Minggu, 01 Desember 2013

Renungan Suami - Istri ( artikel dr fb )

Seorang pria dan kekasihnya
menikah
dan acaranya pernikahannya
sungguh megah.
Semua kawan-kawan dan
keluarga mereka hadir
menyaksikan
dan menikmati hari yang
berbahagia tersebut.
Suatu acara yang luar biasa
mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun
dalam gaun putihnya
dan pengantin pria dalam tuxedo
hitam yang gagah.
Setiap pasang mata yang
memandang setuju mengatakan
bahwa mereka sungguh-sungguh
saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian,
sang istri berkata kepada
suaminya,
"Sayang, aku baru membaca
sebuah artikel di majalah
tentang bagaimana memperkuat
tali pernikahan,"
katanya sambil menyodorkan
majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan
mencatat hal-hal yang kurang
kita sukai dari pasangan kita.
Kemudian, kita akan membahas
bagaimana merubah hal-hal
tersebut
dan membuat hidup pernikahan
kita bersama lebih bahagia"
Suaminya setuju dan mereka
mulai memikirkan hal-hal dari
pasangannya
yang tidak mereka sukai dan
berjanji tidak akan tersinggung
ketika pasangannya
mencatat hal-hal yang kurang
baik sebab hal tersebut untuk
kebaikkan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk
berpisah kamar
dan mencatat apa yang terlintas
dalam benak mereka masing-
masing.
Besok pagi ketika sarapan,
mereka siap mendiskusikannya.
"Aku akan mulai duluan ya", kata
sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya,
sekitar 3 halaman.
Ketika ia mulai membacakan satu
persatu hal yang tidak dia sukai
dari suaminya,
ia memperhatikan bahwa airmata
suaminya mulai mengalir.
"Maaf, apakah aku harus
berhenti?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan" jawab
suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan
membacakan semua yang
terdaftar,
lalu kembali melipat kertasnya
dengan manis diatas meja
dan berkata dengan bahagia
"Sekarang gantian ya, engkau
yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya
berkata
"Aku tidak mencatat sesuatupun
di kertasku.
Aku berpikir bahwa engkau
sudah sempurna,
dan aku tidak ingin merubahmu.
Engkau adalah dirimu sendiri.
Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu
yang kudapatkan kurang"
Sang istri tersentak dan tersentuh
oleh pernyataan dan ungkapan
cinta
serta isi hati suaminya.
Bahwa suaminya menerimanya
apa adanya,
Ia menunduk dan menangis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar