanita itu Kadang munafik, kalau sudah
ditinggal seakan dilukai
hatinya..#dampaknya cowo bilang "makannya lo
jangan belagu, cewe di dunia ini buka
lo doank.."
Wanita itu dapat menciptakan rasa
nyaman, tapi dia bisa berubah jd
posesif, saat pasangannya mulai
berubah jadi tak terbuka. #Dampaknya
cowo cuma bilang"bisa ga sih menyikapi
semua hal secara dewasa?"
wanita sering berpikiran buruk, padahal
belum tentu kenyataannya seburuk
yang ia pikirkan.. # dampaknya cowo
bakal ngomong sugesti lo jadi
kenyataan!
Wanita menjengkelkan saat dia bersikap
terlalu manja... # dampaknya cowo
bakal risih tiap kali ketemu.
wanita juga ngeselin kalau dia terlalu
mandiri. #dampaknya "ya udah gue
percaya lo bisa hidup meskipun gue ga
ada di samping lo".
Wanita ada yang mampu menyakiti dirinya sendiri saat ia merasa gagal
mempertahankan hubunganya. #
dampaknya bikin cowo tambah enek..
Bodoh banget sih jd cewe, makanya
jgn dahulukan perasaan dari logika, jd gue kan yg
disalahin orang2.. *tambah ilfeel
Wanita itu membosankan, bila selalu
menelpon tiap waktu... # dampaknya
handphone sering dimatikan karena
ganggu aktivitass.
Wanita itu menjijikan saat kebiasaan
ngorek upil depan lelakii. # kalo ngupil
depan gue sih ga apa2, klo depan keluarga
gue ?* cowo mikir 2
wanita itu songong kalau sering ngatain
cowonya itu bego.. # dampaknya klo
jadi istri dia ga bisa hormat sama suami..
jadi kalau ada yang mau putusin
pacarnya ga bisa2 jadilah cewe yg bisa
ngasih dampak negatif buat cowo..
#jangan di coba kalo ga kepepet...
made in #Achie inong nyang Geumaseh#galau#in#the kos#Camplong#NTT#23-06-2013
Jumat, 21 Juni 2013
" SEPENGGAL GORESAN HATI UNTUK MANTAN PACAR"
Meratap namun tak ada guna.
Jauh dari harapan itu adalah gelombang kehidupan. Di sini, begitu alam menyapa. Mengajak bangun dari ratapan tak berarti.
Setapak Aku lewati.
Lumpur dan bebatuan terus kutelusuri.
Gunung dan perbukitan aku daki sekuat aku mendaki.
Mengejar impian yang tidak pernah habisnya. Selalu baru, selalu berubah. Aku ingin menghempas impian menjadi nyata..
Jauh di Timor Indonesia..
Aku melakukan pengasingan...
Menjauh dari segala hal yang membuat aku tak biasa. Jauh dari zona nyaman aku harus tetap bertahan.
Perasaan di tiap hari dan waktu semakin nyata terasa...
Kini aku mulai jatuh cinta dengan alam di pulau timor.
Kesederhanaan, Keramahtamahan, ketahanmalangan, aku belajar dari mereka. Mereka anak-anak Indonesia yang membuatku rindu.. Rindu menjadi yang terbaik, rindu menjadi yang terindah untuk mereka. Aku mulai kerasan hidup di sini..
Di sini aku bisa memulai hidup baru ku tanpa bayangan siapapun di masa lalu..
Aku takut terjatuh bila kembali menginjakkan kaki di daerah asalku.. Karena setiap sudut kota dan sudut rumahku, ada kenangan bersamanya..
Tuhan tau bagaimana aku mencintainya, dan membiarkan Aku lelah mencintainya. Sehingga aku menyerah untuk bahagiaku dan bahagianya.
Setidaknya Aku tahu waktu berhentinya pengaharapanku.
Setidaknya Aku tau di batas waktu mana aku harus memulai hari baruku.
Ini adalah suratan indah untuk hariku juga harinya.
Saat aku terperosok, ada mereka malaikat kecil yang menghiburku dengan nyanyian mereka yang sudah ku ungggah di media youtube.
Aku bangkit karena aku mencintai diriku. Mencintai mereka yang mencintaiku..
Mencintai setiap berkah yang Allah berikan di waktu yang tak terduga..
Cerita kamu juga dia dipertemukan oleh Allah mungkin melalui Aku...
Selamat menempuh hidup baru...
Kamu adalah sepenggal sejarah,
Tak akan pernah ada cerita bila kita dulu tak pernah menyatu, dan kini terpisah sudah.
Aku akan Belajar ikhlas dari semua hal yang menyakitkan.
Aku dilahirkan untuk masa depanku dan pengabdianku..
Timor, 21 - 06 - 2013
Kamis, 10 Januari 2013
Doa dari seberang
Awan pagi ini menutupi sinar mentari...
Dinginnya menusuk hingga ketulang rusuk...
Aku sudah siap menyongsong hari ini..
Diawali dengn Sembah sujud berdoa dengan khusyuk..
Tuhaan..
Ramahkan-lah alam Mu
mudahkan-lah perjuangannya..
Ingatkan-lah dia akan kebesaran Mu..
Agar dia selalu ikhlas menjalani pengabdiannya..
Dibelahan bumi manakah matahari itu tidak malu menunjukkan hangatnya...??
Sampaikanlah ia di tempat kami...
Agar mrk yang menginginkanya tidak mengeluh... :)
Untuk mu matahari pagi..
Hangatkanlah dunia dengan kekuatan Mu...
Camplong, 10/01/2013
Selasa, 08 Januari 2013
SESEMPURNA CINTAKU
Lagu ambon atau lagu timor.. Aku tidak bisa membedakannya. Mungkin, karena aku memang lupa untuk bertanya.
Ada hal yang berbeda saat hari-hari kemarin kita lalui bersama.
Ini bukan cerita roman.. Bukan juga cerita klasik, aku sendiri tidak tahu, cerita seperti apakah ini.
Aku hanya bisa menikmati rasa yang tidak pernah aku harapkan.
Begitu singkat.
Begitu banyak cerita.
Ada kenyamanan, tapi ada kecemburuan.
Aku bisa melepas dan menyakiti hati yang lain, dan egoku berharap hati ini bisa kau miliki seutuhnya.
Tapi Aku salah. Hatimu sudah dimiliki oleh wanita yang baik hati dan menolongmu saat nyawamu hampir melayang.
Entah.. Rasa iba kah itu?? Atau lebih dari itu.
Aku coba mengerti dan memahami akan kemauanmu..
"biarkan mengalir saja, masih ada waktu, siapa tau hati ini bisa berubah"
Bagai dihujam dengan parang, padahal hanya itu kata-kata yang datangnya dari logika seorang pria.
Ingin Aku menamparnya dan berkata..
"Kau anggap apa Aku ini?? Sampah ??? "
Air mata yang tidak mampu jatuh terus Aku tahan. Namun dia tetap jatuh juga..
"Heii !! Aku wanita... Aku ingin di Jaga, bukan kau campakkan !! "
"Perlakuanmu membuat aku kehilangan segalanya ! Bahkan kehilangan rasa untuk membalas cinta laki-laki lain yang Aku kenal lebih dulu dari pada Kamu.
Hal itu menghantui aku, setiap Aku terjaga dalam tidur.
Kamu bahkan tidak tau.. !!!
Aku coba bicara yang sesungguhnya..
Tapi kamu tetap menganggap itu hal biasa !
Andai aku bisa mengulang semuaya..
Andai cerita perjalanan sakit dan panas dingin itu tidak ada..
Andaikan kebaikkanmu itu tidak terjadi.. Hal ini juga saya pastikan akan berjalan natural...
Tidak berujung harapan saat terpisah.
Entah apa rencana Tuhan setelah ini..
Aku berharap Tuhan menitipkan rasa benci untuk kamu, walau rasa itu sesungguhnya hanya membuat aku semakin terpuruk.
Aku ingin kita bercanda dalam keadaan hati yang tulus.. Aku ingin bersama dengan keadaan yang bahagia.. Dan Aku ingin terpisah dengan Janji yang siap kau tepati, bukan hanya pergi diiringi hujan..
Tuhan tau aku menderita, karenanya diturunkan hujan agar kamu paham.. Bahwa Sebesar hujan inilah air mataku mengalir dalam hati.
Selamat berpisah untuk waKtu yang tidak bisa Aku harapkan kapan kembali. Berjuang menahan segala ketidaksempurnaan. Walau sebenarnya aku ingin sempurna mencintaimu tanpa diganggu oleh rasa cemburu..
Aku ingin sesempurna cintaku.
Aku tidak akan berharap lebih. Aku hanya ingin kau paham. Ingat aku saat kau buka lembaran birumu..
Karena disitu ada kengan lucu antara kau, aku dan mereka...
Aku merindukan cahaya kasih dari ketidaksempurnaanku.. Biar aku yang membuatmu menjadi sempurna dengan kelebihanku..
Senin, 07 Januari 2013
@Laut Sawu Jumat, 29 Desember 2012 di atas kapal ferry menuju Ende
Keadaan ini tidak pernah aku inginkan sebelumnya.
Mengapa Tuhan..
Ini semua harus terjadi.??
Aku tidak dapat menerka isi hatinya..
Ingin aku meneriakinyaa... Mencacinya.. Ingin marah.. Tapi Aku tidak bisa..
Ini pertama dan aku tidak pernah tau.. Apa dirinya yang terakhir..
Dan bagaimana perasaannya yang ada disebrang kota.. ??
Aku tidak ingin membuatnya sakit Lagi dan lagi.
Hatinya terlalu tulus untuk aku khianati.
tapi aku pun tidak mengerti perasaan ini..
dia yg sekarang mengisi hari ku.. memiliki hati siapa???
tapi semua sudah ku jalani dalam waktu singkat.. aku ingin berontaaak.. tapi bagaimnaa Tuhaaaan...?
Jaga Aku ya Rabb..
MAHASISWA
"Achie Gushafiana" <asri.gushafiana@gmail.com> menulis:
Kini mempertanyakan, dimana hati nurani dan pikiran saya selaku peserta didik, selaku mahasiswa yang sudah layak dikatakan Dewasa? Mengapa kita mampu bersikap demikian pada Dosen dan guru? Atau kepada orang yang berjasa dan penting dalam hidup teruma Mamah dan Papah (ighfirlana ya Robb).
Berulang kali dosen-dosen mengatakan, jangan hanya usia yang dewasa, tapi sikap dan sifatpun harus dewasa ! Tapi kenyataannya?? Tidak jarang mahasiswa, pelajar dan calon mahasiswa yang pernah mengabaikan, bahkan menyepelekan keberadaan seorang pendidik baik itu seorang guru, dosen, atau guru besar sekalipun.
Ya, Saya tidak mau menunjuk siapapun, karena di artikel ini Saya sedang bermuhasabah diri J, tentunya tulisan ini teruntuk SAYA pribadi hheee..
Pernah nggak kalian merasakan hal-hal ini, diantaranya..
Saat dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh, kita malah diskusi sendiri dengan tema yang berseberangan dengan Mata kuliah atau pelajaran sekolah, Misal tentang acara selesai kuliah mu nonton dimana, karokean dimana, mau makan siang di daerah mana? Dan lucunya rasa itu muncul tanpa sungkan (maklum masih pengen senang-senang). Sampai-sampai hanya karena pelajaran itu susah dan dosen ngajarnya nggak jelas diotak kita, bikin kita malas mendengarkan. Toh nggak nangkep materinya juga (alasan yang tidak seharusnya dilontarkan).
Nah, lain lagi pengalaman Saya jauh sebelum kuliah. Apa pernah kalian membuat guru sangat kesal? Kalu Saya akan menjawab pernah.. Saat itu, bukan saya saja pelakunya.. tapi Kami Semua hheee..
Kami bikin nangis guru yang pada saat itu baru beberapa bulan mengajar. Badan guru kami sangat mungil dan cantik ( guru biologi SMAIT Nuurusidiiq ibu Lena, Sebenarnya bukan karena fisik yang imut *kalau pembandingnya saya* hheee..
Saat itu kami seolah benar-benar mengabaikan keberadaannya, meskipun di akhir pembelajaran? Keadaan yang ricuh membuat sang Guru bersuara lantang dan meninggalkan kelas dengan emosi. Ssstt.. ada tangisan dan amarah dihatinya. Dan nggak lama.. Kami di panggil kepala sekolah saat itu kepala sekolahnya Bapak Didi Masyhudi atau nama samarannya Dimas Tirani J
Hmmm.. tapi Saya rasa bukan hanya saya yang penah melakukan hal nakal itu hheee.. *sambil cari-cari teman yang salah* hhoooo..
Tapi, kalau sekarang, hal ini saya jadikan perenungan diri. Saya mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, dan berkaca pada bidang yang kini sedang saya selami, yakni dunia yang dulu sangat-sangat-sangat Saya BENCI dan TERPAKSA memilih pendidikan karena paksaan ORANG TUA.
Sudut pandang itu lahir saat saya berpikir tentang sosok seorang Dosen. Beliau dengan sekuat-kuatnya niat memberi kuliah. Datang tiap jam kuliah, tepat waktu, bahkan jarang absen. Bisa kah sedikit saja kita hargai itu? Lalu beliau menjelaskan materi dari mulai suaranya yang lantang sampai suaranya mulai melemah.
Atau perjuangan seorang dosen meskipun hanya memberi pengetahuan dengan memerintahkan mahasiswa untuk menulis kembali apa yang ada di proyektor, atau sekedar menonton slide demi slide yang telah jauh-jauh hari di siapkan beliau, dan begitu seterusnya sampai kuliah berakhir. Tidak kah kita bisa mengahargai niat baiknya demi memberikanpengetahuan yang kita sebenarnya butuhkan?? Dan begitu tidak berdayanya beliau hingga TIDAK MAMPU MENEGUR peserta didiknya yang tidak mendengarkan penjelasannya. Coba , Bagaimana rasanya bila Kita berada di posisi beliau? Bagaimana rasanya diabaikan? Tidak didengar, bahkan cenderung di sepelekan??
Saya yakin 100% bukan hanya saya yang pernah bersikap konyol seperti ini, dan Saya yakin, bukan saya juga yang memiliki rasa ingin TOBAT seperti Saya J. Saya Jadi berpikir betapa rendahnya pemikiran saya menilai seorang PEndidik.
Hhhmm.. Patut dipertanyakan keberadan hati nurani di diri ini yang seakan tidak tau balas jasa..
Dan entah sadar atau tidak, kita justru berpikiran negative sama pendidik yang sudah berusaha keras memberikan sebaik-baiknya pengajaran kepada kita. Akhirnya.. ke kampus bukan nya ibadah untuk cari ilmu, malah kadang jadi pemulung dosa huhh..!! (Ighfirlana Ya Robb..)
Ya… sekalipun ada juga sih dosen yang inginnya di hargai dengan "UANG" sampai skripsi TERTUNDA gara-gara nggak sanggup bimbingan karena nggak bisa ngeluarin "UANG" tiap bimbingan, atau sekedar mengeluh tentang dosen yang hobi ngasih tugas dan nggak pernah masuk. "Astagfirullah…" nggak ada niat mengghibah, karena saya sedang bicara fakta yang saya rasakan selama menjadi fans berat Si Kijang Merah, hal ini sering di utarakan oleh para mahasiswa yang lokasi kampusnya berada di sepanjang belahan bumi perangkotan yang di lewati oleh trayek Si kijang merah T 19 jurusan Depok-TMII :D.
*UI, Gundar, BSI, UP, ISIP, TAMA, Unindra, STIKOM dll*
( kalau pakai istilah klasik mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan wacana paragraph di atas "menandakan tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun dia seorang Ustad muupun Dosen dan para pendidik lainnya")
Eeiitt.. tapi kalau ditelisik lebih dekat, Seseorang yang dikatakan MAHASISWA, seharusnya memang lebih banyak menggali keilmuan sendiri. Tidak melulu berharap di berikan materi oleh Dosen dari A sampai Z. Sebenarnya kita mampu kok untuk mencari tau sendiri melalui googling, jangan bilangnya berselancar di dunia maya padahal lagi buka twitter atau jadi pesbukers hhiiii ( pengalaman yang tidak baik). Lebih baik sempatkan waktu untuk komunikasi sama dosen tentang hal yang kita belum pahami, jangan menghubungi dosen karena mau IZIN nggak masuk aja yaaa.. xixixi (lagi-lagi share pengamalan masa lalu yang seharusnya tidak diamalkan). Paling tidak bertanya sama teman yang lebih cemerlang otaknya di banding Kita J. Kalau ingat kata-kata dosen KWU 1 selaku Sang Provokator saat saya wawancarai dulu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini " kita ini tulang punggung negara, jadi, kita jangan jadi pemuda yang mengidap osteoporosis dini " yaaa intinya kita harus jadi pemuda yang cerdas secara pemikiran dan cerdas secara ketakwaan yang merujuk pada nilai-nilai aqidah islamiyah.
Ya, mungkin ada saatnya kita benar-benar nggak mudeng sama penjelasan dosen, sekalipun dosen tersebut sudaah menggunakan alat yang super canggih untuk membuat kita tertarik mengikuti kuliah tersebut. Seburuknya penyampaian seorang pendidik, tidak lantas kita memperlakukan beliau semaunya kita, paling tidak, kita mendengar, siapa tahu ada bagian-bagian yang bisa di simak dan jadi manfaat saat ujian tiba looh J. Belajar menghormati dan menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan. Undzur Maa Qoola WaLaa Tandzur Man Qoola "Lihatlah apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara" sekalipun dia seorang pencuri atau mantan orang jahat sekalipun, kalau omongannya itu mendatangkan manfaat, kita jangn tutup telinga yaa.. siapa tau ada berkah di balik keihklasan kita menerima segala ucapan beliau.
Hayoo.. ramai-ramai merubah sikap menjadi lebih bijaksana. Mulai menghormati orang tua, menghormati keluarga yang lebih tua, jangan lupa juga menghormati orang-orang yang banyak berperan dalam hidup kita. Jangan pernah meluapakan kebaikan semua orang-orang yang pernah memberikan kita ILMU dan Pengetahuan. Doakan Guru kita dan kalau kita menjadi Guru jangan lupa mendoakan Guru Kita agar tali pahala ini terus bersambung ke anak cucu kita J
Untuk teman-teman mahasiswa atau pelajar yang di ajarkan oleh Guru Besar yang berdirinya sudah tidak tegak lagi, rambutnya sudah memutih. Bahkan hampir seluruhnya putih, dan untuk marah saja tidak bisa lagi, apa kita tega untuk bersiakap acuh tak acuh pada Beliau?? Sekalipun dosen kita masih muda dan jarak umurnya tidak terlalu jauh, apa kita pantas menyepelekan apa yang beliau katakan??
Beliau melakukan ini agar kita bisa menjadi orang yang bijak dan beliau pasti berharap besar bahwa anak didiknya kelak bisa menjadi yang lebih baik dan lebih berprestasi dari beliau. Coba bayangkan, dengan tertatih para dosen sepuh menaiki tangga demi tangga, Kewajiban untuk bertahan hidup demi kelangsungan keluarga juga yang menjadi semangat beliau mengajarkan kita dari waktu ke waktu. Karena waktu yang Ia habiskan untuk mengajarkan kita, merupakan pengorbanan beliau untuk Keluarganya yang Ia Cintai.
Pernah sih, saya mendengar dari mulut teman saya sendiri yang sering banget bermasalah sama dosen, parah deh teman saya yang satu itu. bolak balik ribuuut mulu kerjaannya, nggak sama dosen, sama satpam kampus, bahkan konon katanya, sampai berhadapan sama pak rektor.. bahkan yang parahnya, saat esmosi itu, dia cerita sama saya kalo dia bilang "dosen di sini ngajar juga yang bayar dari spp mahasiswa" lumayan terkesan sombong siih, tapi dia begini juga demi keluarganya, nggak jauh bedalah sama apa yang orang tua kita lakukan untuk kita..
untuk itu guys, mulai belajar menghormati pendidik yang kadang terabaikan.. karena pasti para pendidik yang baik akan menyalahkan dirinya sendiri karena beliau beliau merasa tidak bisa mendidik dan menyampaikan ilmunya kepada peserta didikanya, apalagi jika suatu saat nanti mereka melihat murid-murid nya menjadi orang yang susah.
SO, berpikirlah lebih baik untuk bertindak dan bersikap kepada setiap orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kita, khusunya orang tua, keluarga, guru dan para sahabat yang selalu ada dalam susah dan senang :)
yyaaa.. beginilah kata-kata yang mungkin bisa bermanfaat atau juga kata-kata yang jangan di sepelekan hhhoo *maksa*
udah aaaaahh, capee. kata yang baca (yang nulis aja cape, apalagi yang baca?? bisa mabok hurup) hhheeee maaf ya.. jadi ganggu waktu senggangnya untuk membaca ini.. tapi.. terima kasihh bagi yang mau baca ^^
MENCARI ILMU = BERJIHAD DI JALAN ALLAH :)
wallahu'alambissowab
Kamis, 16 Februari 2012
Yang Kadang Terabaikan part II
Kini mempertanyakan, dimana hati nurani dan pikiran saya selaku peserta didik, selaku mahasiswa yang sudah layak dikatakan Dewasa? Mengapa kita mampu bersikap demikian pada Dosen dan guru? Atau kepada orang yang berjasa dan penting dalam hidup teruma Mamah dan Papah (ighfirlana ya Robb).
Berulang kali dosen-dosen mengatakan, jangan hanya usia yang dewasa, tapi sikap dan sifatpun harus dewasa ! Tapi kenyataannya?? Tidak jarang mahasiswa, pelajar dan calon mahasiswa yang pernah mengabaikan, bahkan menyepelekan keberadaan seorang pendidik baik itu seorang guru, dosen, atau guru besar sekalipun.
Ya, Saya tidak mau menunjuk siapapun, karena di artikel ini Saya sedang bermuhasabah diri J, tentunya tulisan ini teruntuk SAYA pribadi hheee..
Pernah nggak kalian merasakan hal-hal ini, diantaranya..
Saat dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh, kita malah diskusi sendiri dengan tema yang berseberangan dengan Mata kuliah atau pelajaran sekolah, Misal tentang acara selesai kuliah mu nonton dimana, karokean dimana, mau makan siang di daerah mana? Dan lucunya rasa itu muncul tanpa sungkan (maklum masih pengen senang-senang). Sampai-sampai hanya karena pelajaran itu susah dan dosen ngajarnya nggak jelas diotak kita, bikin kita malas mendengarkan. Toh nggak nangkep materinya juga (alasan yang tidak seharusnya dilontarkan).
Nah, lain lagi pengalaman Saya jauh sebelum kuliah. Apa pernah kalian membuat guru sangat kesal? Kalu Saya akan menjawab pernah.. Saat itu, bukan saya saja pelakunya.. tapi Kami Semua hheee..
Kami bikin nangis guru yang pada saat itu baru beberapa bulan mengajar. Badan guru kami sangat mungil dan cantik ( guru biologi SMAIT Nuurusidiiq ibu Lena, Sebenarnya bukan karena fisik yang imut *kalau pembandingnya saya* hheee..
Saat itu kami seolah benar-benar mengabaikan keberadaannya, meskipun di akhir pembelajaran? Keadaan yang ricuh membuat sang Guru bersuara lantang dan meninggalkan kelas dengan emosi. Ssstt.. ada tangisan dan amarah dihatinya. Dan nggak lama.. Kami di panggil kepala sekolah saat itu kepala sekolahnya Bapak Didi Masyhudi atau nama samarannya Dimas Tirani J
Hmmm.. tapi Saya rasa bukan hanya saya yang penah melakukan hal nakal itu hheee.. *sambil cari-cari teman yang salah* hhoooo..
Tapi, kalau sekarang, hal ini saya jadikan perenungan diri. Saya mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, dan berkaca pada bidang yang kini sedang saya selami, yakni dunia yang dulu sangat-sangat-sangat Saya BENCI dan TERPAKSA memilih pendidikan karena paksaan ORANG TUA.
Sudut pandang itu lahir saat saya berpikir tentang sosok seorang Dosen. Beliau dengan sekuat-kuatnya niat memberi kuliah. Datang tiap jam kuliah, tepat waktu, bahkan jarang absen. Bisa kah sedikit saja kita hargai itu? Lalu beliau menjelaskan materi dari mulai suaranya yang lantang sampai suaranya mulai melemah.
Atau perjuangan seorang dosen meskipun hanya memberi pengetahuan dengan memerintahkan mahasiswa untuk menulis kembali apa yang ada di proyektor, atau sekedar menonton slide demi slide yang telah jauh-jauh hari di siapkan beliau, dan begitu seterusnya sampai kuliah berakhir. Tidak kah kita bisa mengahargai niat baiknya demi memberikanpengetahuan yang kita sebenarnya butuhkan?? Dan begitu tidak berdayanya beliau hingga TIDAK MAMPU MENEGUR peserta didiknya yang tidak mendengarkan penjelasannya. Coba , Bagaimana rasanya bila Kita berada di posisi beliau? Bagaimana rasanya diabaikan? Tidak didengar, bahkan cenderung di sepelekan??
Saya yakin 100% bukan hanya saya yang pernah bersikap konyol seperti ini, dan Saya yakin, bukan saya juga yang memiliki rasa ingin TOBAT seperti Saya J. Saya Jadi berpikir betapa rendahnya pemikiran saya menilai seorang PEndidik.
Hhhmm.. Patut dipertanyakan keberadan hati nurani di diri ini yang seakan tidak tau balas jasa..
Dan entah sadar atau tidak, kita justru berpikiran negative sama pendidik yang sudah berusaha keras memberikan sebaik-baiknya pengajaran kepada kita. Akhirnya.. ke kampus bukan nya ibadah untuk cari ilmu, malah kadang jadi pemulung dosa huhh..!! (Ighfirlana Ya Robb..)
Ya… sekalipun ada juga sih dosen yang inginnya di hargai dengan "UANG" sampai skripsi TERTUNDA gara-gara nggak sanggup bimbingan karena nggak bisa ngeluarin "UANG" tiap bimbingan, atau sekedar mengeluh tentang dosen yang hobi ngasih tugas dan nggak pernah masuk. "Astagfirullah…" nggak ada niat mengghibah, karena saya sedang bicara fakta yang saya rasakan selama menjadi fans berat Si Kijang Merah, hal ini sering di utarakan oleh para mahasiswa yang lokasi kampusnya berada di sepanjang belahan bumi perangkotan yang di lewati oleh trayek Si kijang merah T 19 jurusan Depok-TMII :D.
*UI, Gundar, BSI, UP, ISIP, TAMA, Unindra, STIKOM dll*
( kalau pakai istilah klasik mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan wacana paragraph di atas "menandakan tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun dia seorang Ustad muupun Dosen dan para pendidik lainnya")
Eeiitt.. tapi kalau ditelisik lebih dekat, Seseorang yang dikatakan MAHASISWA, seharusnya memang lebih banyak menggali keilmuan sendiri. Tidak melulu berharap di berikan materi oleh Dosen dari A sampai Z. Sebenarnya kita mampu kok untuk mencari tau sendiri melalui googling, jangan bilangnya berselancar di dunia maya padahal lagi buka twitter atau jadi pesbukers hhiiii ( pengalaman yang tidak baik). Lebih baik sempatkan waktu untuk komunikasi sama dosen tentang hal yang kita belum pahami, jangan menghubungi dosen karena mau IZIN nggak masuk aja yaaa.. xixixi (lagi-lagi share pengamalan masa lalu yang seharusnya tidak diamalkan). Paling tidak bertanya sama teman yang lebih cemerlang otaknya di banding Kita J. Kalau ingat kata-kata dosen KWU 1 selaku Sang Provokator saat saya wawancarai dulu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini " kita ini tulang punggung negara, jadi, kita jangan jadi pemuda yang mengidap osteoporosis dini " yaaa intinya kita harus jadi pemuda yang cerdas secara pemikiran dan cerdas secara ketakwaan yang merujuk pada nilai-nilai aqidah islamiyah.
Ya, mungkin ada saatnya kita benar-benar nggak mudeng sama penjelasan dosen, sekalipun dosen tersebut sudaah menggunakan alat yang super canggih untuk membuat kita tertarik mengikuti kuliah tersebut. Seburuknya penyampaian seorang pendidik, tidak lantas kita memperlakukan beliau semaunya kita, paling tidak, kita mendengar, siapa tahu ada bagian-bagian yang bisa di simak dan jadi manfaat saat ujian tiba looh J. Belajar menghormati dan menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan. Undzur Maa Qoola WaLaa Tandzur Man Qoola "Lihatlah apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara" sekalipun dia seorang pencuri atau mantan orang jahat sekalipun, kalau omongannya itu mendatangkan manfaat, kita jangn tutup telinga yaa.. siapa tau ada berkah di balik keihklasan kita menerima segala ucapan beliau.
Hayoo.. ramai-ramai merubah sikap menjadi lebih bijaksana. Mulai menghormati orang tua, menghormati keluarga yang lebih tua, jangan lupa juga menghormati orang-orang yang banyak berperan dalam hidup kita. Jangan pernah meluapakan kebaikan semua orang-orang yang pernah memberikan kita ILMU dan Pengetahuan. Doakan Guru kita dan kalau kita menjadi Guru jangan lupa mendoakan Guru Kita agar tali pahala ini terus bersambung ke anak cucu kita J
Untuk teman-teman mahasiswa atau pelajar yang di ajarkan oleh Guru Besar yang berdirinya sudah tidak tegak lagi, rambutnya sudah memutih. Bahkan hampir seluruhnya putih, dan untuk marah saja tidak bisa lagi, apa kita tega untuk bersiakap acuh tak acuh pada Beliau?? Sekalipun dosen kita masih muda dan jarak umurnya tidak terlalu jauh, apa kita pantas menyepelekan apa yang beliau katakan??
Beliau melakukan ini agar kita bisa menjadi orang yang bijak dan beliau pasti berharap besar bahwa anak didiknya kelak bisa menjadi yang lebih baik dan lebih berprestasi dari beliau. Coba bayangkan, dengan tertatih para dosen sepuh menaiki tangga demi tangga, Kewajiban untuk bertahan hidup demi kelangsungan keluarga juga yang menjadi semangat beliau mengajarkan kita dari waktu ke waktu. Karena waktu yang Ia habiskan untuk mengajarkan kita, merupakan pengorbanan beliau untuk Keluarganya yang Ia Cintai.
Pernah sih, saya mendengar dari mulut teman saya sendiri yang sering banget bermasalah sama dosen, parah deh teman saya yang satu itu. bolak balik ribuuut mulu kerjaannya, nggak sama dosen, sama satpam kampus, bahkan konon katanya, sampai berhadapan sama pak rektor.. bahkan yang parahnya, saat esmosi itu, dia cerita sama saya kalo dia bilang "dosen di sini ngajar juga yang bayar dari spp mahasiswa" lumayan terkesan sombong siih, tapi dia begini juga demi keluarganya, nggak jauh bedalah sama apa yang orang tua kita lakukan untuk kita..
untuk itu guys, mulai belajar menghormati pendidik yang kadang terabaikan.. karena pasti para pendidik yang baik akan menyalahkan dirinya sendiri karena beliau beliau merasa tidak bisa mendidik dan menyampaikan ilmunya kepada peserta didikanya, apalagi jika suatu saat nanti mereka melihat murid-murid nya menjadi orang yang susah.
SO, berpikirlah lebih baik untuk bertindak dan bersikap kepada setiap orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kita, khusunya orang tua, keluarga, guru dan para sahabat yang selalu ada dalam susah dan senang :)
yyaaa.. beginilah kata-kata yang mungkin bisa bermanfaat atau juga kata-kata yang jangan di sepelekan hhhoo *maksa*
udah aaaaahh, capee. kata yang baca (yang nulis aja cape, apalagi yang baca?? bisa mabok hurup) hhheeee maaf ya.. jadi ganggu waktu senggangnya untuk membaca ini.. tapi.. terima kasihh bagi yang mau baca ^^
MENCARI ILMU = BERJIHAD DI JALAN ALLAH :)
wallahu'alambissowab
Sabtu, 11 Februari 2012
Yang Kadang Terabaikan Part I
Mungkin ini terlambat, tapi… inilah proses kehidupan yang memerintahkan Aku untuk tidak cepat berputus asa, selalu belajar memetik setiap buah dari kegagalan yang indah dan mengatakan tidak ada yang terlambat selagi mau belajar dan berubah lebih baik J
Aku mau coba share yaaa…
Setelah merasakan bagaimana sikon mendidik, dengan sendirinya akan terbesit jiwa yang tidak mudah putus asa. Ternyata untuk memanusiakan anak manusia, tidak semudah yang dulu Aku bayangkan.
Kata SABAR itu yang paling penting. Seorang pendidik yang baik menurut Aku, adalah beliau yang memiliki banyak Ilmu dan kemudian di bagikan untuk segenap murid-muridnya, dan orang-orang yang bukan tergolong anak didik "resmi" seperti di sekolah atau di kampus, tapi dengan jiwa pendidiknya, dia mampu mempersembahkan pengetahuan dan pendidikan yang terbaik untuk setiap orang yang membutuhkan pengetahuan, baik pendidikan yang bersifat pengetahuan umum atau pengetahuan Diniyah.
Perasaan ini timbul Saat wisuda kemarin sabtu, 28-01-2012. Melihat anggota senat Unindra, subhanallah.. dosen-dosen yang insya Allah penuh berkah sepanjang hidupnya "aamiin".
Dari cara jalan yang tidak segagah dosen muda yang juga menuai banyak prestasi, beliau tetap terlihat berwibawa dalam balutan pakaian kebesaran senat saat itu. Mayoritas rambut yang tidak lagi hitam, senyuman yang kini semakin membuat wajahnya penuh kerutan. Tapi apa pernah kita meresapi perjuangan beliau-beliau di masa lalu?? Sebelum mereka menjadi guru besar seperti sekarang ini?? Apakah semangat belajar beliau-beliau ini ikut berkerut layaknya kerutan usang yang hanya tinggal menunggu waktu??
Saya pikir tidak demikian, Beliau-beliau tak kenal kata lelah untuk belajar, sampai seumur yang sudah dikatakan "udzur", beliau tetap istiqomah dalam dunia pendidikan. Lalu kemudian Saya pun mulai membandingkan,berkaca dan belajar mengintropeksi pada diri saya sendiri 'kalau saja saya harus belajar dan membaca buku setiap hari.. entahlah, seperti apa otak saya? Kalau membayangkan buku tebal dan tipis tapi bahasanya rumit dipahami, sepertinya akan terasa benar-benar penat'
Tapi, AYO.. lihatlah beliau… Pandangi beliau dengan penuh rasa cinta..
Beliau se-tua itu tetap mendirikan kesabaran dalam sanubarinya. Mereka (guru besar) tetap sabar untuk terus belajar, tetap sabar untuk menyampaikan pengetahuan yang mereka miliki. Bahkan beliau masih sanggup bersabar melihat sikap dan tingkah mahasiswa mereka atau murid mereka.
Subhanallah... Mereka itu layak dikatakan sosok yang luar biasa. Beliau layaknya seorang Ayah atau Ibu di tempat kita menuntut Ilmu. Kalau ingat masa-masa sekolah dan kuliah kini hanya meninggalkan rasa menyesal. Hal ini tidak hanya di pikirkan oleh Saya, tapi terbesit juga di benak D'Beys (sahabat saya) yang dulu memiliki sindrom semangat kuliah berkobar saat memasuki awal semester baru, kebelakangnya, kembali melempem J
Astagfirullah..Seolah baru tersadar dari pingsan yang berkepanjangan.
***
Selasa, 06 Desember 2011
JANGAN BIARKAN AKU MEMILIH
Semua rasa ini terus aku pendam entah sampai kapan. Rasa ini sepertinya terlalu dalam. Ini semua aku rasakan karena air mata ini masih saja sanggup menangisimu. Aku terlalu tulus mencintaimu, hingga aku harus merasakan sakit seperti ini. Setahun, dua tahun, semua rasa sakit menahan rindu akan hadirmu tidak dapat aku ungkapkan, hal itu hanya dapat Aku rasakan, dan rasa itu hanya aku yang mengerti.
Banyak hati mereka yang sakit karena ulahku yang tidak jelas memberikan kepastian setiap rasa. Ini semua karena dihatiku telah penuh rasaku untuk mu.
Kamu mungkin sudah mengubur semua yang pernah ada antara kau dan aku. Tapi aku tidak. Karena semua yang pernah aku lakukan bersamamu adalah yang pertama. Kamu memang bukan kekasih pertama yang aku miliki, tapi aku merasakan, bahwa kamu adalah satu-satunya cinta yang aku punya di dunia ini. Aku lumpuh tanpa cintamu, sehingga aku tidak dapat mencintai lelaki manapun.
Bahkan mereka menudingku sebagai seorang wanita penyuka sesama jenis. Separah itu kah aku? Ya, Tidak ! Aku sendiri tidak mengerti rasa yang ada dihati dan jiwa ini. Apakah aku benar-benar mati rasa pada setiap lelaki..?
Musnah nya cinta yang Aku miliki untukmu, sepertinya memusnahkan semua rasa yang aku miiki untuk sosok pria.
Dan apa kau tahu Saat kamu dapat tersenyum lepas dengan hatimu yang lain, Apa Kau tau..? Aku terpuruk dalam kepedihan menahan segala rasa kecewa yang begitu besar dari segala hal yang telah kamu lakukan atas diri aku. Namun sepertinya, semua rasa yang pernah tulus kamu berikan untuk aku, sudah benar-benar hilang tanpa sisa.
Maafkan aku yang tidak bisa memberikanmu rasa nyaman saat kau berada dekat aku, maaf aku tidak bisa selalu ada saat kau rapuh, maafkan aku yang pernah bodoh memberanikan diri menunggu saat kamu sakit, benci bila aku selalu memberikan yang kau mau dari Aku, Maafkan aku yang tidak dapat menghambakan hidupku untuk kamu sepenuhnya. Tapi seharusnya kau dapat melihat rasa ketulusanku dengan hatimu yang dulu, hati yang dulu pun menyanyangi Aku tanpa keluh-kesah, hati yang dapat menerima kekuranganku apa adanya, hati yang meyakinkan aku walau jarak membentang hati yang saling mencinta tetap bersatu.
Aku hanya ingin kamu merasakan kebahagiaan yang dulu sempat hilang dari hidupmu. Semua sudah aku coba agar kau bangkit dari segala keterpurukan, tapi tetap.. bukan aku pemilik hatimu yang sebenar-benarnya. Meskipun demikian, dihati ini, kamu yang pertama, kau mengajarkan aku agar bisa menjadi wanita yang kuat, ya.. kuat melihat kebahagaiaan kamu dengan dia. Kamu menjadikan aku wanita yang selalu berharap, ya… selalu berharap cinta itu kembali utuh kau berikan untuk aku..
Ya tuhan, kenapa aku begitu bodoh mencintai dia.. mencintai seseorng yang tidak memiliki cinta lagi untuk aku, Harusnya saat dia benar-benar pergi dari kehidupan ku, cintanya pun ikut pergi dan berlalu bersama angin dan waktu, tapi mengapa sampai saat ini rasa itu tidak kabur meski hanya sekelebat.
Mengapa Kau harus menjadikan aku pengemis ketulusan?
Aku belajar untuk terus bertahan dalam rasa ini, meski sakit, tapi aku enggan beranjak dari rasa yang ada, sekalipun sejenak.
Tuhan, Aku terlalu mencintai dia sepenuh hati, tapi Karena cinta yang begitu ini, aku merasa tidak dapat mencintai lagi dengan segenap ketulusan.
Mengapa cinta harus mengalahkan akal dan pikiran?
Mengapa kebhagiaan hanya datang di awal?
Mengapa cinta penuh kebohongan?
Mengapa cinta penuh tanda tanya?
Mengapa cinta penuh kemunafikkan?
Mengapa cinta datang dan menghilang dalam waktu yang tak diharapkan?
Mengapa cinta merusak sendi-sendi keimanan?
Ini kah teguran Mu untuk-ku Tuhaan?
Agar aku tidak menduakan-Mu dengan cinta yang lain dan dengan cinta semu yang diselimuti nafsu tak pasti ???
Jangan biarkan aku memilih sendiri ya Allah… Pinta aku dan semua wanita, pilihkan yang terbaik dari hamba Adam Mu untuk Aku juga mereka, agar kami terhindar dari tempat penyiksaan orang-orang terkutuk.
Aaaamiiin..
21 Okt 2010
Jumat, 26 Agustus 2011
BAIT-BAIT MONOLOG KEBENCIAN #bagian 1#
| Beningnya ketulusan kau semburkan kotoran janji yang tak usai kau tepati Dalam dzikir emas ku sebut nama mu, dalam syahdunya malam, Kau ukir namamu untuk Aku, namun dalam kebahagiaanmu, kau lumuri Aku dengan darah dari tubuh ku Sebongkah hati yang tak terbeli, hanya diiliki oleh sang pujaan hati Asa dan harapan terpatri dalam diri kami Tapi aliran darah ini kian tak kunjung berhenti Melihat kepedihan saat cinta sudah terbagi Kasidah kejujuran membuat bumi hujan, hujan kenangan, hujan kebahagiaan namun genderang menyambang dengan deru pertanda perang Depok, 26-08-2011 |
Jumat, 29 Juli 2011
Akan Segera Terbit Buku Kumpulan Pusi dan Cerpen karya Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI
karya Asri Gushafiana
"Kehidupuan ini begitu misterius. Aku sempat mengalami satu keadaan
yang semua terlihat putih, entah Aku dimana, Aku pun tidak tahu, Aku
hanya mendengar suara anak perempuan yang tak berhenti memanggilku.
Dan kini pemilik suara itu sudah menjalani jalan yang pernah hampir
Aku lalui . Tuhan lebih tahu yang terbaik, Aku masih diberikan waktu
untuk terus menjaga buah hatiku. Karena Tuhan tahu, Aku lebih kuat
menjalani hidup ini di banding kedua putriku, ya, inilah sktesa
perpisahan untuk Hilwa. Semoga Engaku tenang di Istana Tuhan," ujar
Ummah penuh sesak di akhir pengajian.
***
karya Fitria Nur Cahyani Mahasiswa UNINDRA Semester VIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia.
OASE DIHATI IBU
Sejak dulu aku menunggu...
menunggu sebuah oase dihatimu..
menunggu sebuah kasih yang mungkin terlampau mahal untuk kau beri..
menunggu sejumput keikhlasan cinta bagi diriku sendiri
Di depan tanah merah hari itu, ia berada pada pembaringannya, pada
jasad yang telah bersemayam dalam dasar bumi. Pada kerinduan kasih
yang tak terlampiaskan sama sekali. Ia anakku. Anak pertamaku. Anak
yang tak sempat ku sayangi. Karena kesalahanku sendiri, melihat
wajahnya, mengingatkanku pada para pemerkosa yang biadab itu, yang
membuatku membencinya. Ia memang tidak salah, ia tidak pernah meminta
untuk dilahirkan ke dunia. Tapi aku telah menyia-nyiakannya. Maafkan
aku anakku. Sesungguhnya aku sangat menyayangimu.
***
Cuplikan Cerpen PERSEMBAHAN UNTUK MAMAH
karya Arsina Pasaribu Mahasiswa UNINDRA Semester VIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia.
Seketika kepala ku pusing, pandangan ku berputar-putar dan aku tak
mengetahui kejadian apa yang selanjutnya telah terjadi.
Saat ku terbangun, matahari sudah muncul ke permukaan. Aku berada di
sebuah kamar dan aku baru tersadar bahwa di sebelah aku adalah Anjas.
Aku menjerit sekeras-kerasnya…..
"Tenang Vidi, aku akan bertanggungjawab. Kamu tidak perlu takut. Aku
mencintai kamu Vidi." Anjas mencoba meyakinkan ku.
"Tapi kalau aku hamil bagaimana ??? Aku harus berkata apa pada ayah
dan Mama ???" Aku semakin cemas mengingat Mama memiliki penyakit
jantung.
"Aku yang akan bicara pada kedua orang tua mu. Vidi, percayalah…."
Anjas terus saja meyakinkan ku hingga aku luluh juga dengan
kata-katanya.
Sudah sebulan lebih sejak kejadian malam itu, aku dan Anjas semakin
dekat. Kami sering melakukan hubungan yang tak layak, hingga akhirnya
aku telat datang bulan. Aku hamil.
Kamis, 28 April 2011
untuk setiap hati yang kosong..
tidak ada yang paham apa yang ada di relung hatii nya yang terdalam
Wahai Sang Maha Pencipta...
bilakah dia berada dalam kekosongan, sadarkan ia untuk mengingat MU
jangan biarkan dia berjalan pada jalur yang berduri panas..
Jagalah tatapannya untuk khusyu tertunduk pada setiap waktu-Mu tanpa tunda.
Hanya Engkaulah kekasih hatinya yang Hak..
Mungkin sakitnya ini karena semata Engkau mencintainya, lebih dari cinta siapapun.
Tuhan Sang Pemilik Keagungan Alam..
hadiahkan kebahgiaan untuk nya..
Ya Allah..
Engkau maha pendengar segala pinta tanpa batasan..
jangan biarkan dia berada dalam kekosongan yang tak terbatas.
sirami air syurgamu untuk membasuh segala keangukah dan kealfaannya kepada Mu..
* ighfirlana YA Robb...Aamiin..*
Senin, 28 Maret 2011
Fight..
Ini sebagai pembelajaran dalam hidup. kadang aku tidak dapat meredam kemarahan, bahkan kecemburuan yang menyebabkan kesalahpahaman. itulah wanita, terkadang ingin di mengerti, namun jarang ingin mengerti. Mungkin tidak semuanya, tapi mayoritas.
Wanita kadang terpuruk oleh situasi yang dibuatnya sendiri. Dengan perkiraan yang meleset dari pemikiran sebelumnya, yang berbuntut buah simalakama. Terlalu loyal pada sang kekasih, yang berdampak tidak baik bagi si wanita yang mencintai terlalu tulus. Istri yang kerap bertahan dalam belenggu suami yang beku hati.Disinilah makna, bila kita mencintai seseorang, sekedarnya saja, dan bila membenci juga sekedarnya saja. Karena terlalu mencintai, membuat wanita bisa rapuh dan lemah.
