firasat itu tak terbaca....
hanya coba mencari kabar, tapi semua nomor tdk ada yg bisa dihubungi... dan aku berhenti mencari tau..
malam kemarin sakit perut yg tak terkira, hanya mamah yg mengusapkan minyak gosok dan bertanya... knpa sakit begini, kenapa bisa begini, sakit yg luar biasa...
siang dini hari, kabar duka membuatku diam terperangah.. percaya tidak percaya... kabar duka itu membuatku semakin merasa kecil, Allah maha segala Nya.
Allah sangat menyayangi mu dhe... "Diah Ayu Zain"
saat kau tumbuh menjadi sosok remaja metropolitan, lalu perlahan hijrah ke jalan Allah yg lebih baik, dan kau menutup kehidupan ini dengan keislaman mu ya kaffah..
aku selalu ada dalam proses hijrahmu... kaka akui, kaka terlambat untuk melihatmu yg kini memantapkan hati untuk bercadar. Apapun keteguhan Mu, tujuan kita sama. Ridho Allah..
kamu tetap wanita kecil yg pernah aku miliki. dulu, kemarin, dan selamanya..
Untuk mu mujahidah ku...
surga menanti mu berasama bayi mu...
Allah lebih mencintaimu dhe..
Allahummaghfirlaha wa'afiha wa'fu'anha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar