Minggu, 19 Januari 2014

Renungkan kisah ini! Masih Mau Free Sex ?

Abu Umamah bercerita, bahwa Nabi
saw. pernah di datangi seorang pemuda,
lantas berkata, "Ya Rasulullah, ijinkan
saya melakukan zina. "
Mendengar perkataan demikian para
sahabat berang dan memarahinya sambil
memaki-maki karena dianggap tak
sopan. "Cukup! bawalah pemuda itu
mendekat padaku," Nabi saw. melerai.
Kemudian dia dibawa mendekat kepada
beliau lantas duduk. "Wahai pemuda, "
sapa Nabi saw, lemah lembut,
"Apakakah kamu suka kalau perbuatan
zina itu dilakukan (orang lain) terhadap
ibumu??"
"Tidak , ya Rasulullah. Demi Allah yang
menjadikan aku sebagai tebusan anda,
saya tidak ingin terjadi, "jawabnya.
"Begitu juga kebanyakan manusia, tidak
menyukai atau menginginkan perbuatan
zina itu dilakukan terhadap ibu mereka,
"ujar Nabi.
"Apakah kamu senang zina itu dilakukan
terhadap putri-putrimu kelak? "tanya
beliau selanjutnya.
"Sama sekali aku tidak menginginkan hal
itu terjadi, ya Rasulullah. Demi Allah,
bermimpipun saya tidak ingin."
"Begitupun pula kebanyakan manusia,
mereka tidak senang kalau sampai
perbuatan zina itu terjadi pada putri-
putrinya. Apakah kamu senang kalau zina
itu dilakukan terhadap saudara-saudara
mu, "tanya beliau.
"Tidak, ya Rasulullah.Demi Alllah saya
tidak senang."
"Begitu juga orang lain, sama dengan
anda, tidak senang kalau zina itu
dilakukan terhadap saudara-saudaranya.
"Apakah kamu ingin zina itu terjadi
pada bibi-bibimu??.
"Tidak ya Rasulullah. Demi Allah tidak.
"tandasnya.
"Kebanyakan manusia juga tidak ingin itu
terjadi pada bibi-bibinya."
Nabi saw kemudian meletakkan tangan
beliau pada tubuh pemuda itu dan
mendoakannya: "Ya Allah, ampunilah
doasa pemuda ini, bersihkanlah hatinya,
dan peliharalah kemaluannya.
"Semenjak peristiwa itu pemuda
tersebut tidak pernah menoleh/
berpaling dari jalan yang lurus.
SUBHANALLAH.. Kisah luar biasa yang
memberikan pelajaran luar biasa untuk
kita. Betapa sikap bijak Rasulullah telah
menghindarkan seorang yang telah
diliputi nafsu, dapat kembali dalam
keridloan Tuhannya
Saudaraku,
Begitu banyak hikmah yang dapat kita
ambil dari kisah tersebut. Semoga satu
nasehat bijak tersebut dapat membuka
hati nurani kita hingga kita dapat
menyadarkan diri untuk menjauhi zina
secara mutlak.
Satu hal yang perlu kita pahami bersama
bahwa nasehat tersebut diperuntukkan
kepada semua manusia baik laki-laki
maupun perempuan. Perempuan yang
tidak menyukai jika ayah, suami, saudara,
dan pamannya dizinai, hendaknya ia bisa
menjaga diri dan kehormatannya.
Teringat pesan yang sangat tegas dari
Rasulullah saw..
"Pezina tidak dikatakan mu'min ketika ia
berzina" (HR. Bukhari no. 2475, Muslim
no.57)
Maka jika suatu saat kita berzina dan
meninggal saat itu juga, bagaimana kita
akan menghadap Rab kita?
Sedang syurga hanya untuk orang-orang
yang beriman..
Semoga kita terhindar dari perbuatan
zina yang telah nyata merupakan dosa
besar sumber laknat ALLAH dan
RasulNya.
Sedikit renungan, semoga bermanfaat..
"Perempuan yang berzina dan laki-laki
yang berzina, maka deralah tiap-tiap
seorang dari keduanya seratus dali
dera, dan janganlah belas kasihan
kepada keduanya mencegah kamu untuk
(menjalankan) agama Allah, jika kamu
beriman kepada Allah, dan hari akhirat,
dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman
mereka disaksikan oleh sekumpulan
orang-orang yang beriman. Laki-laki yang
berzina tidak mengawini melainkan
perempuan yang berzina, atau
perempuan yang musyrik; dan
perempuan yang berzina tidak dikawini
melainkan oleh laki-laki yang berzina
atau laki-laki musyrik, dan yang
demikian itu diharamkan atas oran-orang
yang mukmin." (QS. An Nuur : 2 – 3)
"Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang
buruk." ( QS Al – Isro': 32 )
Sumber : http://goo.gl/0r8UML

Tidak ada komentar:

Posting Komentar