Berulang kali aku mengucapkan "aku benci sma kamu". Aku mempublisikasikan ke orang2 bahwa "aku membenci kamu", tapi di dalam hati aku merindukan kamu, aku mencintai kamu. Aku marahh, aku muak, aku enggan mlihat kmu lagi, tpi seketika itu juga rindu menyeruak dri dlm hatiku. Entah bagaimana caranya untuk kmu tau hal ini, atau entah apa jadinya setelah kmu tau ini, mungkin biasa aja. Ini sulit, sangat sulit, ini kekalahanku yang kdua kalinya atas hal yg sma, ini ketidakmampuan ku yg kedua, membuat kamu benar2 mencintai aku dan mngacuhkan msa lalu. Ini kedua kalinya aku terpuruk. Ini kali kedua aku dicampakkan demi prmpuan lain. Mski sdh 1thn kmu mninggalkan aku dri hub ini, tpi aku masih terseok. Stiap langkah selalu ku gunakan untuk mengenangmu. Bgaimana tdak, apa yg aku lihat adlah yg kita lihat, apa yg aku lalui adlah yg kita lalui, apa yg ku alami adlah yg kita alami, apa yg ku kunjungi adalah yg kita kunjungi, apa yg aku sukai adalah yg kita sukai. aku trbiasa memulai hariku dgn khadiran mu, aku trbiasa mengakhiri hari ku juga bersama mu. Aku terbiasa mencintaimu. Ini bkan semata krna "kebiasaan yg nantinya juga akan hlang dan brganti dngan kebiasaan baru". Ini tentang hati, sayang, cinta serta kepercayaan. Dari awal aku meyakini hati kamu sngat baik, aku memprcayai kamu menyayangi saya, aku berfikir kamu mencintai sya, dan aku menaruh kepercayaan trhadap kamu bahwa hanya aku yg memenangkan hatimu. Aku mempercayai kata2 kamu bhwa aku jauh lbih baik dari yg lain. Tapi skrang aku mrasa jadi bodoh, krna aku trlalu memasrahkan hati untuk mu saat itu shingga berakhir seperti ini, terpaku oleh mu. Knpa aku mempercayai kamu. Knpa aku percaya atas cinta,sayang dan tulus mnurut versi kamu. Itu nyata atau pengorbanan yg harus kamu keluarkan untuk meraih cita2 kamu untuk bersama dia saat ini??. Dan aku adalah prisaai mu untuk melindungi mu dari hal2 yg tidak kamu ingiinkan saat dia bersama yg lain?? Shingga tak ada alasan yg bisa memyalahkannya dan drimu sndiri saat kalian berdekatan?? Sya hanya merasa malang atas kebodohan sya ini. Sya bgitu saja diabaikan dngn berdalih orang tua yg dianggap mlarang. Jika bnar2 ada cinta dan syang yg bsar trhadap saya, dmna keberadaan itu smua saat rintangan menghadang?? Dan sya tidak di perjuangkan. Saya benci kamu, tapi bgitu sangat merindukan kamu. Dan cinta ini masih bgituu menyiksaa krna tak tertanggapi oleh mu. Bagaimana bisa, bagaimana bisa ini menjadi baik2 saja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar