Rabu, 13 November 2013

Bulir Harapan

mencintai itu lembut, selembut kenangan
yang berbalut rindu. menenangkan.
Ku kini berjalan di atas arang yang
membawaku menuju tempat mu. Karena
aku cinta, rasa panas dari sang arang,
tidak sempat aku rasakan. karena aku
ingin secepatnya menghangatkan diri
dalam dekapmu.
malam berbicara padaku. bahwa kau
selingkuhi aku dengan masa lalu mu. Masa
lalu yg membuatmu bangkit dari hinaan
mereka yang mencibir mu. sehingga kau
Mengurangi waktu mu untu ku. demi
kesungguhan dan bukti akan ada nya hari
bahagia untuk Kamu dan Aku. Untuk Kita.
pada ilalang nun tinggi mengajarimu
selalu kuat untuk mengejar ketertinggalan.
melompat dan berlari meraih
kebahagiaan yang kau haturkan untuk ku.
kau jadikanku pemarah karena intensitas
komunikasi terhambat kesibukan. bukan
karena malas. tapi kamu terlalu
disibukkan akan kebahagiaan dimasa
mendatang.
tapi.. tengoklah aku..
tatap dan perhatikan wajahku yang
berpeluh rindu berada di samping mu.
bantu aku mengusap air mataku yang
selalu tumpah dalam harapan dicintai.
istirahatlah sejenak dari kesibukan mu.
biarkan waktu memberi kita pencerahan
untuk kita rasakan bahagia dimasa
mendatang. beri sedikit ruang di pikiran
mu untuk berpikir tentang aku, tentang
mau ku, juga tentang harapan Ku.
aku mencintaimu dalam harapan...

Muotivasi Diri Sendiri

Kalau tidak ada masa lalu, tidak akan pernah ada
perubahan di masa depan.

@Achieqw_amour

Kamis, 10 Oktober 2013

SELAMAT JALAN BAI HASAN. ALLAH LEBIH MENCINTAI MU...

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh..
Kami mohon doa  kepada setiap orang yang membaca tulisan ini..

Untuk bai Hasan... beliau adalah pengasuh kami selama kami mengikuti program Sm3T. Beliau tidak ada keterkaitan dengan dinas. baik dr LPTK UNJ -UPI ataupun Dikti yang menyelnggarakan program ini, tetapi hati tulus yang dimiliki oleh kedua pasangan suami istri yang sudah tidak muda lagi,  mempersilahkan kami anak sm3t baik muslim atau non muslim angkatan kedua untuk singgah dirumahnya yg jauh dari kata mewah, tapi sangat nyaman dan jauh lebih baik dari tmpat penempatan kami.. Kami tidur, mandi, makan dan minun tanpa di mintai uang sepeserpun... hanya.bantu tenaga untuk bantu oma memasak, sebagai manusia yang sadar diri.. saat semua diberikan cuma-cuma kami coba meringankan pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan oleh omma dan bai. kecuali mencuci pakain dan meneriska pakaian.
Ya...   disanalah kami bernaung selama kami bertugas dan jauh dari sanak saudara.Kapanpun saat kami peserta sm3t UNJ atau UPI turun ke kota kupang, beliau membuka pintu seluas2nya..

Hampir seluruh peserta sm3t pernah mengunjungi rumah bai... bermalam smpai tak terhitung seringnya.. dengan senyum dan tertawa beliau yang khas.. beliau menerima kedatangan kami.. anak-anak yang di turunkan oleh Allah untuk menemaninya selama hampir satu tahun...

Dengan banyolan beliau yang menggelitik, dengan disiplinya beliau untuk solat berjama'ah yang tinggi... kini hanya tinggal slideshow indah kebersamaan kami dengan beliau.

Setiap orang pasti pernah mengeluh, pernah tidak adil, itulah manusia..

meski dalam kebersamaan pernah terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan..
Beliau tetap ikhlas menerima kami yg sedang berjihad mencerdaskan anak bangsa..

Beliau juga selalu mengontrol kami melalui telepon.. layaknya kakek dan  bapak kami sendiri.
saat monev berlangsung, karena kami keterbatasan biaya untuk menginap di LPMP beliau yg selalu menyarankan kami untuk tinggal di rumah nya.. bahkan kami yang meminta idzin untuk singgah berhari-hari di sana.

Bukan hanya kami sajaa... karena sebelum bai mengenal kami, senior sm3t gel 3 juga sudah merasakan hangatnya hidup bersama keluarga bai Hasan.

berapa banyak peaerta sm3t yang sempat menderita sakit malaria, baik sm3t gelombang pertam maupun sm3t gelombang ke dua, rumah bai hasan mnjadi tmpat ternyaman untuk kami singgah smntara, krn kondisi yg belum memungkinkan untuk dibawa ke tmpat penempatan. di kediaman bai Hasan lah, kami menunggu masa pemuliahan.

Beliau adalah orang yang paling berjasa untuk kami selama kami mengabdi untuk negara ini.

Orang yang sering memonitoring kami by phone bahkan selagi beliau kuat.. beliau sampai beberapa tempat penugasan kami. Misalnya Fatuleu dan Tinis.

Beliau bukan orang dinas yg dititipkan LPTK UNj atau UPI atau Dikti untuk menjaga kami, tapi beliau sangat berjasa untuk kami SM3T gel 1 dan 2.
Bahkan sampai di akhir pengabdian kami,
beliau masih menyempatkan menengok kami di LPMP, membawakan timbangan untuk menimbang berapa berat barang bawaan kami, agar kami tidak over bagasi.
Di waktu subuh  hari, beliau juga menyempatka. mengantar kami ke Bandara Eltari. Kami mengukir momen indah bersama kawan-kawan dengan.berpoto bersama.

Sehari sebelumnya.. niat saya dengan wawan ingin mampir ke rumah bai. tapi karena saya mengurus kardus berta dan mondar mandir ngurusin bawaan yang takut over load mmbuat saya dan wawan ribet sampai sore, kami urungkan niat silaturrahim ke rumah bai. karena acara pelepasan kami oleh dinas NTT akan di mulai. Acara berlangsung hingga pukul 19.00. Tak lama saya pun kembali ke Asrama seroja untuk mandi (karena saat itu terhitung 2 hari saya tidak mandi).
Niat ke rumah Bai sudah matang saat itu.. tapi betapa terkejutnya saya saat melihat.bai sudah ada di LPMP tepat di depan loby Asrama Seroja LPMP kota Kupang.

Sejak di LPMP Saya pun tidak tahu dorongan kuat apa yang membuat saya ingin memeluk beliau dengan erat. Saya tatap wajahnya yang seakan pias dalam pengelihatan saya. Entah perasaan aneh itu muncul begitu saja. Sampai akhirnya.terlontar pembicaraan, pertanyaan dan harapan " bai.. baru aja achie mau pergi kerumah baii... sambil berkali2 nyiumin tangan bai saya bilang " maafin achie ga sempat main ke rumah bai"  sambil saya peluk beliau, dan saya sentuh wajahnya dengan tangan kanan saya. dan bai pun menyodorkan hidungnya dengan hidung saya, itulah cara orang timor bersalaman.jujur saya tidak pernah sedekat ini dengan ayah saya sebelumnya.. tapi dengan bai saya bisa seperti itu.

Di hadapan kekasih saya wawan Agus Supriono saya berkata " bai ko kurusan? bai jaga kesehatan ya.. jangan sakit-sakit, biar bisa jagain oma.  salam untuk oma ya bai. Bai tersenyum dan bilang "iya anak, sonde apa2 yang penting lu siap2 sudah bertemu orang tua, lalu bai bertanya lagi " wawan di mana?" bai masih memegang tangan saya. dengan isyarat mata saya arahkan mata saya ke arah lelaki tambun yang sedari tadi berdiri di samping bai, bahkan sempat salaman juga. kemudian bai meraih tangan wawan dan menciumnya "aduh maaf nak wawan, bai su tua jadi suka lupa" bai pun menggenggam tangan wawan cukup lama..
dan bai minta di antar ke kamar kha tuti. Entah apa yang terjadi aku tidak begitu memperhatikan. Yang aku tahu..  ada adegan wawan membujuk kha tuti untuk.ketemu bai.. bahkan sempat ada air mata yang menetes. entah.. sampai saat ini saya tidak tahu secara detil yang terjadi saat itu. 

keesokan pagi... kami mengaruskan untuk meninggalkan kota Kupang, kabupaten di mana kami pernah bertugas dan mengabdi untuk negara Indonesia dengan segala resiko yang mengancam kapan saja. Peranan bai masih sangat terasa dalam hati dan ingatan.

Subuh itu, tatkala langir masih gelap bertabur bintang dan cahaya terang terpancar dari bulan, Bai Hasan masih tetap mendampingi kami. Kami tak ada habisnya berpoto. Sampai akhirnya, Saya mengajak wawan untuk photo bersama bai. Lagi- lagi perasaan yang entah seperti apa membuat Saya ingin memeluk.bai lagi. Dan tak tahan mulut ini bicara hal yang sama di depan wawan " bai yang sehat ya.. pokonya bai harus jaga kesehatan, omma juga. bai jgn banyak pikiran," posisi saya saat itu tepat di samping kanan bai. Bai hanya senyum dengan senyuman khasnya. Akhir -akhir ini memang Saya jarang mengunjungi bai. mungkin kedekatan emosional kami jadi sedikit mengendur. Jujur.. sejak adanya beberpa masalah di rumah bai, membuat saya tidak mau berlama-lama dab bahkan untuk tahu masalah yang terjadippun saya enggan. Lebih baik saya tidak mengerti apa-apa sampai saat ini.
Dari situ melihat Bai yang tersenyum saya meminta berphoto dengan Bai hasan. tapi tidak banyak.. karena teman- teman juga banyak yg minta foto.
Dari gelap gulita... sampai matahari menyinari kota Kupang, bahkan sampai tiba saatnya kami harus chek in beliau menemani kami dan melepas kami dengan ikhlas.

Saya tidak terlalu mau berdekatan dengan bai. Saya hnya menikmati ketulusan wajahnya yang mungkin lelah. Dengan cara beliau berdiri kepala agak miring dan bungkuk. persis almarhum kakek abdul gani. Hal itu juga yg saya lontarkan ke bai waktu awal berjumpa saat menemani kha winda dan kha tuti mengurus pindahnya k winda dari takari menuju tinis.

Sepintas kenangan manis dengan bai kami tercinta...

keesokan harinya setelah satu hari kami berkumpul dengan keluarga, bai sms kepada kami semua peserta sm3t yg ada.di phonebooknya bai..  yang berisi

" Ass.nak. Bai dan nenek mhn maaf kalau ada tutvr kata yg tak berkenan selama anak berada di oepura / naikolan.  Kalau ada contoi yg baik dr bai dan nenek perlu anak idpkan dan kembangkan tp kalau ada contoh yg tdk baik mk mhn dimaklumi dan dimaafkan itulah bai dan nenek sbg sosok mc yg tdk luput dr kesalahan dan jng ditiru tp anggaplah sesuatu pembelajaran ttg kehidupan. dr oepura/ naikolan bai dan nenek ucapkan Selamat telah berkumpul kembali dng orang tua dan sanak keluarga. Insya allah allah ridho dan sukses.wass.

Mungkin ini waktunya beliau beristirahat. ya.. beristirahat dengan tenang... setelah mengurus kami sm3t pertama dan kedua.. seperti ucapan beliau mungkin kepada ka winda.. salah satu teman kami yg sangat dekat dengan bai. ditengah percakapan kami malam itu di LPMP, saat kami menunggu kehadirN sm3t gelombang 3. intinya kurang lebih bai menyarankan kita untuk tidak mmberi tahu kediaman bai kepada gel 3. Mungkin ini pertanda bahwa bai  sudah Lelah.

Teringat nasihat bai setelah selesai solat jama'ah subuh. bai pernah mengingatkan kematian. Bai banyak menularkan ilmu ketulusan dan keikhlasan. Motor - motor tua yang di fasilitasi untuk kami menjadi saksi bisu cintanya bai dan oma untuk kami, begitupun kami. Seperti beliau mencontohkan kepada kami tentang arti cinta dan kasih sayang. Jangankan sesama manusia.. kepada hewan.. kucing, dan bebek- bebeknya.. beliau mengajarkan untuk selalu berbagi...

Sosok yang akan selalu di kenang oleh kami..

mungkin ini maksud  bai tidak mau mereka sm3t gel 3 ke rumah beliau, kalau sm3t gel 3 tau.. mungkin kasihan istri beliau.. yg biasa kmi sebut omma. omma sekrg juga sakit2an..
sebelum bai masuk icu, sebelum lebaran.. omma masuk icu.. krn kadar gulanya 33.5 sangat drop sekali.
dan kali ini... selang 3 hari setelah mengantarkan kami kebandara.. beliau masuk icu dan tidak sadarkan diri.. dan hari ini Allah mengambil nyawa beliau...
kami anak2 asuh beliau... meminta doa dari pihak penyelenggara sm3t... untuk bai kami.. kakek kami.. ayahanda kami.. bai hasan. Yang memiliki aku facebook Mohdar Koso yang begitu lekat dengan kesederhanaan sekalipun beliau pernah menjabat sebagai protokoler gubernur NTT pada tahun 2000-an.
Sekiranya doa dari semua pihak dapat menjadi cahaya yang terang di dalam kuburnya...
Dengan kehendak Allah.. campur tangan Allah..
Allah mempertemukan senior kami  dengn kelg beliau.. senior kami memperkenalkan kami juniornya dengan.almarhum bai dan  selama 2 tahun ini beliau yang telah memperhatikan kami peserta sm3t. bahkan sampai menengok tempat tinggal kami, juga sekadar memimpin teman2 kami solat jumat.. krn jauh dr masjid.. begitu besar jasa beliau selama kami disini mengenal beliau.. karena beliau juga kami tahu.. dimana tmpat makan yang halal.  Beliau sangat menjaga kami dari awal  bertugas kami dilepas di tempat yang mayoritas non muslim.. beliau terus membimbing kami.. sampai kami selesai bertugas.
dan beliaupun Allah panggil beliau untuk istirahat dengan tenang di sisi Nya selama-lama nya...

Ya Allah.. jaga Bai kami... tempatkan beliau di tempat yang paling indah di sisi Mu. Tetapkan Bai di taman Syurga Mu bersama kucing-kucing Mu yang bisa menemaninya di sana.. Kami menemani beliau lewat doa yang tulus.. jauhkan beliau dari siksa kubur ya Rabb...
Dan kuatkan omma kami... agar kuat mengahadapi cobaan ini.

Depok,
Kamis 10 - Oktober - 2013

Salam Cinta Abadi dari Kami  dan keluarga untuk mu Bai Hasan...

Doa kami dari seberang pulau akan sampai untuk mu.

Maafkan achie dan teman - teman bila pernah sengaja atau tidak menyakiti atau menyinggung hati Bai..

Kami semua mencintai bai....

Akan selalu kami kenang kebersamaan yang telah terbina selama satu tahun ini.. kenangan indah yang akan selalu terkenang dan terpatri di dalam sanubari....

we love you Bai Hasan..
mengingat senyuman dan candamu menjadi obat rinduku..
peluk hangat untuk Bai dari jauh....

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh.

Minggu, 08 September 2013

ANTARA MADU ASLI dan SEMUT

Sering kali pembeli beranggapan bahwa
madu yang asli itu tidak disemuti .
Sebagian besar dari pemahaman
tersebut adalah pemahaman yang datang
hanya dari informasi mulut ke mulut
tanpa adanya upaya pencarian informasi
yang sebenarnya.
Sekali lagi, Pendapat seperti ini adalah
salah, salah dan salah. Kami telah
menguji hampir setiap madu yang bisa
kami uji. baik madu lokal maupun madu
dari luar negeri. dan hasilnya selalu
sama "semut suka dengan madu ". dan
kalau anda suatu saat membeli madu,
lalu madu itu tumpah dan semut tidak
ada yang mendekat ke madu yang
tumpah itu. Hei, jangan senang dulu, bisa
jadi madu tersebut adalah madu palsu
yang mengandung bahan pengawet
berbahaya yang jangankan manusia ,
hewan saja tak akan mau mendekati
madu yang mengandung racun tersebut.
Masih Tidak Percaya Madu Asli Tidak Dirubung
Semut Itu SALAH?
Pada dasarnya semut suka yang manis-
manis termasuk manis pada madu.
Semut hitam kaki panjang suka dengan
beberapa jenis madu. Berbeda dengan
semut gula, yakni semut yang besarnya
cuma separoh dari semut hitam kaki
panjang dan berwarna agak kekuningan,
semut ini menyukai hampir semua jenis
madu. Untuk melihat ada atau tidaknya
semut mengerubungi madu tidak bisa
dijadikan standar untuk mengukur asli
atau tidaknya madu. Bagi yang biasa
mengkonsumsi madu akan mengetahui
bahwa semut tidak menyukai madu
hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa
dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu
merupakan larutan yang terdiri dari
glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam
air, dengan komposisi sekitar 80% gula
dan 20% air.
Pendapat Pakar tentang Madu Asli dan
Semut
Semut merupakan hama bagi lebah
penghasil madu. Seperti di jelaskan
Prof. Dr. D.T.H Sihombing guru besar IPB
(Institut Pertanian Bogor) dibukunya ' Ilmu
Ternak Lebah Madu ', cetakan pertama
Februari 1997, diterbitkan Gadjah Mada
University Press Yogyakarta Hal 173,
antara lain dijelaskan "… menjadikan
sebagai rantai makanan yang mengangkut
madu, telur dan larva …"
Pendapat di atas juga di dukung oleh
RM. Sumo Prastowo, C.D.A dan R. Agus
Suprapto, BA. Dibukunya 'Beternak
Lebah Madu Modern', cetakan ketiga
1993, penerbit Bhratara Jakarta hal.203
yang antara ain di jelaskan "… semut
membuat sarang dalam stup/sangkar
lebah dan numpang makan di situ …"
Bahkan di Sarang Lebah pun Ditemukan
Semut
Tak hanya mengerumuni madu yang ada
di meja makan kita, bahkan sejak di
sarang lebah pun, semut berupaya
mengambilnya. *sumber aslimadu.com

Selasa, 03 September 2013

ANTARA MADU ASLI dan SEMUT

Sering kali pembeli beranggapan bahwa
madu yang asli itu tidak disemuti .
Sebagian besar dari pemahaman
tersebut adalah pemahaman yang datang
hanya dari informasi mulut ke mulut
tanpa adanya upaya pencarian informasi
yang sebenarnya.
Sekali lagi, Pendapat seperti ini adalah
salah, salah dan salah. Kami telah
menguji hampir setiap madu yang bisa
kami uji. baik madu lokal maupun madu
dari luar negeri. dan hasilnya selalu
sama "semut suka dengan madu ". dan
kalau anda suatu saat membeli madu,
lalu madu itu tumpah dan semut tidak
ada yang mendekat ke madu yang
tumpah itu. Hei, jangan senang dulu, bisa
jadi madu tersebut adalah madu palsu
yang mengandung bahan pengawet
berbahaya yang jangankan manusia ,
hewan saja tak akan mau mendekati
madu yang mengandung racun tersebut.
Masih Tidak Percaya Madu Asli Tidak Dirubung
Semut Itu SALAH?
Pada dasarnya semut suka yang manis-
manis termasuk manis pada madu.
Semut hitam kaki panjang suka dengan
beberapa jenis madu. Berbeda dengan
semut gula, yakni semut yang besarnya
cuma separoh dari semut hitam kaki
panjang dan berwarna agak kekuningan,
semut ini menyukai hampir semua jenis
madu. Untuk melihat ada atau tidaknya
semut mengerubungi madu tidak bisa
dijadikan standar untuk mengukur asli
atau tidaknya madu. Bagi yang biasa
mengkonsumsi madu akan mengetahui
bahwa semut tidak menyukai madu
hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa
dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu
merupakan larutan yang terdiri dari
glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam
air, dengan komposisi sekitar 80% gula
dan 20% air.
Pendapat Pakar tentang Madu Asli dan
Semut
Semut merupakan hama bagi lebah
penghasil madu. Seperti di jelaskan
Prof. Dr. D.T.H Sihombing guru besar IPB
(Institut Pertanian Bogor) dibukunya ' Ilmu
Ternak Lebah Madu ', cetakan pertama
Februari 1997, diterbitkan Gadjah Mada
University Press Yogyakarta Hal 173,
antara lain dijelaskan "… menjadikan
sebagai rantai makanan yang mengangkut
madu, telur dan larva …"
Pendapat di atas juga di dukung oleh
RM. Sumo Prastowo, C.D.A dan R. Agus
Suprapto, BA. Dibukunya 'Beternak
Lebah Madu Modern', cetakan ketiga
1993, penerbit Bhratara Jakarta hal.203
yang antara ain di jelaskan "… semut
membuat sarang dalam stup/sangkar
lebah dan numpang makan di situ …"
Bahkan di Sarang Lebah pun Ditemukan
Semut
Tak hanya mengerumuni madu yang ada
di meja makan kita, bahkan sejak di
sarang lebah pun, semut berupaya
mengambilnya. *sumber aslimadu.com

ANTARA MADU ASLI dan SEMUT

Sering kali pembeli beranggapan bahwa
madu yang asli itu tidak disemuti .
Sebagian besar dari pemahaman
tersebut adalah pemahaman yang datang
hanya dari informasi mulut ke mulut
tanpa adanya upaya pencarian informasi
yang sebenarnya.
Sekali lagi, Pendapat seperti ini adalah
salah, salah dan salah. Kami telah
menguji hampir setiap madu yang bisa
kami uji. baik madu lokal maupun madu
dari luar negeri. dan hasilnya selalu
sama "semut suka dengan madu ". dan
kalau anda suatu saat membeli madu,
lalu madu itu tumpah dan semut tidak
ada yang mendekat ke madu yang
tumpah itu. Hei, jangan senang dulu, bisa
jadi madu tersebut adalah madu palsu
yang mengandung bahan pengawet
berbahaya yang jangankan manusia ,
hewan saja tak akan mau mendekati
madu yang mengandung racun tersebut.
Masih Tidak Percaya Madu Asli Tidak Dirubung
Semut Itu SALAH?
Pada dasarnya semut suka yang manis-
manis termasuk manis pada madu.
Semut hitam kaki panjang suka dengan
beberapa jenis madu. Berbeda dengan
semut gula, yakni semut yang besarnya
cuma separoh dari semut hitam kaki
panjang dan berwarna agak kekuningan,
semut ini menyukai hampir semua jenis
madu. Untuk melihat ada atau tidaknya
semut mengerubungi madu tidak bisa
dijadikan standar untuk mengukur asli
atau tidaknya madu. Bagi yang biasa
mengkonsumsi madu akan mengetahui
bahwa semut tidak menyukai madu
hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa
dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu
merupakan larutan yang terdiri dari
glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam
air, dengan komposisi sekitar 80% gula
dan 20% air.
Pendapat Pakar tentang Madu Asli dan
Semut
Semut merupakan hama bagi lebah
penghasil madu. Seperti di jelaskan
Prof. Dr. D.T.H Sihombing guru besar IPB
(Institut Pertanian Bogor) dibukunya ' Ilmu
Ternak Lebah Madu ', cetakan pertama
Februari 1997, diterbitkan Gadjah Mada
University Press Yogyakarta Hal 173,
antara lain dijelaskan "… menjadikan
sebagai rantai makanan yang mengangkut
madu, telur dan larva …"
Pendapat di atas juga di dukung oleh
RM. Sumo Prastowo, C.D.A dan R. Agus
Suprapto, BA. Dibukunya 'Beternak
Lebah Madu Modern', cetakan ketiga
1993, penerbit Bhratara Jakarta hal.203
yang antara ain di jelaskan "… semut
membuat sarang dalam stup/sangkar
lebah dan numpang makan di situ …"
Bahkan di Sarang Lebah pun Ditemukan
Semut
Tak hanya mengerumuni madu yang ada
di meja makan kita, bahkan sejak di
sarang lebah pun, semut berupaya
mengambilnya. *sumber aslimadu.com

Kamis, 11 Juli 2013

MUHASABAH RAMADHAN - Spontan-

apalah arti sebuah pangkat bila tidak bisa menjaga lisan dan tidak bisa bertanggung bertanggung jawab.
apalah arti predikat sarjana bila tidak mencerminkan orang yang berpendidikan dalam berbicara.
apalah arti panggilan ustadz bila tidak bisa istiqomah di jalan Yang ia gembar gemborkan...
Apalah arti seorang ibu, bila tidak pernah melihat dengan hati setiap perkembangan anaknya..
Apalah makna seorang istri, bila tidak bisa melayani suaminya dengan lisan yang santun..
seberapa bangganya kah Mnjadi seorang anak yang senantiasa mengirimkan materi yang banyak untuk keluarga, tapi tidak pernah bisa dipeluk dan dirangkul oleh keluarganya.
seberapa bangganya orang tua dengan anaknya yang sukses tapi tidak berakhlak baik?
hebatkah pria bila tidak pernah bisa menghargai wanita.
muliakah wanita bila tidak bisa menjaga dirinya dan menjaga lisanya?
Seberapa soleh laki2 yang menjual kebijaksaannya untuk nama baik?
seberapa bangganya wanita dikatakan muslimah, sedangkan tidak sepenuhnya melindungi dirinya?
Seberapa hebatnya laki-laki dewasa, namun pendendam?

bermuhasabah diri

SEBERAPA NISTANYA AKU SEBAGAI HAMBANYA YANG BELUM SEMPURNA IMAN DAN ISLAM KU...
semoga Engkau jadikan ramadhan ini ramadhan terbaik untuk ku Ya Rabb..
Allahumma innaka 'afuwun kariimun, tuchiibbul 'afwa fa'fu ana ya kariim...

NTT, Camplong
11 Juli 2013

Selasa, 25 Juni 2013

"Pilar-Pilar"

Bongkahan kata terpendam dan
membangkai tanpa aroma menyengat...
tanpa bulir harapan.. tanpa makna
mendalam untuk rindu yang tak dapat
terucap.
sinis memandang alam yang tak juga
merangkul bahagia.
Terkoyak bagai jiwa yang semaput.
Singgah di udara yang tak pandai di
pandang dua bola mata..
hidup tidak ber-asa
pola demi pola mengalir tak berujung
untuk membendung harapan manis dari
mereka pilar-pilar cinta...
mekanisne yang tidak lagi menegaskan
bagaimana merajut dua hati agar tetap
bersatu dalam ikatan batin semata
karena Allah..
Prioritas diabaikan dan dibiarkan
membeku dan belum juga mencair..
bagai pemilik pemilik Sebidang tanah
sengketa yang tak bisa bersatu...
terdiam...
terhunus...
kembali pada satu masa Qaish dan Laila
mengumbar syair cinta yang tak pernah
padam hingga akhir masa... Pada satu
titik terang-Nya itu. menyadarkan kita
kembali mengajak rindu untuk saling
memeluk tak akan berpisah...
Di Antara Pilar Pilar Cinta- Nya Kita
Terbentuk..

NTT
Camplong, 25 - Juni - 2013
kosan Nalon Soengkono

Pada 21 Jun 2013 06.36, "Achie Gushafiana" <asri.gushafiana@gmail.com> menulis:

Meratap namun tak ada guna.
Jauh dari harapan itu adalah gelombang kehidupan. Di sini, begitu alam menyapa. Mengajak bangun dari ratapan tak berarti.

Setapak Aku lewati.
Lumpur dan bebatuan terus ku telusuri.
Gunung dan perbukitan aku daki sekuat aku mendaki.
Mengejar impian yang tidak pernah habisnya. Selalu baru, selalu berubah. Aku ingin menghempas impian menjadi nyata..

Jauh di Timor Indonesia..
Aku melakukan pengasingan...
Menjauh dari segala hal yang membuat aku tak biasa. Jauh dari zona nyaman aku harus tetap bertahan.

Perasaan di tiap hari dan waktu semakin nyata terasa...
Kini aku mulai jatuh cinta dengan alam di pulau timor.

Kesederhanaan, Keramahtamahan, ketahanmalangan, aku belajar dari mereka. Mereka anak-anak Indonesia yang membuatku rindu.. Rindu menjadi yang terbaik, rindu menjadi yang terindah untuk mereka. Aku mulai kerasan hidup di sini..

Di sini aku bisa memulai hidup baru ku tanpa bayangan siapapun di masa lalu..

Aku takut terjatuh bila kembali menginjakkan kaki di daerah asalku.. Karena setiap sudut kota dan sudut rumahku, ada kenangan bersamanya..

Tuhan tau bagaimana aku mencintainya, dan membiarkan Aku lelah mencintainya. Sehingga aku menyerah untuk bahagiaku dan bahagianya.

Setidaknya Aku tahu waktu berhentinya pengaharapanku.
Setidaknya Aku tau di batas waktu mana aku harus memulai hari baruku.

Ini adalah suratan indah untuk hari ku juga hari nya.

Saat aku terperosok, ada mereka malaikat kecil yang menghiburku dengan nyanyian mereka yang sudah ku ungggah di media youtube.

Aku bangkit karena aku mencintai diriku. Mencintai mereka yang mencintaiku..
Mencintai setiap berkah yang Allah berikan di waktu yang tak terduga..

Cerita kamu juga dia dipertemukan oleh Allah mungkin melalui Aku...
Selamat menempuh hidup baru...

Kamu adalah sepenggal sejarah,
Tak akan pernah ada cerita bila kita dulu tak pernah menyatu, dan kini terpisah sudah.

Aku akan Belajar ikhlas dari semua hal yang menyakitkan.

Aku dilahirkan untuk masa depanku dan pengabdianku..

Timor, 21 - 06 - 2013

Minggu, 23 Juni 2013

Bikin Cowo Ilfeel yuk..

wanita sering menyakiti demi coba
meminta perhatian.. #dampaknya cowo
cape ngadepin kita

Wanita itu kadang egois, ingin selalu
dipertahankan... #dampaknya cowok
jengah sama kita

Wanita itu Kadang munafik, kalau sudah
ditinggal seakan dilukai
hatinya..#dampaknya cowo bilang "makannya lo
jangan belagu, cewe di dunia ini buka
lo doank.."

Wanita itu dapat menciptakan rasa
nyaman, tapi dia bisa berubah jd
posesif, saat pasangannya mulai
berubah jadi tak terbuka. #Dampaknya
cowo cuma bilang"bisa ga sih menyikapi
semua hal secara dewasa?"

wanita sering berpikiran buruk, padahal
belum tentu kenyataannya seburuk
yang ia pikirkan.. # dampaknya cowo
bakal ngomong sugesti lo jadi
kenyataan!

Wanita menjengkelkan saat dia bersikap
terlalu manja... # dampaknya cowo
bakal risih tiap kali ketemu.

wanita juga ngeselin kalau dia terlalu
mandiri. #dampaknya "ya udah gue
percaya lo bisa hidup meskipun gue ga
ada di samping lo".

Wanita ada yang mampu menyakiti dirinya sendiri saat ia merasa gagal
mempertahankan hubunganya. #
dampaknya bikin cowo tambah enek..
Bodoh banget sih jd cewe, makanya
jgn dahulukan perasaan dari logika, jd gue kan yg
disalahin orang2.. *tambah ilfeel

Wanita itu membosankan, bila selalu
menelpon tiap waktu... # dampaknya
handphone sering dimatikan karena
ganggu aktivitass.

Wanita itu menjijikan saat kebiasaan
ngorek upil depan lelakii. # kalo ngupil
depan gue sih ga apa2, klo depan keluarga
gue ?* cowo mikir 2

wanita itu songong kalau sering ngatain
cowonya itu bego.. # dampaknya klo
jadi istri dia ga bisa hormat sama suami..

jadi kalau ada yang mau putusin
pacarnya ga bisa2 jadilah cewe yg bisa
ngasih dampak negatif buat cowo..

#jangan di coba kalo ga kepepet...

made in #Achie inong nyang Geumaseh#galau#in#the kos#Camplong#NTT#23-06-2013

Jumat, 21 Juni 2013

" SEPENGGAL GORESAN HATI UNTUK MANTAN PACAR"

Meratap namun tak ada guna.
Jauh dari harapan itu adalah gelombang kehidupan. Di sini, begitu alam menyapa. Mengajak bangun dari ratapan tak berarti.

Setapak Aku lewati.
Lumpur dan bebatuan terus kutelusuri.
Gunung dan perbukitan aku daki sekuat aku mendaki.
Mengejar impian yang tidak pernah habisnya. Selalu baru, selalu berubah. Aku ingin menghempas impian menjadi nyata..

Jauh di Timor Indonesia..
Aku melakukan pengasingan...
Menjauh dari segala hal yang membuat aku tak biasa. Jauh dari zona nyaman aku harus tetap bertahan.

Perasaan di tiap hari dan waktu semakin nyata terasa...
Kini aku mulai jatuh cinta dengan alam di pulau timor.

Kesederhanaan, Keramahtamahan, ketahanmalangan, aku belajar dari mereka. Mereka anak-anak Indonesia yang membuatku rindu.. Rindu menjadi yang terbaik, rindu menjadi yang terindah untuk mereka. Aku mulai kerasan hidup di sini..

Di sini aku bisa memulai hidup baru ku tanpa bayangan siapapun di masa lalu..

Aku takut terjatuh bila kembali menginjakkan kaki di daerah asalku.. Karena setiap sudut kota dan sudut rumahku, ada kenangan bersamanya..

Tuhan tau bagaimana aku mencintainya, dan membiarkan Aku lelah mencintainya. Sehingga aku menyerah untuk bahagiaku dan bahagianya.

Setidaknya Aku tahu waktu berhentinya pengaharapanku.
Setidaknya Aku tau di batas waktu mana aku harus memulai hari baruku.

Ini adalah suratan indah untuk hariku juga harinya.

Saat aku terperosok, ada mereka malaikat kecil yang menghiburku dengan nyanyian mereka yang sudah ku ungggah di media youtube.

Aku bangkit karena aku mencintai diriku. Mencintai mereka yang mencintaiku..
Mencintai setiap berkah yang Allah berikan di waktu yang tak terduga..

Cerita kamu juga dia dipertemukan oleh Allah mungkin melalui Aku...
Selamat menempuh hidup baru...

Kamu adalah sepenggal sejarah,
Tak akan pernah ada cerita bila kita dulu tak pernah menyatu, dan kini terpisah sudah.

Aku akan Belajar ikhlas dari semua hal yang menyakitkan.

Aku dilahirkan untuk masa depanku dan pengabdianku..

Timor, 21 - 06 - 2013

Kamis, 10 Januari 2013

Doa dari seberang

Awan pagi ini menutupi sinar mentari... 
Dinginnya menusuk hingga ketulang rusuk...
Aku sudah siap menyongsong hari ini..
Diawali dengn Sembah sujud berdoa dengan khusyuk..

Tuhaan..
Ramahkan-lah alam Mu
mudahkan-lah perjuangannya..
Ingatkan-lah dia akan kebesaran Mu..
Agar dia selalu ikhlas menjalani pengabdiannya..

Dibelahan bumi manakah matahari itu tidak malu menunjukkan hangatnya...?? 
Sampaikanlah ia di tempat kami...
Agar mrk yang menginginkanya tidak mengeluh... :)

Untuk mu matahari pagi..
Hangatkanlah dunia dengan kekuatan Mu...

Camplong, 10/01/2013

Selasa, 08 Januari 2013

SESEMPURNA CINTAKU

Lagu ambon atau lagu timor.. Aku tidak bisa membedakannya. Mungkin, karena aku memang lupa untuk bertanya.
Ada hal yang berbeda saat hari-hari kemarin kita lalui bersama.
Ini bukan cerita roman.. Bukan juga cerita klasik, aku sendiri tidak tahu, cerita seperti apakah ini.
Aku hanya bisa menikmati rasa yang tidak pernah aku harapkan.
Begitu singkat.
Begitu banyak cerita.
Ada kenyamanan, tapi ada kecemburuan.
Aku bisa melepas dan menyakiti hati yang lain, dan egoku berharap hati ini bisa kau miliki seutuhnya.
Tapi Aku salah. Hatimu sudah dimiliki oleh wanita yang baik hati dan menolongmu saat nyawamu hampir melayang.
Entah.. Rasa iba kah itu?? Atau lebih dari itu.
Aku coba mengerti dan memahami akan kemauanmu..
"biarkan mengalir saja, masih ada waktu, siapa tau hati ini bisa berubah"
Bagai dihujam dengan parang, padahal hanya itu kata-kata yang datangnya dari logika seorang pria.
Ingin Aku menamparnya  dan berkata..
"Kau anggap apa Aku ini?? Sampah ??? "

Air mata yang tidak mampu jatuh terus Aku tahan. Namun dia tetap jatuh juga..

"Heii !! Aku wanita...  Aku ingin di Jaga, bukan kau campakkan !! "

"Perlakuanmu membuat aku kehilangan segalanya ! Bahkan kehilangan rasa untuk membalas cinta laki-laki lain yang Aku kenal lebih dulu dari pada Kamu.

Hal itu menghantui aku, setiap Aku terjaga dalam tidur.

Kamu bahkan tidak tau.. !!!
Aku coba bicara yang sesungguhnya..
Tapi kamu tetap menganggap itu hal biasa !

Andai aku bisa mengulang semuaya..
Andai cerita perjalanan sakit dan panas dingin itu tidak ada..
Andaikan kebaikkanmu itu tidak terjadi.. Hal ini juga saya pastikan akan berjalan natural...
Tidak berujung harapan saat terpisah.

Entah apa rencana Tuhan setelah ini..

Aku berharap Tuhan menitipkan rasa benci untuk kamu, walau rasa itu sesungguhnya hanya membuat aku semakin terpuruk.

Aku ingin kita bercanda dalam keadaan hati yang tulus.. Aku ingin bersama dengan keadaan yang bahagia.. Dan Aku ingin terpisah dengan Janji yang siap kau tepati, bukan hanya pergi diiringi hujan..
Tuhan tau aku menderita, karenanya diturunkan hujan agar kamu paham.. Bahwa Sebesar hujan inilah air mataku mengalir dalam hati.

Selamat berpisah untuk waKtu yang tidak bisa Aku harapkan kapan kembali. Berjuang menahan segala ketidaksempurnaan. Walau sebenarnya aku ingin sempurna mencintaimu tanpa diganggu oleh rasa cemburu..
Aku ingin sesempurna cintaku.

Aku tidak akan berharap lebih. Aku hanya ingin kau paham. Ingat aku saat kau buka lembaran birumu..
Karena disitu ada kengan lucu antara kau, aku dan mereka...

Aku merindukan cahaya kasih dari ketidaksempurnaanku.. Biar aku yang membuatmu menjadi sempurna dengan kelebihanku..

Senin, 07 Januari 2013

@Laut Sawu Jumat, 29 Desember 2012 di atas kapal ferry menuju Ende

Keadaan ini tidak pernah aku inginkan sebelumnya.
Mengapa Tuhan..
Ini semua harus terjadi.??
Aku tidak dapat menerka isi hatinya..
Ingin aku meneriakinyaa... Mencacinya.. Ingin marah.. Tapi Aku tidak bisa..
Ini pertama dan aku tidak pernah tau.. Apa dirinya yang terakhir..
Dan bagaimana perasaannya yang ada disebrang kota.. ??
Aku tidak ingin membuatnya sakit Lagi dan lagi.
Hatinya terlalu tulus untuk aku khianati.
tapi aku pun tidak mengerti perasaan ini..
dia yg sekarang mengisi hari ku.. memiliki hati siapa???
tapi semua sudah ku jalani dalam waktu singkat.. aku ingin berontaaak.. tapi bagaimnaa Tuhaaaan...?
Jaga Aku ya Rabb..

Pada 16 Feb 2012 10.56, "Achie Gushafiana" <asri.gushafiana@gmail.com> menulis:

MAHASISWA

"Achie Gushafiana" <asri.gushafiana@gmail.com> menulis:

Kini mempertanyakan, dimana hati nurani dan pikiran saya selaku peserta didik, selaku mahasiswa yang sudah layak dikatakan Dewasa? Mengapa kita mampu bersikap demikian pada Dosen dan guru? Atau kepada orang yang berjasa dan penting dalam hidup teruma Mamah dan Papah (ighfirlana ya Robb).

Berulang kali dosen-dosen mengatakan, jangan hanya usia yang dewasa, tapi sikap dan sifatpun harus dewasa ! Tapi kenyataannya?? Tidak jarang mahasiswa, pelajar dan calon mahasiswa yang pernah mengabaikan, bahkan menyepelekan keberadaan seorang pendidik baik itu seorang guru, dosen, atau guru besar sekalipun.

Ya, Saya tidak  mau menunjuk siapapun, karena di artikel ini Saya sedang bermuhasabah diri J, tentunya tulisan ini teruntuk SAYA pribadi hheee..

Pernah nggak kalian merasakan hal-hal ini, diantaranya..

Saat dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh, kita malah diskusi sendiri dengan tema yang berseberangan dengan Mata kuliah atau pelajaran sekolah, Misal tentang acara selesai kuliah mu nonton dimana, karokean dimana, mau makan siang di daerah mana? Dan lucunya rasa itu muncul tanpa sungkan (maklum masih pengen senang-senang).  Sampai-sampai hanya karena pelajaran itu susah dan dosen ngajarnya nggak jelas diotak kita, bikin kita malas mendengarkan. Toh nggak nangkep materinya juga (alasan yang tidak seharusnya dilontarkan).

Nah, lain lagi pengalaman Saya jauh sebelum kuliah. Apa pernah kalian membuat guru sangat kesal? Kalu Saya akan menjawab pernah.. Saat itu, bukan saya saja pelakunya.. tapi Kami Semua hheee..

Kami bikin nangis guru yang pada saat itu baru beberapa bulan mengajar. Badan guru kami sangat mungil dan cantik ( guru biologi SMAIT Nuurusidiiq ibu Lena, Sebenarnya bukan karena fisik yang imut *kalau pembandingnya saya* hheee..

Saat itu kami seolah benar-benar mengabaikan keberadaannya, meskipun di akhir pembelajaran? Keadaan yang ricuh membuat sang Guru bersuara lantang dan meninggalkan kelas dengan emosi. Ssstt.. ada tangisan dan amarah dihatinya. Dan nggak lama.. Kami di panggil kepala sekolah  saat itu kepala sekolahnya Bapak Didi Masyhudi atau nama samarannya Dimas Tirani J

Hmmm.. tapi Saya rasa bukan hanya saya yang penah melakukan hal nakal itu hheee..  *sambil cari-cari teman yang salah* hhoooo..

Tapi, kalau sekarang, hal ini saya jadikan perenungan diri. Saya mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, dan berkaca pada bidang yang kini sedang saya selami, yakni dunia yang dulu sangat-sangat-sangat Saya BENCI dan TERPAKSA memilih pendidikan karena paksaan ORANG TUA.

Sudut pandang itu lahir saat saya berpikir tentang sosok seorang Dosen. Beliau dengan sekuat-kuatnya niat memberi kuliah. Datang tiap jam kuliah, tepat waktu, bahkan jarang absen. Bisa kah sedikit saja kita hargai itu? Lalu beliau menjelaskan materi dari mulai suaranya yang lantang sampai suaranya mulai melemah.

 Atau perjuangan seorang dosen meskipun hanya memberi pengetahuan dengan memerintahkan mahasiswa untuk menulis kembali apa yang ada di proyektor, atau sekedar menonton slide demi slide yang telah jauh-jauh hari di siapkan beliau, dan begitu seterusnya sampai kuliah berakhir. Tidak kah kita bisa mengahargai niat baiknya demi memberikanpengetahuan yang kita sebenarnya butuhkan?? Dan begitu tidak berdayanya beliau hingga TIDAK MAMPU MENEGUR peserta didiknya yang tidak mendengarkan penjelasannya. Coba , Bagaimana rasanya bila Kita berada di posisi beliau? Bagaimana rasanya diabaikan? Tidak didengar, bahkan cenderung di sepelekan??

Saya yakin 100% bukan hanya saya yang pernah bersikap konyol seperti ini, dan Saya yakin, bukan saya juga yang memiliki rasa ingin TOBAT seperti Saya J.  Saya Jadi berpikir betapa rendahnya pemikiran saya menilai seorang PEndidik.

Hhhmm.. Patut dipertanyakan keberadan hati nurani di diri ini yang seakan tidak tau balas jasa..

Dan entah sadar atau tidak, kita justru berpikiran negative sama pendidik yang sudah berusaha keras memberikan sebaik-baiknya pengajaran kepada kita. Akhirnya.. ke kampus bukan nya ibadah untuk cari ilmu, malah kadang jadi pemulung dosa huhh..!! (Ighfirlana Ya Robb..)

Ya… sekalipun ada juga sih dosen yang inginnya di hargai dengan "UANG" sampai skripsi TERTUNDA gara-gara nggak sanggup bimbingan karena nggak bisa ngeluarin "UANG" tiap bimbingan, atau sekedar mengeluh tentang dosen yang hobi ngasih tugas dan nggak pernah masuk. "Astagfirullah…" nggak ada niat mengghibah, karena saya sedang bicara fakta yang saya rasakan selama menjadi fans berat Si Kijang Merah, hal ini sering di utarakan oleh para mahasiswa yang lokasi kampusnya berada di sepanjang belahan bumi perangkotan yang di lewati oleh trayek Si kijang merah  T 19 jurusan Depok-TMII :D.

*UI, Gundar, BSI, UP, ISIP, TAMA, Unindra, STIKOM dll*

( kalau pakai istilah klasik mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan wacana paragraph di atas "menandakan tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun dia seorang Ustad muupun Dosen dan para pendidik lainnya")

 

Eeiitt.. tapi kalau ditelisik lebih dekat, Seseorang yang dikatakan MAHASISWA, seharusnya memang lebih banyak menggali keilmuan sendiri. Tidak melulu berharap di berikan materi oleh Dosen dari A sampai Z. Sebenarnya kita mampu kok untuk mencari tau sendiri melalui googling, jangan bilangnya berselancar di dunia maya padahal lagi buka twitter atau jadi pesbukers hhiiii ( pengalaman yang tidak baik). Lebih baik sempatkan waktu untuk komunikasi sama dosen tentang hal yang kita belum pahami, jangan menghubungi dosen karena mau IZIN nggak masuk aja yaaa.. xixixi (lagi-lagi share pengamalan masa lalu yang seharusnya tidak diamalkan). Paling tidak bertanya sama teman yang lebih cemerlang otaknya di banding Kita J. Kalau ingat kata-kata dosen KWU 1 selaku Sang Provokator saat saya wawancarai dulu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini " kita ini tulang punggung negara, jadi, kita jangan jadi pemuda yang mengidap osteoporosis dini "  yaaa intinya kita harus jadi pemuda yang cerdas secara pemikiran dan cerdas secara ketakwaan yang merujuk pada nilai-nilai aqidah islamiyah.

Ya, mungkin ada saatnya kita benar-benar nggak mudeng sama penjelasan dosen, sekalipun dosen tersebut sudaah menggunakan alat yang super canggih untuk membuat kita tertarik mengikuti kuliah tersebut. Seburuknya penyampaian seorang pendidik, tidak lantas kita memperlakukan beliau semaunya kita, paling tidak, kita mendengar, siapa tahu ada bagian-bagian yang bisa di simak dan jadi manfaat saat ujian tiba looh J. Belajar menghormati dan menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan. Undzur Maa Qoola WaLaa Tandzur Man Qoola "Lihatlah apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara" sekalipun dia seorang pencuri atau mantan orang jahat sekalipun, kalau omongannya itu mendatangkan manfaat, kita jangn tutup telinga yaa.. siapa tau ada berkah di balik keihklasan kita menerima segala ucapan beliau.

Hayoo.. ramai-ramai merubah sikap menjadi lebih bijaksana. Mulai menghormati orang tua, menghormati keluarga yang lebih tua, jangan lupa juga menghormati orang-orang yang banyak berperan dalam hidup kita. Jangan pernah meluapakan kebaikan semua orang-orang yang pernah memberikan kita ILMU dan Pengetahuan. Doakan Guru kita dan kalau kita menjadi Guru jangan lupa mendoakan Guru Kita agar tali pahala ini terus bersambung ke anak cucu kita J

 

Untuk teman-teman mahasiswa atau pelajar yang di ajarkan oleh Guru Besar yang berdirinya sudah tidak tegak lagi, rambutnya sudah memutih. Bahkan hampir seluruhnya putih, dan untuk marah saja tidak bisa lagi, apa kita tega untuk bersiakap acuh tak acuh pada Beliau?? Sekalipun dosen kita masih muda dan jarak umurnya tidak terlalu jauh, apa kita pantas menyepelekan apa yang beliau katakan??

Beliau melakukan ini agar kita bisa menjadi orang yang bijak dan beliau pasti berharap besar bahwa anak didiknya kelak bisa menjadi yang lebih baik dan lebih berprestasi dari beliau. Coba bayangkan, dengan tertatih para dosen sepuh menaiki tangga demi tangga,  Kewajiban untuk bertahan hidup demi kelangsungan keluarga juga yang menjadi semangat beliau mengajarkan kita dari waktu ke waktu. Karena waktu yang Ia habiskan untuk mengajarkan kita, merupakan pengorbanan beliau untuk Keluarganya yang Ia Cintai.

Pernah sih, saya mendengar dari mulut teman saya sendiri yang sering banget bermasalah sama dosen, parah deh teman saya yang satu itu. bolak balik ribuuut mulu kerjaannya, nggak sama dosen, sama satpam kampus, bahkan konon katanya, sampai berhadapan sama pak rektor.. bahkan yang parahnya, saat esmosi itu, dia cerita sama saya kalo dia bilang "dosen di sini ngajar juga yang bayar dari spp mahasiswa" lumayan terkesan sombong siih, tapi dia begini juga demi keluarganya, nggak jauh bedalah sama apa yang orang tua kita lakukan untuk kita..  

untuk itu guys, mulai belajar menghormati pendidik yang kadang terabaikan.. karena pasti para pendidik yang baik akan menyalahkan dirinya sendiri karena beliau beliau merasa tidak bisa mendidik dan menyampaikan ilmunya kepada peserta didikanya, apalagi jika suatu saat nanti mereka melihat murid-murid nya menjadi orang yang susah. 

SO, berpikirlah lebih baik untuk bertindak dan bersikap kepada setiap orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kita, khusunya orang tua, keluarga, guru dan para sahabat yang selalu ada dalam susah dan senang :) 

yyaaa.. beginilah kata-kata yang mungkin bisa bermanfaat atau juga kata-kata yang jangan di sepelekan hhhoo *maksa*

udah aaaaahh, capee. kata yang baca (yang nulis aja cape, apalagi yang baca?? bisa mabok hurup) hhheeee maaf ya.. jadi ganggu waktu senggangnya untuk membaca ini.. tapi.. terima kasihh bagi yang mau baca ^^

MENCARI ILMU = BERJIHAD DI JALAN ALLAH  :)

wallahu'alambissowab

 

Kamis, 16 Februari 2012

Yang Kadang Terabaikan part II

Kini mempertanyakan, dimana hati nurani dan pikiran saya selaku peserta didik, selaku mahasiswa yang sudah layak dikatakan Dewasa? Mengapa kita mampu bersikap demikian pada Dosen dan guru? Atau kepada orang yang berjasa dan penting dalam hidup teruma Mamah dan Papah (ighfirlana ya Robb).

Berulang kali dosen-dosen mengatakan, jangan hanya usia yang dewasa, tapi sikap dan sifatpun harus dewasa ! Tapi kenyataannya?? Tidak jarang mahasiswa, pelajar dan calon mahasiswa yang pernah mengabaikan, bahkan menyepelekan keberadaan seorang pendidik baik itu seorang guru, dosen, atau guru besar sekalipun.

Ya, Saya tidak  mau menunjuk siapapun, karena di artikel ini Saya sedang bermuhasabah diri J, tentunya tulisan ini teruntuk SAYA pribadi hheee..

Pernah nggak kalian merasakan hal-hal ini, diantaranya..

Saat dosen menerangkan dengan sungguh-sungguh, kita malah diskusi sendiri dengan tema yang berseberangan dengan Mata kuliah atau pelajaran sekolah, Misal tentang acara selesai kuliah mu nonton dimana, karokean dimana, mau makan siang di daerah mana? Dan lucunya rasa itu muncul tanpa sungkan (maklum masih pengen senang-senang).  Sampai-sampai hanya karena pelajaran itu susah dan dosen ngajarnya nggak jelas diotak kita, bikin kita malas mendengarkan. Toh nggak nangkep materinya juga (alasan yang tidak seharusnya dilontarkan).

Nah, lain lagi pengalaman Saya jauh sebelum kuliah. Apa pernah kalian membuat guru sangat kesal? Kalu Saya akan menjawab pernah.. Saat itu, bukan saya saja pelakunya.. tapi Kami Semua hheee..

Kami bikin nangis guru yang pada saat itu baru beberapa bulan mengajar. Badan guru kami sangat mungil dan cantik ( guru biologi SMAIT Nuurusidiiq ibu Lena, Sebenarnya bukan karena fisik yang imut *kalau pembandingnya saya* hheee..

Saat itu kami seolah benar-benar mengabaikan keberadaannya, meskipun di akhir pembelajaran? Keadaan yang ricuh membuat sang Guru bersuara lantang dan meninggalkan kelas dengan emosi. Ssstt.. ada tangisan dan amarah dihatinya. Dan nggak lama.. Kami di panggil kepala sekolah  saat itu kepala sekolahnya Bapak Didi Masyhudi atau nama samarannya Dimas Tirani J

Hmmm.. tapi Saya rasa bukan hanya saya yang penah melakukan hal nakal itu hheee..  *sambil cari-cari teman yang salah* hhoooo..

Tapi, kalau sekarang, hal ini saya jadikan perenungan diri. Saya mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, dan berkaca pada bidang yang kini sedang saya selami, yakni dunia yang dulu sangat-sangat-sangat Saya BENCI dan TERPAKSA memilih pendidikan karena paksaan ORANG TUA.

Sudut pandang itu lahir saat saya berpikir tentang sosok seorang Dosen. Beliau dengan sekuat-kuatnya niat memberi kuliah. Datang tiap jam kuliah, tepat waktu, bahkan jarang absen. Bisa kah sedikit saja kita hargai itu? Lalu beliau menjelaskan materi dari mulai suaranya yang lantang sampai suaranya mulai melemah.

 Atau perjuangan seorang dosen meskipun hanya memberi pengetahuan dengan memerintahkan mahasiswa untuk menulis kembali apa yang ada di proyektor, atau sekedar menonton slide demi slide yang telah jauh-jauh hari di siapkan beliau, dan begitu seterusnya sampai kuliah berakhir. Tidak kah kita bisa mengahargai niat baiknya demi memberikanpengetahuan yang kita sebenarnya butuhkan?? Dan begitu tidak berdayanya beliau hingga TIDAK MAMPU MENEGUR peserta didiknya yang tidak mendengarkan penjelasannya. Coba , Bagaimana rasanya bila Kita berada di posisi beliau? Bagaimana rasanya diabaikan? Tidak didengar, bahkan cenderung di sepelekan??

Saya yakin 100% bukan hanya saya yang pernah bersikap konyol seperti ini, dan Saya yakin, bukan saya juga yang memiliki rasa ingin TOBAT seperti Saya J.  Saya Jadi berpikir betapa rendahnya pemikiran saya menilai seorang PEndidik.

Hhhmm.. Patut dipertanyakan keberadan hati nurani di diri ini yang seakan tidak tau balas jasa..

Dan entah sadar atau tidak, kita justru berpikiran negative sama pendidik yang sudah berusaha keras memberikan sebaik-baiknya pengajaran kepada kita. Akhirnya.. ke kampus bukan nya ibadah untuk cari ilmu, malah kadang jadi pemulung dosa huhh..!! (Ighfirlana Ya Robb..)

Ya… sekalipun ada juga sih dosen yang inginnya di hargai dengan "UANG" sampai skripsi TERTUNDA gara-gara nggak sanggup bimbingan karena nggak bisa ngeluarin "UANG" tiap bimbingan, atau sekedar mengeluh tentang dosen yang hobi ngasih tugas dan nggak pernah masuk. "Astagfirullah…" nggak ada niat mengghibah, karena saya sedang bicara fakta yang saya rasakan selama menjadi fans berat Si Kijang Merah, hal ini sering di utarakan oleh para mahasiswa yang lokasi kampusnya berada di sepanjang belahan bumi perangkotan yang di lewati oleh trayek Si kijang merah  T 19 jurusan Depok-TMII :D.

*UI, Gundar, BSI, UP, ISIP, TAMA, Unindra, STIKOM dll*

( kalau pakai istilah klasik mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan wacana paragraph di atas "menandakan tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun dia seorang Ustad muupun Dosen dan para pendidik lainnya")

 

Eeiitt.. tapi kalau ditelisik lebih dekat, Seseorang yang dikatakan MAHASISWA, seharusnya memang lebih banyak menggali keilmuan sendiri. Tidak melulu berharap di berikan materi oleh Dosen dari A sampai Z. Sebenarnya kita mampu kok untuk mencari tau sendiri melalui googling, jangan bilangnya berselancar di dunia maya padahal lagi buka twitter atau jadi pesbukers hhiiii ( pengalaman yang tidak baik). Lebih baik sempatkan waktu untuk komunikasi sama dosen tentang hal yang kita belum pahami, jangan menghubungi dosen karena mau IZIN nggak masuk aja yaaa.. xixixi (lagi-lagi share pengamalan masa lalu yang seharusnya tidak diamalkan). Paling tidak bertanya sama teman yang lebih cemerlang otaknya di banding Kita J. Kalau ingat kata-kata dosen KWU 1 selaku Sang Provokator saat saya wawancarai dulu beliau mengatakan kurang lebih seperti ini " kita ini tulang punggung negara, jadi, kita jangan jadi pemuda yang mengidap osteoporosis dini "  yaaa intinya kita harus jadi pemuda yang cerdas secara pemikiran dan cerdas secara ketakwaan yang merujuk pada nilai-nilai aqidah islamiyah.

Ya, mungkin ada saatnya kita benar-benar nggak mudeng sama penjelasan dosen, sekalipun dosen tersebut sudaah menggunakan alat yang super canggih untuk membuat kita tertarik mengikuti kuliah tersebut. Seburuknya penyampaian seorang pendidik, tidak lantas kita memperlakukan beliau semaunya kita, paling tidak, kita mendengar, siapa tahu ada bagian-bagian yang bisa di simak dan jadi manfaat saat ujian tiba looh J. Belajar menghormati dan menghargai siapapun yang sedang berbicara di depan. Undzur Maa Qoola WaLaa Tandzur Man Qoola "Lihatlah apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara" sekalipun dia seorang pencuri atau mantan orang jahat sekalipun, kalau omongannya itu mendatangkan manfaat, kita jangn tutup telinga yaa.. siapa tau ada berkah di balik keihklasan kita menerima segala ucapan beliau.

Hayoo.. ramai-ramai merubah sikap menjadi lebih bijaksana. Mulai menghormati orang tua, menghormati keluarga yang lebih tua, jangan lupa juga menghormati orang-orang yang banyak berperan dalam hidup kita. Jangan pernah meluapakan kebaikan semua orang-orang yang pernah memberikan kita ILMU dan Pengetahuan. Doakan Guru kita dan kalau kita menjadi Guru jangan lupa mendoakan Guru Kita agar tali pahala ini terus bersambung ke anak cucu kita J

 

Untuk teman-teman mahasiswa atau pelajar yang di ajarkan oleh Guru Besar yang berdirinya sudah tidak tegak lagi, rambutnya sudah memutih. Bahkan hampir seluruhnya putih, dan untuk marah saja tidak bisa lagi, apa kita tega untuk bersiakap acuh tak acuh pada Beliau?? Sekalipun dosen kita masih muda dan jarak umurnya tidak terlalu jauh, apa kita pantas menyepelekan apa yang beliau katakan??

Beliau melakukan ini agar kita bisa menjadi orang yang bijak dan beliau pasti berharap besar bahwa anak didiknya kelak bisa menjadi yang lebih baik dan lebih berprestasi dari beliau. Coba bayangkan, dengan tertatih para dosen sepuh menaiki tangga demi tangga,  Kewajiban untuk bertahan hidup demi kelangsungan keluarga juga yang menjadi semangat beliau mengajarkan kita dari waktu ke waktu. Karena waktu yang Ia habiskan untuk mengajarkan kita, merupakan pengorbanan beliau untuk Keluarganya yang Ia Cintai.

Pernah sih, saya mendengar dari mulut teman saya sendiri yang sering banget bermasalah sama dosen, parah deh teman saya yang satu itu. bolak balik ribuuut mulu kerjaannya, nggak sama dosen, sama satpam kampus, bahkan konon katanya, sampai berhadapan sama pak rektor.. bahkan yang parahnya, saat esmosi itu, dia cerita sama saya kalo dia bilang "dosen di sini ngajar juga yang bayar dari spp mahasiswa" lumayan terkesan sombong siih, tapi dia begini juga demi keluarganya, nggak jauh bedalah sama apa yang orang tua kita lakukan untuk kita..  

untuk itu guys, mulai belajar menghormati pendidik yang kadang terabaikan.. karena pasti para pendidik yang baik akan menyalahkan dirinya sendiri karena beliau beliau merasa tidak bisa mendidik dan menyampaikan ilmunya kepada peserta didikanya, apalagi jika suatu saat nanti mereka melihat murid-murid nya menjadi orang yang susah. 

SO, berpikirlah lebih baik untuk bertindak dan bersikap kepada setiap orang-orang yang sudah berjasa dalam hidup kita, khusunya orang tua, keluarga, guru dan para sahabat yang selalu ada dalam susah dan senang :) 

yyaaa.. beginilah kata-kata yang mungkin bisa bermanfaat atau juga kata-kata yang jangan di sepelekan hhhoo *maksa*

udah aaaaahh, capee. kata yang baca (yang nulis aja cape, apalagi yang baca?? bisa mabok hurup) hhheeee maaf ya.. jadi ganggu waktu senggangnya untuk membaca ini.. tapi.. terima kasihh bagi yang mau baca ^^

MENCARI ILMU = BERJIHAD DI JALAN ALLAH  :)

wallahu'alambissowab

 

Sabtu, 11 Februari 2012

Yang Kadang Terabaikan Part I

Mungkin ini terlambat, tapi… inilah proses kehidupan yang memerintahkan Aku untuk tidak cepat berputus asa, selalu belajar memetik setiap buah dari kegagalan yang indah dan mengatakan tidak ada yang terlambat selagi mau belajar dan berubah lebih baik J

 Aku mau coba share yaaa…

Setelah merasakan bagaimana sikon mendidik, dengan sendirinya akan terbesit jiwa yang tidak mudah putus asa. Ternyata untuk memanusiakan anak manusia, tidak semudah yang dulu Aku bayangkan.

 Kata SABAR itu yang paling penting. Seorang pendidik yang baik menurut Aku, adalah beliau yang memiliki banyak Ilmu dan kemudian di bagikan untuk segenap murid-muridnya, dan orang-orang yang bukan tergolong anak didik "resmi" seperti di sekolah atau di kampus, tapi dengan jiwa pendidiknya, dia mampu mempersembahkan pengetahuan dan pendidikan yang terbaik untuk setiap orang yang membutuhkan pengetahuan, baik pendidikan yang bersifat pengetahuan umum atau pengetahuan Diniyah.

Perasaan ini timbul Saat wisuda kemarin sabtu, 28-01-2012. Melihat anggota senat Unindra, subhanallah.. dosen-dosen yang insya Allah penuh berkah sepanjang hidupnya "aamiin".

Dari cara jalan yang tidak segagah dosen muda yang juga menuai banyak prestasi, beliau tetap terlihat berwibawa dalam balutan pakaian kebesaran senat saat itu. Mayoritas rambut yang tidak lagi hitam, senyuman yang kini semakin membuat wajahnya penuh kerutan. Tapi apa pernah kita meresapi perjuangan beliau-beliau di masa lalu?? Sebelum mereka menjadi guru besar seperti sekarang ini?? Apakah semangat belajar beliau-beliau ini ikut berkerut layaknya kerutan usang yang hanya tinggal menunggu waktu??

Saya pikir tidak demikian, Beliau-beliau tak kenal kata lelah untuk belajar, sampai seumur yang sudah dikatakan "udzur", beliau tetap istiqomah dalam dunia pendidikan. Lalu kemudian Saya pun mulai membandingkan,berkaca dan belajar mengintropeksi pada diri saya sendiri 'kalau saja saya harus belajar dan membaca buku setiap hari.. entahlah, seperti apa otak saya? Kalau membayangkan buku tebal dan tipis tapi bahasanya rumit dipahami, sepertinya akan terasa benar-benar penat'

Tapi, AYO.. lihatlah beliau… Pandangi beliau dengan penuh rasa cinta..

Beliau se-tua itu tetap mendirikan kesabaran dalam sanubarinya. Mereka (guru besar) tetap sabar untuk terus belajar, tetap sabar untuk menyampaikan pengetahuan yang mereka miliki. Bahkan beliau masih sanggup bersabar melihat sikap dan tingkah mahasiswa mereka atau murid mereka.

 Subhanallah... Mereka itu layak dikatakan sosok yang luar biasa. Beliau  layaknya seorang Ayah atau Ibu di tempat kita menuntut Ilmu. Kalau ingat masa-masa sekolah dan kuliah kini hanya meninggalkan rasa menyesal. Hal ini tidak hanya di pikirkan oleh Saya, tapi terbesit juga di benak D'Beys (sahabat saya) yang dulu memiliki sindrom semangat kuliah berkobar saat memasuki awal semester baru, kebelakangnya, kembali melempem J

Astagfirullah..Seolah baru tersadar dari pingsan yang berkepanjangan.

***

Selasa, 06 Desember 2011

JANGAN BIARKAN AKU MEMILIH

Semua rasa ini terus aku pendam entah sampai kapan. Rasa ini sepertinya terlalu dalam. Ini semua aku rasakan karena air mata ini masih saja sanggup menangisimu. Aku terlalu tulus mencintaimu, hingga aku harus merasakan sakit seperti ini. Setahun, dua tahun, semua rasa sakit menahan rindu akan hadirmu tidak dapat aku ungkapkan, hal itu hanya dapat Aku rasakan, dan rasa itu hanya aku yang mengerti.

Banyak hati mereka yang sakit karena ulahku yang tidak jelas memberikan kepastian setiap rasa. Ini semua karena dihatiku telah penuh rasaku untuk mu.

Kamu mungkin sudah mengubur semua yang pernah ada antara kau dan aku. Tapi aku tidak. Karena semua yang pernah aku lakukan bersamamu adalah yang pertama. Kamu memang bukan kekasih pertama yang aku miliki, tapi aku merasakan, bahwa kamu adalah satu-satunya cinta yang aku punya di dunia ini. Aku lumpuh tanpa cintamu, sehingga aku tidak dapat mencintai lelaki manapun.

Bahkan mereka menudingku sebagai seorang wanita penyuka sesama jenis. Separah itu kah aku? Ya, Tidak ! Aku sendiri tidak mengerti rasa yang ada dihati dan jiwa ini. Apakah aku benar-benar mati rasa pada setiap lelaki..?

Musnah nya cinta yang Aku miliki untukmu, sepertinya memusnahkan semua rasa yang aku miiki untuk sosok pria.

 

Dan apa kau tahu Saat kamu dapat tersenyum lepas dengan hatimu yang lain, Apa Kau tau..? Aku terpuruk dalam kepedihan menahan segala rasa kecewa yang begitu besar dari segala hal yang telah kamu lakukan atas diri aku. Namun sepertinya, semua rasa yang pernah tulus kamu berikan untuk aku, sudah benar-benar hilang tanpa sisa.

Maafkan aku yang tidak bisa memberikanmu rasa nyaman saat kau berada dekat aku, maaf aku tidak bisa selalu ada saat kau rapuh, maafkan aku yang pernah bodoh memberanikan diri menunggu saat kamu sakit, benci bila aku selalu memberikan yang kau mau dari Aku, Maafkan aku yang tidak dapat menghambakan hidupku untuk kamu sepenuhnya. Tapi seharusnya kau dapat melihat rasa ketulusanku dengan hatimu yang dulu, hati yang dulu pun menyanyangi Aku tanpa keluh-kesah, hati yang dapat menerima kekuranganku apa adanya, hati yang meyakinkan aku walau jarak membentang hati yang saling mencinta tetap bersatu.

Aku hanya ingin kamu merasakan kebahagiaan yang dulu sempat hilang dari hidupmu. Semua sudah aku coba agar kau bangkit dari segala keterpurukan, tapi tetap.. bukan aku pemilik hatimu yang sebenar-benarnya. Meskipun demikian, dihati ini, kamu yang pertama, kau mengajarkan aku agar bisa menjadi wanita yang kuat, ya.. kuat melihat kebahagaiaan kamu dengan dia. Kamu menjadikan aku wanita yang selalu berharap, ya… selalu berharap cinta itu kembali utuh kau berikan untuk aku..

 

Ya tuhan, kenapa aku begitu bodoh mencintai dia.. mencintai seseorng yang tidak memiliki cinta lagi untuk aku, Harusnya saat dia benar-benar pergi dari kehidupan ku, cintanya pun ikut pergi dan berlalu bersama angin dan waktu, tapi mengapa sampai saat ini rasa itu tidak kabur meski hanya sekelebat.

 

Mengapa Kau harus menjadikan aku pengemis ketulusan?

Aku belajar untuk terus bertahan dalam rasa ini, meski sakit, tapi aku enggan beranjak dari rasa yang ada, sekalipun sejenak.

Tuhan, Aku terlalu mencintai dia sepenuh hati, tapi Karena cinta yang begitu ini, aku merasa tidak dapat mencintai lagi dengan segenap ketulusan.

Mengapa cinta harus mengalahkan akal dan pikiran?

Mengapa kebhagiaan hanya datang di awal?

Mengapa cinta penuh kebohongan?

Mengapa cinta penuh tanda tanya?

Mengapa cinta penuh kemunafikkan?

Mengapa cinta datang dan menghilang dalam waktu yang tak diharapkan?

Mengapa cinta merusak sendi-sendi keimanan?

Ini kah teguran Mu untuk-ku Tuhaan?

Agar aku tidak menduakan-Mu dengan cinta yang lain dan dengan cinta semu yang diselimuti nafsu tak pasti ???

Jangan biarkan aku memilih sendiri ya Allah… Pinta aku dan semua wanita, pilihkan yang terbaik dari hamba Adam Mu untuk Aku juga mereka, agar kami terhindar dari tempat penyiksaan orang-orang terkutuk.

Aaaamiiin..

 

21 Okt 2010

Jumat, 26 Agustus 2011

BAIT-BAIT MONOLOG KEBENCIAN #bagian 1#

Beningnya ketulusan
kau semburkan kotoran janji
yang tak usai kau tepati

Dalam dzikir emas ku sebut nama mu,
dalam syahdunya malam,
Kau ukir namamu untuk Aku,
namun dalam kebahagiaanmu,
kau lumuri Aku dengan darah dari tubuh ku

Sebongkah hati yang tak terbeli,
hanya diiliki oleh sang pujaan hati
Asa dan harapan terpatri dalam diri kami
Tapi aliran darah ini kian tak kunjung berhenti
Melihat kepedihan saat cinta sudah terbagi

Kasidah kejujuran membuat bumi hujan,
hujan kenangan, hujan kebahagiaan
namun genderang menyambang
dengan deru pertanda perang

Depok, 26-08-2011

Jumat, 29 Juli 2011

Akan Segera Terbit Buku Kumpulan Pusi dan Cerpen karya Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI

SKETSA PERPISAHAN HILWA

karya Asri Gushafiana

"Kehidupuan ini begitu misterius. Aku sempat mengalami satu keadaan
yang semua terlihat putih, entah Aku dimana, Aku pun tidak tahu, Aku
hanya mendengar suara anak perempuan yang tak berhenti memanggilku.
Dan kini pemilik suara itu sudah menjalani jalan yang pernah hampir
Aku lalui . Tuhan lebih tahu yang terbaik, Aku masih diberikan waktu
untuk terus menjaga buah hatiku. Karena Tuhan tahu, Aku lebih kuat
menjalani hidup ini di banding kedua putriku, ya, inilah sktesa
perpisahan untuk Hilwa. Semoga Engaku tenang di Istana Tuhan," ujar
Ummah penuh sesak di akhir pengajian.

***


karya Fitria Nur Cahyani Mahasiswa UNINDRA Semester VIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia.

OASE DIHATI IBU

Sejak dulu aku menunggu...
menunggu sebuah oase dihatimu..
menunggu sebuah kasih yang mungkin terlampau mahal untuk kau beri..
menunggu sejumput keikhlasan cinta bagi diriku sendiri


Di depan tanah merah hari itu, ia berada pada pembaringannya, pada
jasad yang telah bersemayam dalam dasar bumi. Pada kerinduan kasih
yang tak terlampiaskan sama sekali. Ia anakku. Anak pertamaku. Anak
yang tak sempat ku sayangi. Karena kesalahanku sendiri, melihat
wajahnya, mengingatkanku pada para pemerkosa yang biadab itu, yang
membuatku membencinya. Ia memang tidak salah, ia tidak pernah meminta
untuk dilahirkan ke dunia. Tapi aku telah menyia-nyiakannya. Maafkan
aku anakku. Sesungguhnya aku sangat menyayangimu.
***


Cuplikan Cerpen PERSEMBAHAN UNTUK MAMAH
karya Arsina Pasaribu Mahasiswa UNINDRA Semester VIII Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia.

Seketika kepala ku pusing, pandangan ku berputar-putar dan aku tak
mengetahui kejadian apa yang selanjutnya telah terjadi.
Saat ku terbangun, matahari sudah muncul ke permukaan. Aku berada di
sebuah kamar dan aku baru tersadar bahwa di sebelah aku adalah Anjas.
Aku menjerit sekeras-kerasnya…..
"Tenang Vidi, aku akan bertanggungjawab. Kamu tidak perlu takut. Aku
mencintai kamu Vidi." Anjas mencoba meyakinkan ku.
"Tapi kalau aku hamil bagaimana ??? Aku harus berkata apa pada ayah
dan Mama ???" Aku semakin cemas mengingat Mama memiliki penyakit
jantung.
"Aku yang akan bicara pada kedua orang tua mu. Vidi, percayalah…."
Anjas terus saja meyakinkan ku hingga aku luluh juga dengan
kata-katanya.
Sudah sebulan lebih sejak kejadian malam itu, aku dan Anjas semakin
dekat. Kami sering melakukan hubungan yang tak layak, hingga akhirnya
aku telat datang bulan. Aku hamil.

Kamis, 28 April 2011

untuk setiap hati yang kosong..

Dalam lamunan selalu berbincang sendiri
tidak ada yang paham apa yang ada di relung hatii nya yang terdalam

Wahai Sang Maha Pencipta...

bilakah dia berada dalam kekosongan, sadarkan ia untuk mengingat MU
jangan biarkan dia berjalan pada jalur yang berduri panas..
Jagalah tatapannya untuk khusyu tertunduk pada setiap waktu-Mu tanpa tunda.

Hanya Engkaulah kekasih hatinya yang Hak..

Mungkin sakitnya ini karena semata Engkau mencintainya, lebih dari cinta siapapun.

Tuhan Sang Pemilik Keagungan Alam..

hadiahkan kebahgiaan untuk nya..

Ya Allah..
Engkau maha pendengar segala pinta tanpa batasan..
jangan biarkan dia berada dalam kekosongan yang tak terbatas.
sirami air syurgamu untuk membasuh segala keangukah dan kealfaannya kepada Mu..

* ighfirlana YA Robb...Aamiin..*