Tapi wanita jangan menjadi makhluk yang lemah, meskipun memang inilah takdir bagi setiap wanita. Coba kita lihat. Berapa banyak wanita yang bisa fight survive, meski dia sendiri. berapa banyak para istri yang berperan ganda, bukankah ini suatu tanda bahwa wanita itu bisa tetap mempertahankan hidupnya walau dalam kesendirian.
kekuatan bagi wanita yang belum menikah adalah keluarga dan sahabat-sahabat terdekat. kekuatan bagi yang sudah menikah adalah keluarga, terutama anak-anak. Kebahagiaan bagi wanita yang belum menikah adalah keberadaan orang-orang terdekat yang membuatnya nyaman dan tetap tersenyum, pekerjaan yang layak, waktu hangout yang mencukupi. Kebahagiaan bagi wanita yang telah menikah adalah, kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, juga perhatian bagi sang istri.
So, bagi para wanita..tetap fight survive menjalani hidup ya...
Karena mu
Dulu,
Senyumku semata untuk membahagiakanmu
Dan kini,
Senyum itu kaku, karena kebahagiaan itu telah kau hancurkan
Apa kau mengerti, air mata ku terurai karena mu?
Dulu , kau yang mengusap setiap tetesan emosi
Namun kini…
Dia menetes karena berat membencimu
Tapi,
Rasanya hati ini
ingin terus mencintaimu
dan ku belajar tuk patrikan diri ini dengan berkata
aku tak boleh rapuh..!
Sedih, terlintas
Saat kau membutuhkan semangat, aku pun hidup dalam kehidupan mu
Aku menanti setia untuk selalu menunggu kehadiranmu
Aku relakan jiwa ku terbang untuk menjumpaimu pada tiap harinya
Walau dalam gelap malam yang tercipta hanya sebatas do'a
Dari seberang kota
Berharap angin menyampaikan pada tuhan
Agar kau kembali menemaniku
Bersama kita merajut indahnya kehidupan
Dalam hidup yang nyata, bukan sekedar imipian yang tak berujung..
Dan ternyata
itupun bukan impian lagi
Tuhan mendengar pinta kita,
Kau bangkit dan mewujudkan semua angan kita bersama
Namun tidak !!
Tak pernah terbayangkan
Ini berjalan tak lama
Hanya sesaat dan terus menghilang
Dan menghilang ..
Kini…
aku harus tetap bertahan, bertahan dalam kehampaan
Karena mu
Asri Gushafiana
Fiy 26 April 2009
Rabu, 23 Februari 2011
SESAAT dari LELAKI TERBAIK
Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan setiap orang punya hak mau memaafkan atau tidak. Terkadang, suatu hal yang kita lakukan, bisa saja mendapat nilai baik menurut kita, tapi ternyata, orang lain menganggap itu suatu kesalahan dan kebodohan, bahkan dapat menimbulkan kemarahan. Kita hanya bisa terdiam karena pemahaman yang berbeda.
Dengan cinta, kita bisa memahami perasaan pasangan kita. Namun bila ia tidak mau mendengar penjelasan dan bahkan cenderung acuh tak acuh dengan semua tindakan kita. Mungkin ini saatnya kita menyadari, bahwa yang benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain. Terimalah semua yang sudah terjadi. Dan kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Yang patut lo ingat " Tidak selamanya semua bajingan akan terus menjadi bajingan. Harapan dan kebahagiaan dimasa depan akan terus menjadi buruan. Karena Aku ingin mempunyai hidup yang cerah. Gue bisa mendapatkan yang lebih dari Lo,"
Aku berseru "Amiiin.. aku percaya,"
*Isi hati yang terdalam *
'Hanya Allah yang tau perasaan wanita yang dilanda kerapuhan hati itu. Cinta menguatkan hatinya untuk tegar. Dan tetap berharap dan berdoa agar Allah memberikan kebahagiaan teruntuk lelaki yang telah meyakinkan aku bahwa cinta dan ketulusan itu masih ada untuk aku, juga untuk dia'
Walau hanya sesaat, dia yang terbaik.
Aku mungkin tidak paham arti sayangnya, dan arti ketulusnya. Ya, ini menjadi kesalahan besar yang telah aku lakukan. Bahkan aku tak memikirkan rasa sakit hati yang ia rasakan. Aku lebih mempedulikan hati orangg lain yang tersakiti, bukan hati seseorang yang menyangi aku. Terlalu cepat aku menilai seseorang yang sudah sangat baik. Terlepas dari bagaimana masa lalunya yang kelam.
"Tuhan sayang sama kamu, bukan aku yang terbaik untuk kamu. Aku percaya dengan ucapanmu, bahwa kamu bisa mendapatkan yang lebih dari Aku. Dan itu adalah kebahagiaan untuk aku. Aku ingin kamu tetap menjadi yang terbaik, untuk dirimu, untuk semua orang yang ada dalam kehidupanmu"
Kisah ini mejadi pelajaran terbaik untuk Aku. Bahwa orang pintar belum tentu benar, tapi, orang benar sudah pasti pintar. Aku belajar dari semua ini. Terutama belajar menjadi lebih dewasa. Karena aku bukan anak kecil yang selalu menjadi anak kecil.
Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mau bergeming dari kesalahan yang telah dilakukan. Semua orang ingin sukses. Siapa pun dia. Dari kalangan apapun dia. Jangan pernah mengabaikan perubahan orang lain, apalagi perubahan orang yang kita sayangi. Selalu berada disampingnya adalah suatu kebahagiaan.
Kini aku paham, bahwa RASA Sayang bukanlah ketenangan, TAPI bagaimana kita dapat MENENANGKAN orang yang kita sayang. Sedangkan CINTA satu kata yang tak terbatas makna, dia bukan minta diperhatikan, TAPI bagaimana kita dapat memberi perhatian.
Ya, terlambat memang untuk mengungkapakn rasa sayang untuk nya. Karena perasaan ini pun terlambat datangnya. Saat aku baru meyakinkan hati ini untuk yakin pada sosoknya, Allah ternyata punya rencana lain. Untuknya dan untukku. Ini pelajaran hidup terindah dan terkenang.
" Hargai perasaan orang yang kamu sayang, jangan pedulikan hati orang lain, yang menjalani kita !! "
"Ya… sambil berpikir.. aku pernah kau caci, tapi cinta ini selalu meaafkan, ntah ini cinta atau kebodohan. Tapi sudah lah.. Inilah yang Allah gariskan untuk kita,"
Aku hanyalah wanita yang jauh dari kesempurnaan. Wallahu a'lam bisshawab. Allah Maha mengetahui yang terbaik, dan kita harus memperbaiki kesalahan ini.
Senandung malam T4334A 22/2/11 @ 23.11
